Kajian Kelayakan Rancangan Sistem (Pemanenan Air Hujan Atap dan Embung) untuk Produksi Energi dan Air
Mahasiswa Peneliti:
Chandra Fadlilah
Dosen Pembimbing:
Dr. Ir. Suhanan, DEA., IPU.
Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng.
Wilayah Indonesia yang berupa kepulauan menjadikan cuaca di Indonesia menjadi sangat bervariasi dan sangat berbeda antar wilayahnya. Terdapat satu-satunya zona satu musim di Pulau Jawa yang merupakan zona musim hujan sepanjang tahun dengan curah hujan terendah 168 mm di Agustus, jika jumlah air hujan sebesar itu tidak dioleh menjadi sesuatu yang bermanfaat, sangat berpotensi menjadi bencana.
Pemanenan air hujan (PAH) merupakan sebuah teknologi yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan dan mengolah air hujan yang turun khususnya pada periode musim hujan semaksimal dan sebanyak mungkin sehingga dapat dimanfaatkan pada periode musim kemarau.
Tiga skenario rancangan sistem PAH atap dan embung yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah Skenario I rancangan sistem hanya PAH embung, Skenario II rancangan sistem hanya PAH atap, dan Skenario III rancangan sistem PAH atap dan embung. Air hujan hasil pemanenan pada ketiga skenario tersebut dirancang untuk sistem pembangkit listrik piko hidro, sebagai sumber air bersih, dan untuk memenuhi kebutuhan air pertanian sawah padi. Sisa air yang masih tersimpan di embung masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata dengan menempatkan wahana sepeda air. Untuk menilai kelayakan sistem pemanenan air hujan untuk ketiga skenario tersebut, dilakukan analisis Payback Period (PbP), Benefit–Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR) untuk mengetahui perbandingan manfaat dan biaya secara sistematis.
Debit air yang dihasilkan dari ketiga skenario adalah adalah 0,000324 m3/detik hingga 0,002690 m3/detik. Daya listrik yang dihasilkan dari ketiga skenario adalah 35,45-257,81 W. Alokasi air untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk ketiga skenario adalah 190-418 m3/dasarian. Alokasi air untuk pertanian untuk ketiga skenario adalah 36,15-1102,44 m3. Dari hasil analisis kelayakan menunjukkan rancangan sistem pemanenan air hujan Skenario III dinyatakan layak dengan indikator PbP selama 11 tahun 10 bulan, BCR 1,02, dan IRR 13%
Kata kunci: musim hujan sepanjang tahun, pemanenan air hujan, pembangkit listrik piko hidro, analisis kelayakan.