• UGM
  • FT-UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Ujian Masuk UGM
  • webmail
Universitas Gadjah Mada Magister Teknik Sistem
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
    • Konsentrasi Studi
    • Pengelola & Staf
    • Dosen Pengajar
    • Hubungi Kami
  • Admisi
    • Informasi Seputar MeTSi
    • Jadwal Pendaftaran
    • Tata Cara Pendaftaran
    • Video Tutorial Pendaftaran
    • Leaflet & Flyer MeTSi
    • Contoh Soal TPA/TOEFL
  • Akademik
    • Magister berbasis Kuliah
      • Peta Kurikulum
      • Pra Kuliah
      • Mata Kuliah Semester I
      • Mata Kuliah Semester II
      • Mata Kuliah Semester III
      • Tesis Semester IV
      • SAP
    • Magister berbasis Penelitian
      • Alur Kurikulum
      • Mata Kuliah
    • Tema Penelitian Mahasiswa
  • Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Bidang Kerja Alumni
    • Daftar Alumni
    • Peta Sebaran Alumni
    • Layanan Legalisasi
  • Galery MeTSi
  • Tracer Study
    • Formulir
      • Tracer Study Mahasiswa
      • Tracer Study Alumni
      • Tracer Pengguna Alumni
    • Laporan
      • Laporan Survey Kepuasan Mahasiswa MeTSi
      • Laporan Tracer Lulusan MeTSi
      • Laporan Tracer Pengguna Lulusan MeTSi
  • Beranda
  • Tesis Mahasiswa
  • page. 8
Arsip:

Tesis Mahasiswa

Apri Tri Nugroho: Pengidentifikasian Lokasi dan Potensi Daya PLTS Sistem Agrivoltaic Menggunakan Analisis Fuzzy-AHP-SIG di Lahan Kering Gunungkidul

Tesis Mahasiswa Wednesday, 24 April 2024

Pengidentifikasian Lokasi dan Potensi Daya PLTS Sistem Agrivoltaic Menggunakan Analisis Fuzzy-AHP-SIG di Lahan Kering Gunungkidul

Apri Tri Nugroho

Potensi energi matahari di Indonesia mencapai 207 GWp. Potensi tersebut dapat dikonversi menjadi tenaga listrik menggunakan PLTS fotovoltaik. Dengan sistem agrivoltaik adalah salah model pemanfaatan yang sedang banyak diteliti akhir ini. Banyak studi telah membuktikan penerapan sistem agrivoltaik berpotensi untuk meningkatkan produktivitas lahan kering. Akan tetapi sistem bukan tanpa kendala, perencanaan yang matang dibutuhkan untuk menjamin manfaat baik pada produksi pertanian dan energi. Perencanaan ini dapat dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis dan multi-criteria decision analysis (GIS-MCDA) yang dikombinasikan dengan Fuzzy-AHP. Kabupaten Gunungkidul menjadi pilihan untuk melakukan penelitian ini. Dimana, sebagian besar pertanian di kawasan ini dilakukan di atas lahan kering. Sejumlah kriteria ditentukan berdasarkan hubungan CLEW seperti iradiasi matahari, temperatur, intensitas hujan, gardu induk, jaringan transmisi/distribusi, sungai permukaan, sungai bawah tanah, mata air, danau/embung/telaga dan jaringan irigasi. Untuk alternatif lahan ditetapkan lahan pertanian kering dan lahan gembala ternak lahan yang telah diklasifikasi dari berbagai lahan kering. Sejumlah constraints seperti slope, aspect, kawasan hutan, kawasan pemukiman, jalan lokal dan jalan kolektor juga telah ditetapkan. Hasil pembobotan AHP dilakukan oleh dua ahli menghasilkan kriteria iradiasi matahari, jarak ke jaringan transmisi/distribusi, dan intensitas hujan sebagai tiga kriteria paling penting dengan bobot masing-masing sebesar 0,497, 0,155 dan 0,116. Karakteristik geografis Gunungkidul yang berbukit juga berpengaruh pada hasil luas kesesuaian lahan, dimana analisis yang menggunakan constraint aspect memiliki kesesuaian lahan yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang tanpa aspect. Sedangkan pada skenario alternatif lahan kombinasi, lahan pada kombinasi pertanian memiliki luas lebih sedikit dibandingkan kombinasi gembala peternakan. read more

