Variabilitas iklim Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar dalam pengelolaan sumber daya air. Fenomena hujan tinggi yang kerap berujung banjir, apabila tidak dikelola dengan baik, justru berpotensi menjadi bencana. Berangkat dari persoalan tersebut, Chandra Fadlilah, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada angkatan 2024 genap, menghadirkan riset inovatif bertajuk “Kajian Rancangan Sistem Pemanen Air Hujan Atap dan Embung untuk Produksi Energi dan Air.”
Arsip:
SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
Mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada angkatan 2024 genap, Wiwit Agung Cahyo Nugroho, melakukan penelitian tesis yang mengkaji strategi revitalisasi pengelolaan sampah perkotaan berbasis Life Cycle Assessment (LCA) dengan studi kasus Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngembak, Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya timbulan sampah perkotaan di Kabupaten Grobogan yang mencapai sekitar 315.817 ton per tahun, dengan rata-rata 65 ton per hari masuk ke TPA Ngembak. Saat ini, kapasitas TPA tersebut telah terpakai sekitar 70%, sementara berbagai fasilitas pengolahan seperti komposting, pyrolysis, dan budidaya magot belum dimanfaatkan secara optimal.