Evaluasi Pemilihan Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dengan Metode Fuzzy AHP-TOPSIS: Studi Kasus PLTM Seram (Kuota) Tersebar
Mahasiswa Peneliti:
Radiksa Ivan Sitranata
Dosen Pembimbing:
Ir. Wangi Pandan Sari, S.T., M.Sc., Ph.D
Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) menjadi solusi strategis dalam transisi energi Indonesia, khususnya untuk daerah terpencil yang belum terjangkau listrik, namun memiliki tantangan utama yang terletak pada pemilihan lokasi optimal yang melibatkan berbagai kriteria teknis, lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan membandingkan metode SAW dengan kombinasi Fuzzy AHP (FAHP) dan TOPSIS. Metode FAHP-TOPSIS dipilih karena mampu menangani ketidakpastian dan menghasilkan peringkat alternatif berdasarkan kedekatan terhadap solusi ideal. Hasil analisis menunjukkan bahwa lokasi dengan karakteristik hidrologi dan ekonomi yang unggul memperoleh peringkat tertinggi, dengan hasil yang konsisten antara metode FAHP-TOPSIS dan SAW. Selain itu, analisis sensitivitas menunjukkan bahwa FAHP-TOPSIS lebih stabil terhadap perubahan bobot kriteria dibandingkan SAW. Kesimpulannya, metode FAHP-TOPSIS efektif untuk mendukung pemilihan lokasi PLTM secara komprehensif dan adaptif, serta relevan dalam mendukung target energi terbarukan nasional.
Kata kunci: PLTM, Pemilihan Lokasi, Fuzzy AHP, TOPSIS, SAW, Pulau Seram, Energi Terbarukan