Akses energi bersih masih menjadi tantangan di banyak wilayah, terutama pada kawasan yang memiliki potensi sumber daya energi terbarukan tetapi belum didukung sistem perencanaan dan pendanaan yang memadai. Di berbagai negara, transformasi energi mulai mengarah pada pendekatan yang lebih partisipatif dengan memanfaatkan teknologi digital, analisis spasial, dan keterlibatan masyarakat untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. Pendekatan ini membuka peluang bagi komunitas lokal untuk berperan sebagai penggerak sekaligus penerima manfaat dalam pembangunan infrastruktur energi.
Di Indonesia, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) masih sangat besar, khususnya pada jaringan saluran irigasi yang tersebar di berbagai daerah. Namun, pengembangan PLTMH berbasis komunitas masih menghadapi dua tantangan utama, yaitu keterbatasan dalam mengidentifikasi lokasi yang layak berdasarkan analisis spasial serta terbatasnya akses terhadap sumber pendanaan untuk merealisasikan proyek. Kondisi tersebut mendorong perlunya platform digital yang mampu mengintegrasikan rekomendasi teknis dengan mekanisme pendanaan yang melibatkan masyarakat.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Andita Dewi Rinaldi, dari konsentrasi Teknik Sistem Pemasaran Digital, mempresentasikan hasil penelitiannya dalam Seminar Hasil Tesis yang diselenggarakan pada Rabu (1/7) di Perpustakaan Gedung MeTSi Lantai 2. Penelitian yang berjudul “Integrasi Sistem Rekomendasi PLTMH dan Crowdfunding dalam Website Energi Terbarukan Berbasis Komunitas” bertujuan mengembangkan platform digital yang mengintegrasikan sistem rekomendasi lokasi potensial PLTMH berbasis Geographic Information System–Multi Criteria Decision Analysis (GIS-MCDA) dengan sistem crowdfunding sebagai media pendanaan partisipatif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Science Research Methodology (DSRM) yang meliputi identifikasi permasalahan, perumusan kebutuhan sistem, perancangan dan pengembangan, pengujian, evaluasi, hingga komunikasi hasil penelitian. Pendekatan tersebut dipilih untuk menghasilkan solusi digital yang mampu menjawab kebutuhan nyata dalam pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas sekaligus memberikan pengalaman pengguna yang mudah diakses.
Untuk menghasilkan rekomendasi lokasi yang berbasis data, penelitian memanfaatkan berbagai sumber data spasial, meliputi jaringan saluran irigasi, data elevasi DEMNAS, jaringan jalan, permukiman, batas administrasi, tutupan lahan, serta data PLTMH Kedungrong sebagai acuan validasi. Seluruh data diolah menggunakan Python melalui proses prapengolahan data, segmentasi saluran irigasi, pembentukan titik kandidat, perhitungan atribut spasial, hingga analisis GIS-MCDA untuk menentukan tingkat potensi setiap lokasi.
Hasil analisis kemudian diimplementasikan ke dalam platform digital KOMTI.ID, yang menyajikan peta interaktif rekomendasi lokasi PLTMH beserta informasi teknis setiap lokasi. Platform ini juga dilengkapi dengan fitur HydroAksi, Report HydroAksi, FAQ Chatbot, dan HydroAksi Network untuk mendukung penyebaran informasi, pelaporan, komunikasi publik, serta penggalangan dana berbasis crowdfunding bagi pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses segmentasi menghasilkan 697 segmen saluran irigasi, dengan 674 segmen yang berhasil dianalisis menggunakan metode GIS-MCDA. Berdasarkan hasil klasifikasi, penelitian mengidentifikasi 27 segmen sangat potensial, 256 segmen potensial, 280 segmen cukup potensial, dan 111 segmen kurang potensial untuk pengembangan PLTMH. Validasi terhadap PLTMH Kedungrong menunjukkan bahwa beberapa lokasi hasil rekomendasi memiliki karakteristik yang mendekati lokasi PLTMH eksisting, meskipun seluruh rekomendasi tetap memerlukan verifikasi lapangan sebelum implementasi.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi analisis spasial dan platform digital mampu membantu proses penyaringan lokasi potensial secara lebih sistematis serta menyajikan informasi teknis dalam bentuk yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat maupun calon investor. Kehadiran fitur crowdfunding juga memperluas peluang partisipasi publik dalam mendukung pembangunan energi terbarukan melalui mekanisme pendanaan yang lebih inklusif dan transparan.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr. Bimo Sunarfri Hantono, S.T., M.Eng. sebagai dosen pembimbing utama dan Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng. sebagai dosen pembimbing pendamping. Melalui penelitian ini, MeTSi FT UGM terus mendorong lahirnya inovasi yang mengintegrasikan rekayasa sistem, teknologi digital, analisis spasial, dan partisipasi masyarakat untuk menjawab tantangan transisi energi. Pengembangan platform berbasis data seperti KOMTI.ID menunjukkan bagaimana riset akademik dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dalam mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas, memperkuat kolaborasi multipihak, dan mempercepat terwujudnya sistem energi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Arham