Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, kembali menunjukkan kontribusi akademik di bidang transisi energi melalui riset mahasiswa angkatan 2024 gasal. Salah satunya penelitian menonjol dilakukan oleh Muhammad Taufiq dari konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru Terbarukan, yang mengkaji optimalisasi sistem Solar Photovoltaic (PV) pada anjungan lepas pantai (offshore platform) di wilayah Timur Tengah.
Riset ini berangkat dari persoalan nyata bahwa meskipun kawasan Timur Tengah memiliki potensi surya sangat tinggi (sekitar 5–6 kWh/m²/hari), sebagian besar anjungan lepas pantai masih bergantung pada generator diesel untuk menyediaan energinya. Ketergantungan tersebut memicu konsumsi bahan bakar fosil yang besar, emisi karbon tinggi, serta risiko logistik dan geopolitik. Pada penelitian ini, klaim bahwa “offshore terlalu ekstrem untuk PV”, coba diuji secara sistematis oleh Taufiq.
