Publikasi ilmiah menjadi salah satu luaran penting penelitian mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan berkelanjutan. Salah satunya ditunjukkan melalui artikel ilmiah karya Wiwit Agung Cahyo Nugroho yang mengangkat strategi pengelolaan sampah perkotaan berbasis Life Cycle Assessment (LCA). Artikel tersebut dipublikasikan dalam The 8th Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH 2025) dengan judul “Analisis Life Cycle Assessment (LCA) untuk Revitalisasi Pengelolaan Sampah Kota (Studi Kasus: TPA Ngembak, Purwodadi).”
Artikel ini merupakan luaran dari penelitian tesis Wiwit Agung Cahyo Nugroho di bawah bimbingan Prof. Ir. Muslikhin Hidayat, S.T., M.T., Ph.D., IPU. dan Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Penelitian berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Grobogan yang menghasilkan sekitar 315.817 ton sampah perkotaan setiap tahun, dengan sekitar 65 ton sampah per hari dibuang ke TPA Ngembak Purwodadi yang kapasitasnya telah mencapai sekitar 70 persen. Meskipun telah tersedia fasilitas komposting, pirolisis, dan budidaya maggot, pemanfaatannya masih belum optimal sehingga sebagian besar sampah masih bergantung pada sistem penimbunan.
Penelitian menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) untuk membandingkan dampak lingkungan dari tiga skenario pengelolaan sampah, yaitu sistem eksisting berupa komposting dengan residu yang ditimbun di TPA, kombinasi komposting dan pirolisis, serta kombinasi komposting dan Refuse Derived Fuel (RDF). Analisis dilakukan dengan unit fungsional satu ton sampah menggunakan perangkat lunak SimaPro serta metode penilaian dampak lingkungan yang mencakup kategori perubahan iklim (climate change), asidifikasi, dan eutrofikasi laut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penimbunan sampah menghasilkan dampak lingkungan paling tinggi pada seluruh kategori yang dianalisis. Sebaliknya, kombinasi komposting dan pirolisis memberikan kinerja lingkungan terbaik dengan nilai dampak paling rendah, sehingga dinilai paling sesuai untuk diterapkan di TPA Ngembak Purwodadi. Sementara itu, teknologi RDF memberikan kinerja pada tingkat menengah dan lebih tepat dimanfaatkan sebagai teknologi pendukung dalam pengolahan fraksi sampah bernilai kalor tinggi.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mengutamakan komposting untuk sampah organik, pirolisis untuk sampah plastik yang telah dipilah, serta RDF sebagai solusi transisi. Penimbunan sampah diposisikan hanya sebagai tempat pembuangan residu akhir sehingga mampu menekan dampak lingkungan secara lebih signifikan sekaligus meningkatkan keberlanjutan sistem pengelolaan sampah.
Publikasi ini menunjukkan bagaimana pendekatan Life Cycle Assessment dapat menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis bukti dalam menentukan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif. Melalui evaluasi dampak lingkungan sepanjang siklus pengelolaan, pendekatan ini membantu pemerintah daerah dan pengelola fasilitas persampahan memilih kombinasi teknologi yang paling sesuai dengan karakteristik sampah lokal sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan publikasi ini memperkuat komitmen MeTSi FT UGM dalam menghasilkan riset yang memberikan solusi terhadap tantangan lingkungan melalui pendekatan rekayasa sistem berbasis data. Selain berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merancang sistem pengelolaan sampah perkotaan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.
Penulis: Arham