Nita Lufiana Heryana: Optimalisasi Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan Model Transportasi Berbasis Web

Tesis Mahasiswa Wednesday, 24 April 2024

Optimalisasi Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan Model Transportasi Berbasis Web

Nita Lufiana Heryana

Teknologi FTTH (Fiber to the home) merupakan arsitektur jaringan menggunakan kabel fiber optik sebagai media transmisi internet berkecepatan tinggi dari central office menuju pelanggan. Biaya distribusi jaringan FTTH dengan jalur optimal membutuhkan nilai investasi yang tidak sedikit. Optimalisasi jaringan FTTH diperlukan untuk mencari biaya dan pendistribusian secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk implementasi metode model transportasi ke dalam sebuah website untuk menghitung optimalisasi jaringan FTTH. Penelitian ini menggunakan metode sistem pendekatan riset operasi model transportasi berbasis website. Model transportasi digunakan untuk mendistribusikan produk dari sumber ke tujuan sehingga biaya distribusi menjadi minimum. Metode model transportasi yang digunakan yaitu metode least cost dan modified distribution (MODI). Prinsip kerja metode least cost adalah memberikan prioritas pengalokasian produk yang mempunyai biaya distribusi satuan terendah. MODI merupakan metode optimasi yang dikembangkan dari metode sebelumnya untuk menghasilkan solusi paling optimal. Website model transportasi dirancang menggunakan bahasa pemrograman PHP (Hyperteks Pre-Proceccor) dan database MySQL. Hasil penelitian menunjukkan implementasi metode model transportasi kedalam pemrograman PHP berhasil dibuat dengan tampilan yang mudah dan efisien untuk perhitungan optimalisasi jaringan FTTH. Optimalisasi jaringan FTTH berbasis website menghasilkan biaya distribusi minimum dan jalur baru yang lebih optimal. read more

Wahyu Anggo Rizal: Peningkatan Kualitas Asap Cair Berbahan Baku Limbah Biomassa Ranting Kayu Putih Melalui Adsorpsi Fase Gas Pada Proses Pirolisis

Tesis Mahasiswa Wednesday, 24 April 2024

Peningkatan Kualitas Asap Cair Berbahan Baku Limbah Biomassa Ranting Kayu Putih Melalui Adsorpsi Fase Gas Pada Proses Pirolisis

Wahyu Anggo Rizal

Limbah biomassa industri penyulingan kayu putih sangat melimpah dan dapat dikonversi menjadi beberapa produk yang bermanfaat seperti bahan kimia ataupun untuk kebutuhan energi. Salah satunya dengan metode pirolisis, yang merupakan salah satu teknik paling ramah lingkungan dan menjanjikan untuk mengkonversi biomassa menjadi beberapa jenis produk turunan seperti asap cair yang merupakan salah satu produk dari proses kondensasi pada pirolisis biomassa. Pirolisis terintegrasi adsorpsi fase gas merupakan salah satu metode yang efektif dan efisien untuk memurnikan asap cair, yang banyak digunakan sebagai penyedap dan pengawet makanan. read more

Khalifatun Nisa Amini: Studi Kelayakan Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap pada Gedung Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Sebagai Upaya Menuju Konsep Net Zero Energy Building

Tesis Mahasiswa Wednesday, 24 January 2024

Studi Kelayakan Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap pada Gedung Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Sebagai Upaya Menuju Konsep Net Zero Energy Building

