Perencanaan Distribusi Pupuk NPK Phonska Dengan Mempertimbangkan Ketidaksesuaian Suplai Dan Kebutuhan Di Jawa Tengah Menggunakan Multi Criteria Decision Making
Mahasisa Peneliti:
Fajar Primazona Amdarso
Dosen Pembinbing:
Ir. Wangi Pandan Sari, S.T., M.Sc., Ph.D.
Dr. Ir. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng.
Sektor pertanian merupakan pilar utama dalam perekonomian Indonesia dengan menyerap tenaga kerja terbesar secara nasional. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah menyediakan pupuk bersubsidi, termasuk pupuk NPK Phonska. Namun, distribusi pupuk bersubsidi kerap menghadapi kendala ketidaksesuaian antara suplai dan kebutuhan, serta perubahan regulasi yang memengaruhi mekanisme perencanaan.
Penelitian ini mengusulkan suatu kerangka terintegrasi dalam perencanaan distribusi pupuk NPK Phonska bersubsidi di Provinsi Jawa Tengah dengan menggabungkan metode peramalan deret waktu dan analisis pengambilan keputusan multikriteria. Kebutuhan diramalkan menggunakan model Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) berdasarkan data penjualan tahun 2019 hingga 2023 pada 29 wilayah penjualan. Pendekatan hybrid Multi-Criteria Decision Making (MCDM) digunakan untuk mengklasifikasikan wilayah menjadi prioritas dan non- prioritas, yang kemudian menjadi dasar dalam perencanaan distribusi.
Model SARIMA menunjukkan tingkat akurasi prediksi yang “dapat diterima” atau lebih baik pada 93% wilayah. Hasil analisis MCDM mengidentifikasi tujuh wilayah prioritas, yaitu A4, A5, A7, A9, A17, A22, dan A24. Wilayah-wilayah tersebut menerima alokasi distribusi berdasarkan hasil peramalan kebutuhan, sementara wilayah non- prioritas dialokasikan menggunakan pendekatan penjatahan persediaan. Model yang diusulkan mendukung perencanaan distribusi yang berbasis data dan adaptif terhadap perubahan kebijakan, serta memberikan kontribusi sebagai sistem pendukung keputusan dalam mengatasi ketidakseimbangan suplai pupuk bersubsidi.
Kata kunci : Distribusi Pupuk Bersubsidi, Manajemen Rantai Pasok, Penjatahan Persediaan, Peramalan Permintaan Musiman (SARIMA), Multi Criteria Decision Making (BWM-WPM).