Pengembangan hidrogen hijau menjadi salah satu fokus utama dalam transisi energi global seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sistem energi rendah karbon. Berbagai negara mulai mengembangkan teknologi hidrogen untuk mendukung dekarbonisasi industri, penyimpanan energi, serta pengurangan emisi pada sektor transportasi dan pembangkitan listrik. Dalam perkembangan tersebut, integrasi energi terbarukan dengan teknologi produksi hidrogen menjadi perhatian penting untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Dalam konteks tersebut, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) memiliki potensi strategis karena mampu menghasilkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan. Karakteristik ini menjadikan PLTP berbeda dibandingkan sumber energi terbarukan intermiten seperti surya dan angin. Namun, pada kondisi operasional tertentu terdapat excess energy yang belum termanfaatkan secara optimal oleh jaringan listrik. Kondisi ini membuka peluang pengembangan sistem energi terintegrasi yang mampu mengubah energi surplus menjadi produk energi bernilai tambah.
Kebutuhan terhadap optimalisasi pemanfaatan energi tersebut mendorong pengembangan riset mengenai integrasi PLTP dan teknologi hidrogen. Mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Arga Febriantoni dari kelas Master by Research konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru dan Terbarukan, telah melaksanakan seminar tesis pada Rabu (20/5) di Perpustakaan MeTSi Lantai 2. Ia mempresentasikan penelitian berjudul “Manajemen Excess Energy Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi untuk Produksi Hidrogen Hijau.” Dalam penelitian ini, excess energy dari PLTP dianalisis sebagai sumber energi untuk proses elektrolisis air dalam produksi hidrogen hijau. Melalui proses tersebut, energi listrik digunakan untuk memisahkan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen tanpa menghasilkan emisi karbon langsung. Pendekatan ini memberikan peluang pemanfaatan energi berlebih secara lebih efisien sekaligus memperluas fungsi PLTP dari sekadar pembangkit listrik menjadi bagian dari sistem energi terintegrasi berbasis energi bersih.
Untuk memahami potensi implementasinya, penelitian ini mengkaji beberapa aspek utama, meliputi potensi surplus daya PLTP, kebutuhan energi elektroliser, kapasitas produksi hidrogen, serta efisiensi sistem dari sisi teknis dan ekonomis. Analisis dilakukan untuk melihat hubungan antara ketersediaan excess energy dengan kemampuan sistem dalam menghasilkan hidrogen secara optimal. Pendekatan ini memberikan gambaran mengenai efektivitas integrasi teknologi panas bumi dan hidrogen dalam mendukung pengembangan energi rendah karbon. Selanjutnya, penelitian juga menganalisis skenario manajemen energi agar proses produksi hidrogen dapat berjalan optimal tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik utama. Distribusi dan pengelolaan energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasi PLTP, terutama ketika sistem harus membagi energi antara kebutuhan jaringan listrik dan proses elektrolisis. Analisis ini mendukung pengembangan strategi operasi yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan kondisi sistem kelistrikan.
Hasil penelitian diharapkan mampu menunjukkan strategi terbaik dalam mengubah excess energy panas bumi menjadi hidrogen hijau sebagai produk energi bernilai tambah. Pendekatan ini memperkuat pemanfaatan energi panas bumi secara lebih optimal sekaligus mendukung pengembangan teknologi hidrogen di Indonesia. Pemanfaatan hidrogen hijau juga berpotensi mendukung pengurangan emisi karbon pada sektor industri dan transportasi yang selama ini masih bergantung pada energi fosil. Dalam perspektif sistem energi, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi penyimpanan energi dan diversifikasi pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Integrasi PLTP dan teknologi hidrogen membuka peluang pengembangan sistem energi yang lebih fleksibel, efisien, dan rendah emisi. Pendekatan ini juga mendukung penguatan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik yang berkelanjutan.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr. Ir. Suhanan, DEA., IPU. sebagai dosen pembimbing utama dan Dr. Eng. Deni Shidqi Kherudini sebagai pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam riset ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik dalam pengembangan sistem energi terbarukan berbasis teknologi rendah karbon. Melalui penelitian ini, MeTSi FT UGM memperkuat komitmen dalam pengembangan inovasi sistem energi berkelanjutan yang mengintegrasikan energi terbarukan dan teknologi hidrogen. Pendekatan berbasis sistem dan analisis teknis yang mendalam menjadi bagian penting dalam mendukung transisi energi nasional menuju sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
Ditulis oleh Arham