Khalifatun Nisa Amini

Jumlah penduduk Kabupaten Magelang terus meningkat, sehingga menimbulkan permintaan listrik yang lebih tinggi. Penelitian ini difokuskan pada pembangunan berkelanjutan Kabupaten Magelang, dengan tujuan menyediakan energi yang mudah diakses, handal, dan berkelanjutan bagi penduduknya. Salah satu solusi konkret yang dieksplorasi dalam tesis ini adalah penerapan Bangunan Hampir Nol Energi (nZEB), yang mendorong pembangunan gedung yang sehat, efisien energi, dan juga menghasilkan energi. Secara khusus, penelitian ini berkonsentrasi pada perancangan dan evaluasi sistem pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik (PV) di atas atap untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, yang merupakan konsumen listrik utama. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak PVSyst untuk memproses data dan menilai empat konfigurasi desain yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi hibrida dengan Inverter Pusat memiliki kinerja terbaik di antara desain-desain yang dipertimbangkan, mencapai produksi energi tahunan dan fraksi surya tertinggi. Temuan ini menekankan potensi sistem PV tenaga surya di atas atap dalam mengurangi ketergantungan energi, mengurangi biaya, dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang peran penting penggunaan sumber energi terbarukan untuk mengatasi peningkatan permintaan energi. read more

Irwan Aufi: Evaluasi Pemilihan Teknologi Co-firing Biomassa Pada PLTU Batu bara dengan Metode Analytical Hierarchy process (Studi Kasus: PLTU Suralaya Cilegon Banten)

Tesis Mahasiswa Wednesday, 25 October 2023

Evaluasi Pemilihan Teknologi Co-firing Biomassa Pada PLTU Batu bara dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: PLTU Suralaya Cilegon Banten)

Irwan Aufi

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia yang sampai saat ini masih memanfaatkan energi fosil berupa batu bara. Batu bara merupakan energi fosil yang digunakan untuk menopang ketahanan energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga uap. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mendorong energi baru terbarukan dan memangkas penggunaan sumber energi fosil. Biomassa merupakan sumber energi baru dan terbarukan yang saat ini digunakan untuk campuran pembakaran dengan batu bara menggunakan teknologi co-firing pada pembangkit listrik tenaga uap. Co- firing merupakan teknologi energi baru dan terbarukan berbasis biomassa yang mudah dan menarik untuk diaplikasikan secara konsep pembakaran bersama batu bara dengan biomassa dalam boiler pembangkit listrik. read more

Kiki Darmawan: Potensi Perbandingan Pemanfaatan Kaliandra (Calliandra Calothyrsus) dan Gamal (Gliricidia Sepium) sebagai Co-firing untuk Pemenuhan Kebutuhan Bahan Bakar PLTU Sudimoro Pacitan

Tesis Mahasiswa Wednesday, 25 October 2023

Potensi Perbandingan Pemanfaatan Kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan Gamal (Gliricidia sepium) sebagai Co-firing untuk Pemenuhan Kebutuhan Bahan Bakar PLTU Sudimoro Pacitan

Kiki Darmawan

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat bauran energi nasional adalah dengan mengaplikasikan teknologi co-firing pada pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Penggunaan co-firing dapat mengurangi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) dari penggunaan bahan bakar fosil. PT PJB UBJ UM JATIM 1 yang berlokasi di Pacitan memiliki target untuk melakukan pembakaran co-firing PLTUnya dengan substitusi biomassa. Kayu Kaliandra dan Kayu Gamal menjadi objek penelitian sebagai biomassa yang mempunyai potensi sebagai substitusi bahan bakar untuk teknologi co-firing Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung potensi energi dari biomassa Kaliandra dan gamal, melakukan analisis SFC (Spesific Fuel Consumption), melakukan analisis biaya produksi, dan menghitung emisi yang dikeluarkan oleh biomassa Kaliandra dan Gamal pada co-firing. Metode yang dilakukan pada penelitian ini berupa metode kuantitatif agar dicapai hasil yang terukur. Hasil dari penelitian menunjukkan untuk memproduksi daya selama 1 jam dengan jumlah bahan bakar 182.800 kg, pembangkit saat beroperasi menggunakan bahan bakar Kaliandra 10% menghasilkan daya sebesar 287.981 kWh yang mana nilainya lebih tinggi dibandingkan penggunaan bahan jenis lain. Pembangkit yang beroperasi menggunakan bahan bakar co-firing Kaliandra untuk memproduksi daya 1 kW selama 1 jam memiliki nilai biaya produksi listrik, SFC dan emisi CO2 secara berurut sebesar Rp 1.379,53/kWh, 0,635 kg/kWh, 1,15 kgCO2/kWh lebih rendah dibandingkan saat beroperasi menggunakan bahan bakar jenis lain. Sehingga untuk memproduksi daya 1 kWh pembangkit yang beroperasi menggunakan co-firing Kaliandra 10% menghabiskan energi lebih sedikit, biaya yang murah dan emisi CO2 lebih rendah bila dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar jenis lain. read more

