Ketahanan energi global menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan energi, fluktuasi pasokan, dinamika geopolitik, serta perubahan struktur konsumsi energi dunia. Dalam sektor gas alam, stabilitas rantai pasok menjadi faktor strategis karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan distribusi energi bagi industri, transportasi, dan kebutuhan domestik. Kondisi ini mendorong perlunya sistem pengelolaan energi yang mampu mengintegrasikan aspek pasokan, infrastruktur, distribusi, dan kebijakan energi secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, sistem Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) memiliki peran penting dalam mendukung distribusi gas nasional. Pengembangan kedua sistem ini memerlukan kesiapan pasokan hulu, kapasitas infrastruktur hilir, fleksibilitas distribusi, serta strategi cadangan energi untuk menjaga stabilitas pasokan dalam jangka panjang. Hubungan antarvariabel dalam sistem distribusi gas juga bersifat dinamis, sehingga memerlukan pendekatan analitis yang mampu memetakan interaksi sistem secara menyeluruh.
Kebutuhan terhadap pendekatan berbasis sistem tersebut mendorong pengembangan penelitian menggunakan metode system dynamics dalam pengelolaan rantai pasok energi. Mahasiswa Magister berbasis Riset (MbR) MeTSi FT-UGM, Dliyaa Ul Haq, telah melaksanakan Seminar Hasil 3 (Terakhir) pada Jumat (22/5). Ia mempresentasikan penelitian berjudul “Pendekatan System Dynamics untuk Manajemen Rantai Pasok CNG dan LNG pada BUMN Energi.” Dalam penelitian ini, pendekatan system dynamics digunakan untuk menganalisis dinamika rantai pasok gas nasional pada sistem CNG dan LNG secara terintegrasi. Analisis difokuskan pada pengaruh keterbatasan pasokan hulu, kapasitas infrastruktur hilir, fluktuasi suplai domestik, serta kebutuhan ekspansi fasilitas distribusi terhadap keberlanjutan sistem energi. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi hubungan sebab-akibat antarvariabel yang memengaruhi stabilitas distribusi gas nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CNG menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan pasokan dari sisi hulu. Kondisi ini menyebabkan pengembangan infrastruktur hilir tidak dapat dilakukan secara terpisah dari penguatan kapasitas pasokan gas. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan utilisasi SPBG sebesar 15% perlu dilakukan secara bertahap dan disinkronkan dengan penguatan kontrak pasokan hulu agar stabilitas distribusi tetap terjaga. Strategi alokasi sektoral juga perlu diterapkan secara bertahap setelah kesiapan pasokan benar-benar terpenuhi. Sementara itu, analisis pada sistem LNG menunjukkan bahwa fluktuasi pasokan domestik menjadi faktor utama yang memengaruhi ketahanan distribusi energi. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekspansi kapasitas terminal LNG sebesar 15% pada Skenario 1C menjadi fondasi penting sebelum mekanisme pasokan tambahan, seperti impor kondisional, diterapkan. Pengembangan terminal LNG juga perlu diintegrasikan dengan kebijakan energi nasional melalui RUPTL dan RUED, serta diperkuat melalui strategi buffer storage untuk menjaga stabilitas cadangan energi domestik.
Berdasarkan hasil simulasi sistem, Skenario 1C menjadi skenario yang dinilai paling optimal dalam pengelolaan rantai pasok gas nasional. Pada sistem CNG, skenario ini menekankan kombinasi ekspansi SPBG secara bertahap, eksplorasi pasokan, dan investasi produksi untuk menjaga keberlanjutan distribusi. Pada sistem LNG, strategi utama diarahkan pada ekspansi terminal untuk meningkatkan fleksibilitas distribusi dan keamanan pasokan energi dalam jangka panjang. Dalam perspektif sistem industri energi, penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan rantai pasok gas memerlukan integrasi antara kebijakan energi, pengembangan infrastruktur, dan penguatan pasokan domestik. Pendekatan system dynamics memberikan dasar analitis dalam memahami hubungan antarvariabel secara lebih komprehensif, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan sistem energi nasional.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Prof. Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. sebagai dosen pembimbing utama dan Ir. Wangi Pandan Sari, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam riset ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik dalam pengembangan analisis sistem industri energi yang relevan dengan kebutuhan pengelolaan energi nasional. Melalui penelitian ini, MeTSi FT UGM memperkuat pengembangan riset berbasis pendekatan sistem dalam mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan rantai pasok nasional. Integrasi analisis kebijakan, infrastruktur, dan dinamika pasokan menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem energi yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Ditulis oleh Arham