Danang Ariyanto Kaji Kesiapan Penerapan Green Port di Kawasan Industri Terpadu Batang

Dekarbonisasi sektor maritim menjadi salah satu agenda penting dalam transisi energi global. International Maritime Organization (IMO) mendorong berbagai negara untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor pelayaran dan aktivitas kepelabuhanan melalui peningkatan efisiensi energi, penggunaan energi bersih, serta pengembangan infrastruktur pelabuhan yang berkelanjutan. Dalam perkembangan tersebut, konsep green port semakin mendapat perhatian karena dipandang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, pelabuhan tidak lagi dipandang semata sebagai simpul logistik, tetapi juga sebagai pusat aktivitas industri yang memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi energi dan emisi karbon. Aktivitas bongkar muat, operasional peralatan pelabuhan, lalu lintas kapal, dan kegiatan industri di sekitar kawasan pelabuhan berkontribusi terhadap penggunaan energi yang tinggi dan peningkatan tekanan lingkungan. Kondisi ini mendorong berbagai pelabuhan di dunia untuk menerapkan konsep green port sebagai bagian dari strategi pembangunan industri yang berkelanjutan. read more