Kukuh Genial Putra: Analisis Kapasitas Mesin Pengering Madu Ultrasonik untuk Mencapai Unjuk Kerja yang Ekonomis

Tesis Mahasiswa Wednesday, 25 October 2023

Analisis Kapasitas Mesin Pengering Madu Ultrasonik untuk Mencapai Unjuk Kerja yang Ekonomis

Kukuh Genial Putra

Pengeringan madu dilakukan untuk mencapai kadar air sesuai standar yang ditentukan, yaitu 22%bb menurut SNI. Penelitian pengeringan madu dibantu gelom- bang ultrasonik bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi tebal madu, memper- kirakan kapasitas, dan menyajikan analisis ekonomi singkat usaha pengeringan madu. Madu dikeringkan pada suhu 41,5◦ C dan kelembapan relatif 42% di tujuh tingkat lo- yang untuk setiap batch pengeringan dengan tiga variasi tebal madu, yaitu 0,208 cm, 0,417 cm, dan 0,625 cm. Grafik hubungan kadar air terhadap waktu menunjukan sam- pel madu relatif tipis lebih cepat mengalami penurunan kadar air, begitu pula sampel madu yang diletakan paling dekat dengan elemen pemanas. Grafik hubungan laju pe- ngeringan terhadap fungsi kadar air menunjukan sampel madu relatif tebal memiliki laju pengeringan lebih tinggi, begitu pula sampel madu yang diletakan paling dekat dengan elemen pemanas Perhitungan koefisien transfer massa ky didapati bahwa nilai ky lebih rendah untuk tebal relatif tipis, dan lebih tinggi untuk tingkat loyang 1 diban- dingkan tingkat loyang 2 sampai dengan 7. Perhitungan kapasitas menunjukan mesin pengering ultrasonik dapat mengeringkan 12,25 L (=17,27 Kg) madu selama 8 jam, dan menghasilkan produk akhir 11,78 L (16,61 Kg). Analisis payback period pada simulasi usaha pengeringan madu didapati usaha akan balik modal pada hari ke-318. read more

Muhamad Apriyudi Syafputra: Optimasi Konfigurasi Sistem Pembangkit Listrik Hibrid Pada Kilang Minyak

Tesis Mahasiswa Wednesday, 25 October 2023

Optimasi Konfigurasi Sistem Pembangkit Listrik Hibrid Pada Kilang Minyak

Muhamad Apriyudi Syafputra

Industri kilang minyak memiliki potensi pengurangan emisi dengan menggabungkan bahan bakar fosilnya dengan penggunaan energi terbarukan. adalah sistem tenaga hibrid dengan menggunakan panel surya sebagai pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat skenario optimal pemanfaatan sistem tenaga hibrid. Subyek penelitian yang diamati pada salah satu fasilitas kilang yang akan dibangun di Indonesia, dimana sumber listrik yang digunakan tadinya berasal dari fosil. Parameter yang diamati adalah Cost of Energy (COE) dan emisi karbon. Pengoptimalan melibatkan tiga skenario yang melibatkan konfigurasi dasar dan hibrid. Skenario dasarnya adalah konfigurasi awal suplai listrik di kilang dengan sumber listrik dari generator dan PLN. Skenario 1 merupakan skenario pembangkit listrik hibrid yang memanfaatkan atap bangunan di area kilang minyak. Skenario 2 adalah pembangkit listrik hibrid dengan baterai untuk memasok listrik pada malam hari, dengan bauran dari EBT adalah 20% dan 40%. Hasil menunjukkan bahwa dibandingkan dengan skenario dasar, skenario 1 meningkatkan COE sebesar 0,17% dan mengurangi emisi karbon sebesar 0,3%. Skenario 2 dengan bauran EBT sebesar 20% dan 40% diperoleh COE sebesar 4,7% dan 44,3%, sedangkan pengurangan emisi terjadi masing-masing sebesar 38% dan 52,7% dibandingkan skenario dasar. Skenario sistem tenaga hibrid dengan bauran EBT 20% merupakan hasil yang paling optimal dibandingkan dengan skenario lainnya. read more

