Variabilitas iklim Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar dalam pengelolaan sumber daya air. Fenomena hujan tinggi yang kerap berujung banjir, apabila tidak dikelola dengan baik, justru berpotensi menjadi bencana. Berangkat dari persoalan tersebut, Chandra Fadlilah, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada angkatan 2024 genap, menghadirkan riset inovatif bertajuk “Kajian Rancangan Sistem Pemanen Air Hujan Atap dan Embung untuk Produksi Energi dan Air.”
SDG 15 (Ekosistem Daratan)
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara resmi mengumumkan daftar penerima Grant Riset Sawit (GRS) 2025 melalui Pengumuman Nomor PENG-3/BPDP.4/2025 pada 9 November 2025. Dalam pengumuman tersebut, empat tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dinyatakan lolos tahap seleksi presentasi. Salah satunya merupakan tim yang diketuai oleh dosen bidang Energi Baru dan Terbarukan Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Dr. Hanifrahmawan Sudibyo.
Tim ini mengusulkan penelitian berjudul “Optimasi Produksi dan Aplikasi Biochar Berbasis Biomassa Kelapa Sawit: Strategi Meraih Carbon dan Nutrient Credit untuk Industri Sawit Berkelanjutan”. Riset tersebut dirancang sebagai pendekatan ilmiah sekaligus strategis untuk mengangkat biomassa limbah sawit menjadi instrumen mitigasi perubahan iklim dan peningkatan keberlanjutan sektor perkebunan.