Upaya pengembangan energi terbarukan terus menjadi perhatian dalam menjawab tantangan krisis energi dan pengelolaan limbah. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Septian Andika Putra mengembangkan inovasi Algae Fuel Cell berbasis Biochar Modified Electrode (BME-AFC) dalam penelitian tesisnya.
Di bawah bimbingan Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU, ASEAN Eng. dan Dr. Ir. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng., IPM., penelitian ini mengoptimalkan dosis sodium asetat sebagai nutrisi lumpur aktif serta jarak penyinaran mikroalga untuk meningkatkan kinerja sistem. Pendekatan Response Surface Methodology (RSM) digunakan untuk menentukan kondisi operasi optimum pada sistem dual-chamber yang memanfaatkan Chlorella vulgaris sebagai biokatalis katodik.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kinerja bioelektrik yang signifikan. Sistem BME-AFC mampu mencapai power density maksimum 32,47 mW/m² dan current density 63,65 mA/m², jauh melampaui sistem konvensional berbasis stainless steel mesh. Selain menghasilkan energi, sistem ini juga menunjukkan kemampuan pengolahan limbah yang baik dengan nilai COD terendah 96,15 mg/L.
Septian menyampaikan bahwa penggunaan biochar sebagai material elektroda menjadi salah satu kunci peningkatan performa sekaligus efisiensi biaya. “Biochar menawarkan alternatif material yang lebih ekonomis dibandingkan elektroda berbasis logam mulia, sehingga berpotensi diterapkan pada skala yang lebih luas,” ujarnya.
Ketua Program Studi Magister Teknik Sistem FT UGM menambahkan bahwa riset ini mencerminkan pendekatan sistem yang menjadi karakter utama MeTSi, yakni integrasi inovasi teknologi, optimasi proses, dan keberlanjutan. Pengembangan AFC berbasis biochar dinilai memiliki prospek untuk mendukung produksi bioenergi sekaligus pengelolaan limbah secara lebih efisien.
Penelitian ini sejalan dengan upaya penguatan energi terbarukan, inovasi teknologi, serta praktik produksi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya.
ditulis oleh Arham
disunting oleh Humas MeTSi