Analisis Tekno-Ekonomi Serta Pengurangan Emisi CO2 Pembangunan Sistem PLTS – BESS Di Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud
Mahasiswa Peneliti:
Hari Setiawan
Dosen Pembimbing:
Ir. Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah, S.T., M.T., D.Eng. IPM
Ir. Roni Irnawan, S.T., M.Sc., Ph.D., SMIEEE
Target “Net Zero Emission” tahun 2060 telah menjadi isu prioritas nasional yang mendorong PLN dan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan bauran energi terbarukan, sesuai Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014, yang menargetkan 23% energi terbarukan pada 2025 dan 31% pada 2050. Sebagai daerah kepulauan terpencil yang masih sangat bergantung pada PLTD, Kabupaten Kepulauan Talaud—khususnya Pulau Karakelang— menghadapi tantangan dalam penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan. Dengan kebutuhan daya 4,8 MW dan lebih dari 10.000 pelanggan, serta potensi surya yang tinggi mencapai 4.113 kWh/kWp, Pulau Karakelang memiliki prospek kuat untuk pengembangan PLTS. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis tekno-ekonomi dan dampak lingkungan dari sistem PLTS-BESS di Pulau Karakelang sebagai solusi transisi energi menuju emisi nol bersih.
Penelitian ini memodelkan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (BESS) dan dikombinasikan dengan PLTD existing untuk memenuhi kebutuhan energi di Pulau Karakelang. Pemodelan sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro dengan dua skenario: skenario pertama merepresentasikan kondisi eksisting yang sepenuhnya bergantung pada PLTD, sedangkan skenario kedua menggabungkan PLTS-BESS dalam sistem kelistrikan. Evaluasi dilakukan melalui analisis teknis dan ekonomi dengan indikator Net Present Cost (NPC), Levelized Cost of Energy (LCOE), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), serta payback period. Selain itu, analisis lingkungan mencakup estimasi pengurangan emisi CO₂ dan manfaat tambahan berupa penghematan dari pengurangan potensi beban pajak karbon.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dari aspek teknis, penerapan skenario kedua—yakni integrasi sistem PLTS-BESS di Pulau Karakelang mampu memenuhi kebutuhan listrik dengan kapasitas daya total sebesar 11.330 kW dan jumlah baterai sebanyak 55 unit, serta memberikan kontribusi terhadap bauran energi terbarukan sebesar 39%. Dari sisi ekonomi, proyek ini dinilai layak dengan nilai NPV dan IRR yang positif, serta penurunan Levelized Cost of Energy (LCOE). Selain itu, implementasi sistem PLTS-BESS juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi CO₂ secara signifikan dan potensi penghematan beban pajak karbon (carbon tax), sehingga memperkuat argumen keberlanjutan dan efisiensi sistem energi ini.
Kata Kunci : PLTS-BESS, Tekno-Ekonomi, Net Zero Emission, Emisi, Homer Pro.