Di berbagai negara, keandalan sistem transmisi listrik menjadi perhatian utama seiring meningkatnya kompleksitas jaringan energi. Integrasi energi baru terbarukan yang bersifat fluktuatif, serta penuaan infrastruktur kelistrikan, mendorong perlunya pendekatan baru dalam pengelolaan aset berbasis data. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi analitik dan sistem berbasis data (data-driven system) menjadi semakin penting untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan sistem tenaga listrik. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) kelas eksekutif, Dewi Setyaharini, coba paparkan gagasannya dalam seminar proposal tesis pada tanggal 7 April 2026 yang berjudul “Pengembangan Model Data-Driven Health Index untuk Peningkatan Reliability Aset Transmisi SUTT 150 kV (Studi Kasus: UPT Bogor – UIT JBT).”
Transisi menuju energi bersih telah menjadi agenda global yang semakin menguat, didorong oleh urgensi penanganan perubahan iklim serta kebutuhan akan ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik dan volatilitas harga energi fosil. Berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa energi terbarukan akan mendominasi pertumbuhan sektor kelistrikan global dalam dekade ini, dengan energi surya diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung sistem energi masa depan. Perkembangan ini menandai pergeseran struktural dari ketergantungan pada energi fosil menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, terdesentralisasi, dan berbasis teknologi bersih.
Transisi menuju sistem energi berkelanjutan telah menjadi agenda global yang semakin mendesak, seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap perubahan iklim dan kebutuhan akan ketahanan energi. Dalam konteks tersebut, berbagai negara, termasuk Indonesia, dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya mengembangkan teknologi energi terbarukan, tetapi juga memastikan keterpaduan antara aspek perencanaan, pengambilan keputusan, dan pembiayaan. Oleh karena itu, pengembangan sistem digital yang mampu mengintegrasikan berbagai dimensi tersebut menjadi semakin penting dalam mendukung implementasi energi terbarukan secara efektif dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Andita Dewi Rinaldi, memaparkan proposal tesis dan akan mengembangkan penelitian dengan judul “Integrasi Sistem Rekomendasi PLTMH dan Crowdfunding dalam Website Energi Terbarukan Berbasis Komunitas.”
Dosen Program Studi Magister Teknik Sistem FT UGM, Prof. Dr.Eng., Ir. Arief Budiman, M.S., IPU., ASEAN Eng., menjadi narasumber dalam kegiatan Ngopi Bintek (Ngobrol Pagi Bincang Teknologi) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Kegiatan ini mengangkat tema “Teknologi Pengolahan Sampah Termal Ramah Lingkungan dengan Teknologi Pirolisis dan Gasifikasi” dan dilaksanakan secara daring pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, Prof. Arief Budiman memaparkan konsep dan implementasi teknologi pengolahan sampah berbasis proses termal, khususnya melalui pendekatan pirolisis dan gasifikasi sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan limbah padat yang berkelanjutan. Teknologi ini dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah seperti bahan bakar alternatif dan energi, sehingga berpotensi menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di perkotaan.
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Mahasiswa angkatan 2024 Gasal, Arham, La Ode Masri Ande Kolewora, Muhammad Taufiq, Saiful. M, dan Virtuous Ikmal Wicaksono berhasil meraih First Place (Juara Pertama) dalam ajang Graduate Student Paper Competition pada 7th Asia Pacific IEOM Conference 2026 yang diselenggarakan secara virtual mulai tanggal 25-27 Maret 2026 oleh IEOM Society International di Bangkok, Thailand.
Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset inovatif di bidang energi berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui rencana penelitian yang akan dipresentasikan dalam Seminar Proposal Tesis mahasiswa MeTSi, yaitu Arham, mahasiswa MeTSi angkatan 2024 Gasal dengan konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru Terbarukan (EBT).
Dalam penelitian tesisnya, Arham mengangkat topik: Analisis Tekno-Ekonomi Integrasi Thermal Energy Storage berbasis Phase Change Material pada Sistem Pemanas Air menggunakan Waste Heat Recovery Brine Geothermal: Studi Kasus di Lapangan Panas Bumi Dieng. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan panas buangan (waste heat) dari sistem panas bumi berupa brine geothermal untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi pemanas air melalui integrasi Thermal Energy Storage (TES) berbasis Phase Change Material (PCM). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi sekaligus mengurangi kehilangan energi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Di tengah percepatan transisi energi global, tenaga surya semakin dipandang sebagai salah satu tulang punggung sistem energi masa depan. Indonesia sendiri menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber utama dalam portofolio energi terbarukan nasional. Namun di balik optimisme terhadap pertumbuhan energi surya, muncul pertanyaan yang semakin mendapat perhatian para peneliti dan pembuat kebijakan: bagaimana mengelola limbah panel surya dalam skala besar ketika teknologi ini telah mencapai akhir masa pakainya?
Perkembangan teknologi energi baru dan terbarukan semakin menjadi perhatian utama dalam riset global, terutama dalam upaya mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Kolaborasi lintas universitas dan lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mendorong inovasi di bidang ini, termasuk dalam pengembangan teknologi energi masa depan seperti komunikasi berbasis terahertz, material berkelanjutan, serta sistem energi hibrida. Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan QMUL-UGM Research Workshop yang telah berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 di SGLC Room 10B1, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif yang diinisiasi oleh HARVEST Research Group (Hydrogen and Renewable Based-Variable of Energy Storage Technologies) yang mempertemukan peneliti dari Universitas Gadjah Mada dan Queen Mary University of London.
Sektor industri Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam beberapa tahun terakhir. Di satu sisi, kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring ekspansi produksi. Di sisi lain, tekanan global terhadap dekarbonisasi dan potensi penerapan pajak karbon menuntut industri untuk bertransformasi menuju sumber energi yang lebih bersih. Ketergantungan pada listrik berbasis fosil bukan hanya berimplikasi pada emisi karbon, tetapi juga berisiko terhadap kenaikan biaya energi dalam jangka panjang.
Menjawab tantangan tersebut, Bagas Wahyu Dewangga, mahasiswa MeTSi dari konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru dan Terbarukan melakukan analisis komprehensif terhadap implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) di kawasan industri PT. X, Gresik, Jawa Timur.
Tiga mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Laode Masri Ande Kolewora, Arham, dan Saiful. M meraih medali perunggu dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14-15 Februari 2026.
Masri (sapaannya) selaku ketua tim mengungkapkan, kompetisi tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan World Association of Young Scientists (WAYS). Tahun ini, ISS diikuti kurang lebih 300 peserta dari negara Indonesia dan Malaysia.