Muhammad Reza: Analisis Transisi Energi dan Strategi Perubahan Iklim Pada Sektor Ketenagalistrikan: Studi Kasus Sistem Jawa-Bali

Tesis Mahasiswa Wednesday, 25 October 2023

Analisis Transisi Energi dan Strategi Perubahan Iklim Pada Sektor Ketenagalistrikan: Studi Kasus Sistem Jawa-Bali

Muhammad Reza

Pola penggunaan energi mengalami perubahan seiring dengan transformasi masyarakat. Perubahan ini didorong oleh prinsip-prinsip keberlanjutan yang memicu pergeseran ke arah pemanfaatan energi bersih dan teknologi rendah karbon. Situasi ini sangat relevan bagi negara berkembang, seperti Indonesia. Indonesia berhadapan dengan trilemma energi, yaitu isu keamanan, ekuitas, dan keberlanjutan lingkungan di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat, jumlah populasi yang besar, dan isu perubahan iklim. read more

Muhammad Veven: Kajian Optimasi Potensi Energi Terbarukan Dalam Rangka Transisi Energi Periode 2023 – 2033 (Studi Kasus Provinsi Bengkulu)

Tesis Mahasiswa Wednesday, 25 October 2023

Kajian Optimasi Potensi Energi Terbarukan Dalam Rangka Transisi Energi Periode 2023 – 2033 (Studi Kasus Provinsi Bengkulu)

Muhammad Veven

Provinsi Bengkulu saat ini masih menggunakan pembangkit listrik konvensional, seperti PLTU dan PLTD dengan kapasitas 200 MW dan 58,1 MW. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan pasokan energi listrik dan memberikan rekomendasi skenario terbaik untuk mengurangi penggunaan energi fosil dalam rangka transisi energi di Provinsi Bengkulu. Terdapat empat skenario yang digunakan dalam simulasi proyeksi, yaitu Business as Usual (BaU) sebagai skenario pembanding, skenario pengurangan energi fosil sebesar 30%, 50%, dan 70% dengan menggunakan perangkat lunak LEAP. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah pelanggan listrik meningkat dari 610.200 menjadi 666.692 pelanggan di semua sektor. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan energi listrik dari 1,404 GWh menjadi 2,074 GWh. Simulasi terbaik diperoleh pada skenario dengan pengurangan energi fosil 70% dengan pengurangan energi fosil sebesar 8,6% pada PLTU dan 1,4% pada PLTD serta peningkatan pembangkit energi terbarukan seperti air sebesar 50,9%, angin sebesar 13,8%, panas bumi sebesar 13,8%, mikrohidro sebesar 6%, biomassa sebesar 2,1%, biogas sebesar 2,1%, dan surya sebesar 2,1%. read more

1…678910…22

Berita

  • Lutfiari Erlianto Optimalkan Desain PLTS IKN Melalui Simulasi PVSyst untuk Meningkatkan Kinerja Pembangkit
  • Boy Parulian Hutapea Kembangkan Produksi Reject Coal Biochar untuk Mendukung Reklamasi Lahan Pascatambang
  • Wiwit Agung Cahyo Nugroho Publikasikan Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Life Cycle Assessment
  • Rekrutmen Terbuka Calon Dosen Tidak Tetap Institut Teknologi Bandung Tahun 2026 (Deadline 4 Agustus 2026)
  • La Ode Masri Ande Kolewora Kembangkan Decision Support System Berbasis Bayesian Network untuk Optimalkan Energi Terbarukan Berbasis Komunitas
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Magister Teknik Sistem [MeTSi]
Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara No. 3 Barek, Yogyakarta 55281

Telp. : (0274) 550404, 6491852
Fax. : (0274) 550405

MeTSi Official Whatsapp: +62 821-6453-8871 (WA)
Kontak Admisi : +62 811-2550-405 (Call HP/WA)
Email : metsi.ft@ugm.ac.id

© 2017 MeTSi FT-UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY