Analisis Risiko Pemakaian Gas Sulfur Heksafluorida (SF6) di Gardu Induk Terhadap Peningkatan Emisi Gas Rumah Kaca
Mahasiswa Peneliti:
Fauzi Ahmad Dimyati
Dosen Pembimbing:
Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D., IPM, ASEAN Eng. APEC Eng.
Dr. Ing. Ir. Teguh Ariyanto, S.T., M.Eng., IPM.
Gas Sulfur Heksafluorida (SF₆) merupakan media isolasi dan pemadam busur listrik yang banyak digunakan pada peralatan tegangan tinggi di Gardu Induk, khususnya tipe Gas Insulated Switchgear (GIS) dan Air Insulated Switchgear (AIS) 500 kV. Meskipun unggul dari sisi teknis, SF₆ termasuk gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global (GWP) sangat tinggi, yakni 24.300 kali dibandingkan CO₂, serta masa hidup di atmosfer yang sangat panjang, lebih dari 3.000 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko emisi gas rumah kaca akibat pemakaian SF₆ di Gardu Induk dengan pendekatan kuantitatif berbasis simulasi Monte Carlo. Lokasi studi dilakukan di 18 Gardu Induk milik PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Tengah, yang terdiri dari 14 AIS dan 4 GIS. Data diperoleh dari histori pengisian ulang (top-up) dan penggantian gas SF₆ selama masa operasional. Risiko dianalisis berdasarkan probabilitas kebocoran dan besarnya dampak emisi setara CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi SF₆ meskipun volumenya relatif kecil, berdampak signifikan terhadap total emisi gas rumah kaca akibat nilai GWP yang tinggi. Simulasi Monte Carlo memberikan gambaran probabilistik atas berbagai skenario kebocoran, serta memungkinkan penyusunan peta risiko yang menggambarkan tingkat kemungkinan dan dampak secara komprehensif. Dari hasil simulasi diperoleh best case scenario terdapat 300 kali risiko kebcocoran SF6 dan worst case scenario terdapat 360 kali potensi risiko kebcocoran SF6 serta best case scenario masih ada dampak emisi CO2ek sebesar 155.133,66 ton dan worst case scenario sebesar 199.101,08 ton dampak emisi CO2ek sampai dengan tahun 2028. Analisis sensitivitas juga mengidentifikasi variabel-variabel paling berpengaruh terhadap peningkatan emisi yaitu frekuensi dan massa pengisian gas SF₆ pada peralatan di AIS/GIS. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap upaya pengelolaan risiko lingkungan di sektor ketenagalistrikan, khususnya dalam mendukung target Rencana Jangka Panjang (RJP) PLN 2028, Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emission 2060. Rekomendasi meliputi peningkatan sistem pemantauan kebocoran, optimalisasi pengelolaan gas SF₆, serta eksplorasi alternatif gas isolasi yang lebih ramah lingkungan.
Kata kunci: Utilisasi SF₆, Emisi, Gas Rumah Kaca, Simulasi Monte Carlo, Analisis Risiko.