Analisis Teknoekonomi dan Dampak Lingkungan Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) untuk Kawasan Industri Studi Kasus PT. X
Mahasiswa Peneliti:
Bagas Wahyu Dewangga
Dosen Pembimbing:
Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
Dr. Ir. Akmal Irfan Majid. S.T., M.Eng.
Penelitian ini mengevaluasi kelayakan teknoekonomi dan dampak lingkungan penerapan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap on-grid serta Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) hybrid di kawasan industri PT. X. Dua model PLTS atap dan satu konfigurasi PJU-TS hybrid dianalisis berdasarkan kapasitas terpasang, produksi energi tahunan, Levelized Cost of Energy (LCOE), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), periode pengembalian investasi (payback period), serta potensi reduksi emisi CO₂. Model 1 dengan kapasitas 510,3 kWp menghasilkan energi sebesar 755,02 MWh/tahun dengan biaya investasi Rp 15,33 miliar. Model ini mencapai IRR sebesar 5,13%, NPV sebesar Rp 589,51 juta, payback period 15,83 tahun, ROI 78%, serta LCOE terendah sebesar Rp 1.077/kWh. Dari sisi lingkungan, sistem ini mampu menurunkan emisi sebesar 15,28 juta kg CO₂ dengan potensi penghematan carbon tax sebesar Rp 458,32 miliar. Model 2 dengan kapasitas 492,62 kWp menghasilkan 711,77 MWh/tahun dengan IRR 4,89%, NPV Rp 208,82 juta, payback period 16,38 tahun, dan LCOE Rp 1.103/kWh, serta reduksi emisi sebesar 14,40 juta kg CO₂. Sistem PJU-TS hybrid berkapasitas 18,55 kWp menghasilkan 24,58 MWh/tahun dengan IRR 4,14% dan NPV negatif (-Rp 33,49 juta), sehingga kurang menarik secara finansial meskipun tetap memberikan manfaat lingkungan berupa reduksi emisi sebesar 502.638 kg CO₂. Secara keseluruhan, Model 1 menunjukkan kinerja teknis, ekonomi, dan lingkungan terbaik, sehingga menjadi konfigurasi paling optimal untuk mendukung dekarbonisasi industri dan stabilitas biaya energi jangka panjang.
Kata Kunci: PLTS, PJU Tenaga Surya, Analisis Teknis, Carbon tax, LCOE, Emisi CO₂, Kelayakan Investasi