Prediksi Penyimpanan dan Penyerapan Karbon Tahun 2030 pada Daerah Sempadan Waduk Serbaguna Gajah Mungkur untuk Solusi Iklim Alami
Mahasiswa Peneliti:
Bayu Pramadya Kurniawan Sakti
Dosen Pembimbing:
Ir. Muhammad Mufti Azis, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.
Dr. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng.
Bendungan Serbaguna Wonogiri di Jawa Tengah yang diresmikan pada 17 November 1981, diharapkan selain dapat berperan dalam menekan laju sedimentasi dapat pula berkontribusi terhadap solusi perubahan iklim. Kajian penetapan garis sempadan Waduk Serbaguna Wonogiri atau juga dikenal dengan Waduk Serbaguna Gajah Mungkur, telah dilakukan pada 2023. Dari kajian tersebut diperoleh daerah sempadan seluas 3.557,63 Ha dari area pemetaan kawasan waduk 11.842,57 Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan prediksi land cover atau tutupan lahan (tuplah) daerah sempadan waduk pada tahun 2030 sebagai tempat penyimpanan karbon (carbon storage) dan penyerapannya (carbon sequestration) sehingga upaya ini dapat diterjemahkan menjadi upaya penerapan solusi berbasis alam atau solusi iklim alami berorientasi lahan.
Penelitian ini diawali dengan pengolahan data citra kawasan waduk dari satelit Sentinel-2 tahun 2020 dan 2025 yang selanjutnya diklasifikasikan ke dalam 8 (delapan) kelas menggunakan QGIS fungsi Semi-Automatic Classification Plugin (SCP) algoritma Random Forest. Hasil klasifikasi keduanya digunakan sebagai basis untuk memprediksi tuplah tahun 2030 menggunakan GeoSOS-FLUS. Lalu, model prediksi tahun 2030 dibandingkan dengan 2025 dimana hasil prediksi menunjukkan bahwa luas kelas “Hutan Tanaman” dapat meningkat menjadi 133%, “Tegal” 207%, namun ruang terbuka lahan “Sawah” berkurang menjadi 48%, lahan “Permukiman” 56%, lahan “Pesisir” yang diasumsikan savana dan rerumputan 57%, dan “Semak” menjadi 92%. Sementara itu, area “Badan Air” dan “Prasarana Air” relatif konstan.
Berikutnya, perhitungan Cstorage dan Csequestration dihitung dengan menggunakan software InVEST berdasarkan data luasan kelas tuplah tahun 2025, 2030 dan nilai carbon stock kategori non-Forest. Hasilnya, Cstorage dapat meningkat 131%, dari 495.783,41 ≈ 500.000 metrik ton C pada 2025 menjadi 647.059,89 ≈ 650.000 pada tahun 2030. Selisih nilai tersebut juga menunjukkan nilai Csequestration yang meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daerah sempadan Waduk Serbaguna Gajah Mungkur dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan solusi iklim alami yang hendaknya juga dibarengi dengan upaya peningkatan penerimaan sosial pada masyarakat sekitar dan menjadi pedoman bagi operator waduk dalam mengelola lahan di daerah sempadan waduk. Program penghijauan yang dapat dilakukan antara lain melalui pemanfaatan garis sempadan sepanjang 165 km yang dapat diarahkan menjadi batas nyata kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pepohonan untuk sumber energi terbarukan dan ketahanan pangan, seperti Aren untuk bioethanol dan pohon serbaguna (MPTS).
Kata kunci: sempadan waduk, solusi iklim alami, penyimpanan karbon, penyerapan karbon, perubahan iklim