Reklamasi lahan pascatambang menjadi salah satu tantangan penting dalam mewujudkan praktik pertambangan yang berkelanjutan. Keberhasilan reklamasi tidak hanya bergantung pada penataan lahan, tetapi juga pada ketersediaan media pembenah tanah yang mampu memperbaiki kualitas tanah bekas tambang secara efektif. Di sisi lain, pemanfaatan limbah industri sebagai sumber daya bernilai tambah menjadi peluang untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan.
Isu tersebut menjadi fokus hasil penelitian tesis Boy Parulian Hutapea, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dari konsentrasi Teknik Sistem Industri. Penelitian berjudul “Analisis Tekno Ekonomi Produksi Reject Coal Biochar sebagai Media Pembenah Tanah untuk Reklamasi Pertambangan” mengembangkan rancangan sistem produksi reject coal biochar sebagai alternatif media pembenah tanah yang mendukung kebutuhan reklamasi lahan tambang secara berkelanjutan.