Prestasi mahasiswa Indonesia kembali mendapat pengakuan pada forum akademik internasional. Tim mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara 1 Poster Competition pada 16th Annual International Conference on Industrial Engineering and Operations Management (IEOM) 2026 yang diselenggarakan di Ankara, Türkiye, pada 23-25 Juni 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui poster ilmiah yang mengangkat proyeksi sistem ketenagalistrikan dan emisi karbon Indonesia menuju tahun 2060 sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional.
Kemandirian teknologi menjadi salah satu agenda strategis Indonesia dalam memperkuat daya saing industri nasional di tengah meningkatnya kompetisi global. Pada sektor industri proses, salah satu tantangan utama adalah tingginya ketergantungan terhadap impor katalis yang masih mendominasi kebutuhan dalam negeri. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada besarnya devisa yang keluar setiap tahun, tetapi juga menunjukkan pentingnya penguatan ekosistem inovasi nasional yang mampu menghubungkan pemerintah, industri, dan perguruan tinggi dalam menghasilkan teknologi strategis secara mandiri.
Komitmen membangun budaya akademik yang sehat dan kolaboratif kembali ditunjukkan oleh sivitas Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melalui partisipasi dalam Bulaksumur Run 2026. Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (5/7) di kawasan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 Teknik Kimia FT UGM sekaligus menjadi ajang yang mempertemukan sivitas akademika, alumni, komunitas lari, dan masyarakat dalam semangat hidup sehat, kebersamaan, dan kolaborasi.
Akses energi bersih masih menjadi tantangan di banyak wilayah, terutama pada kawasan yang memiliki potensi sumber daya energi terbarukan tetapi belum didukung sistem perencanaan dan pendanaan yang memadai. Di berbagai negara, transformasi energi mulai mengarah pada pendekatan yang lebih partisipatif dengan memanfaatkan teknologi digital, analisis spasial, dan keterlibatan masyarakat untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. Pendekatan ini membuka peluang bagi komunitas lokal untuk berperan sebagai penggerak sekaligus penerima manfaat dalam pembangunan infrastruktur energi.
Bagaimana rasanya meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Teknik UGM sambil menjalani peran sebagai mahasiswa, peneliti, sekaligus ibu rumah tangga? Dalam episode Podcast MeTSi kali ini, kami mengulas perjalanan inspiratif di balik pencapaian tersebut. Mulai dari alasan memilih Magister Teknik Sistem, strategi membagi waktu antara kuliah dan keluarga, tantangan selama menyelesaikan tesis, hingga pesan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, calon mahasiswa, dan para pembelajar untuk terus berproses, bertumbuh, dan berprestasi. Bagian mana yang paling menginspirasi menurut Anda? Tulis pendapat Anda di kolom komentar. Jangan lupa Like, Comment, dan Subscribe untuk konten akademik dan inspiratif lainnya dari MeTSi FT UGM.
Terlampir informasi terkait pendaftaran ulang (heregistrasi) mahasiswa program sarjana terapan, sarjana, profesi, dan pascasarjana semester gasal tahun akademik 2026/2027. Adapun rentang waktu pembayaran heregistrasi adalah 1 – 31 Juli 2026. Informasi lebih lanjut dapat dibaca pada dokumen di bawah ini.
Kompetisi ilmu pengetahuan global semakin ditandai oleh meningkatnya peran peneliti dalam menghasilkan inovasi, memperluas kolaborasi internasional, dan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai tantangan dunia, mulai dari transisi energi, transformasi industri, hingga pembangunan berkelanjutan. Dalam lanskap akademik yang semakin kompetitif tersebut, pengakuan internasional terhadap seorang ilmuwan menjadi indikator penting atas dampak dan konsistensi kontribusi ilmiah yang dihasilkan sepanjang karier akademiknya. Di tengah dinamika tersebut, dosen Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU, ASEAN Eng., berhasil meraih pengakuan sebagai bagian dari World’s Top 5% Scientists berdasarkan pemeringkatan SciRank Global Registry 2025. Pada pemeringkatan tersebut, Prof. Arief Budiman menempati peringkat global ke-898.368, sebuah capaian yang menempatkan beliau di antara kelompok ilmuwan dengan kontribusi akademik paling berpengaruh di tingkat dunia.
Sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, tetapi pada saat yang sama juga merupakan salah satu penyumbang terbesar limbah padat dan emisi gas rumah kaca. United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat bahwa aktivitas konstruksi dan pembongkaran bangunan menghasilkan miliaran ton limbah setiap tahunnya dan mengonsumsi sumber daya alam dalam jumlah besar. Kondisi tersebut mendorong banyak negara untuk mengembangkan sistem konstruksi yang lebih sirkular melalui pengurangan limbah, peningkatan pemulihan material, dan penerapan kebijakan yang mendukung efisiensi sumber daya.
Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Seminar Proposal Tesis sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan penelitian yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di sektor industri. Salah satu proposal yang dipresentasikan adalah penelitian karya Tenny Ruth Simamora berjudul “Analisis Queueing System dan Alokasi Fleet Hauling Ore Nikel Guna Meminimalkan Waktu Tunggu Truck di Stockpile (Studi Kasus: Indonesian Growth Project Pomalaa)”.
Keselamatan kerja dan efisiensi energi menjadi dua tantangan utama dalam operasi tambang bawah tanah di berbagai negara. Seiring meningkatnya aktivitas pertambangan bawah tanah untuk memenuhi kebutuhan mineral dan logam strategis, pengelolaan kualitas udara di area tambang menjadi aspek yang semakin krusial. Organisasi internasional di bidang pertambangan dan keselamatan kerja menempatkan ventilasi tambang sebagai salah satu sistem paling penting karena berperan langsung dalam melindungi pekerja dari paparan gas beracun, debu, dan partikulat yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam operasi underground hard-rock mine, kegiatan peledakan (blasting) menghasilkan berbagai kontaminan udara, seperti nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), debu, dan partikulat yang dapat bertahan dalam ruang kerja dalam periode tertentu. Kondisi tersebut mengharuskan sistem ventilasi bekerja secara efektif untuk membersihkan area tambang sebelum aktivitas produksi dapat dilanjutkan. Namun, pengoperasian sistem ventilasi juga memerlukan konsumsi energi yang besar dan menjadi salah satu komponen biaya operasional tertinggi dalam kegiatan pertambangan bawah tanah.