Sektor industri Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam beberapa tahun terakhir. Di satu sisi, kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring ekspansi produksi. Di sisi lain, tekanan global terhadap dekarbonisasi dan potensi penerapan pajak karbon menuntut industri untuk bertransformasi menuju sumber energi yang lebih bersih. Ketergantungan pada listrik berbasis fosil bukan hanya berimplikasi pada emisi karbon, tetapi juga berisiko terhadap kenaikan biaya energi dalam jangka panjang.
Menjawab tantangan tersebut, Bagas Wahyu Dewangga, mahasiswa MeTSi dari konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru dan Terbarukan melakukan analisis komprehensif terhadap implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) di kawasan industri PT. X, Gresik, Jawa Timur.