Distilasi adalah proses pemisahan suatu campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih dan tekanan uap yang cukup signifikan. Suatu campuran komponen cair-cair yang saling larut dan keduanya merupakan komponen yang volatil, tetapi memiliki perbedaan titik didih yang cukup signifikan, dapat dipisahkan dengan cara distilasi. Umpan pada proses distilasi dapat berupa campuran biner (campuran 2 komponen) atau campuran multikomponen yang terdiri atas fase cair saja atau campuran uap dan cairan. Komponen yang paling volatil dalam campuran tersebut akan membentuk fase uap dan diperoleh sebagai produk atas pada menara distilasi, sering kali disebut dengan istilah light key component. Sementara itu, komponen yang kurang volatil pada campuran akan tetap berada di fase cair dan diperoleh sebagai produk bawah pada menara distilasi, dikenal dengan istilah heavy key component.
Buku ini sengaja penulis sajikan dengan bahasa yang komunikatif, agar pembaca dapat dengan santai menikmati sekaligus merasakan dan mempelajari konsep dan implementasi sistem. Buku ini penulis selesaikan sebagai jawaban atas keprihatinan penulis terhadap pola pikir sistem, konsep dan implementasinya yang masih sangat langka di masyarakat. Hampir disetiap permasalahan yang muncul disebabkan oleh lemahnya pemahaman berfikir kesisteman, apalagi berperilaku maupun berkarya secara sistemik.
Sebagai contoh masalah yang terkait dengan rendahnya pola pikir sistem di masyarakat adalah misalnya adanya bencana banjir, longsor dan kekeringan yang semakin intensif, permasalahan pengelolaan sampah yang tidak kunjung selesai, masalah pencemaran air sungai, danau, pantai dan air tanah yang makin meningkat, masalah kemacetan lalu lintas yang semakin parah, masalah politik dan hukum yang semakin kusut, masalah pendidikan yang belum menemukan jalan terang dan masalah-masalah lainnya. Masalah ini menurut penulis adalah masalah interdisipliner yang harus diselesaikan secara komprehensif dengan pola pikir sistem. Bangsa ini kenyataannya masih terpisah-pisah oleh sekat-sekat berfikir sektoral dan kurang apresiatif terhadap pola pikir integralistik sistemik. Kiranya buku ini dapat menyumbangkan konsep dan implementasi pola pikir sistem sebagai dasar berpijak dalam membangun bangsa ke depan.
Sempadan sungai akan menjadi permasalahan yang paling krusial dalam penataan kawasan sepanjang alur sungai. Hal ini karena penataan sempadan sungai menyinggung masalah kepemilikan lahan, ekosistem sungai, kelembagaan, bencana alam, aset vital milik privat/publik dan masalah sumberdaya air yang kompleks. Buku ini memberikan penjelasan secara akademis dan praktis interdisipliner bagaimana menentukan garis sempadan dan manfaatnya bagi ekosistem sungai maupun manfaat bagi masyarakat luas yang berkeadilan. Untuk meyakinkan masyarakat, maka diketengahkan semua peraturan-peraturan terkini maupun yang sudah diganti terkait sempadan sungai, baik peraturan terakhir maupun peraturan sebelumnya. Bagaimana menentukan tepi sungai sebagai hal yang paling sulit dalam penetapan garis sempadan sungai, dalam buku ini dijelaskan secara mendetail. Jika daerah ingin membuat Perda tentang Sempadan Sungai, maka buku ini menjelaskan langkah-langkahnya dan substansi yang harus ada pada Perda tersebut. Buku ini menjelaskan juga tentang tata urutan pembentukan Tim Penetapan Garis Sempadan Sungai (sebagaimana diamanatkan PP 38/2011), dan kerja tim tersebut sampai ketetapan sempadan diimplementasikan dan “patok” nyata garis sempadan dipasang dengan aman dan terpelihara.
Buku ini terinspirasi oleh kejadian banjir di Jakarta dan berbagai tempat di Indonesia yang berlangsung setiap tahun, dan ironisnya kekeringan mulai terjadi di berbagai tempat pada musim kemarau. Masyarakat umum mengerti bahwa penyebabnya ialah karena hujan. Namun, kita menyadari bahwa sebenarnya bukanlah hujan sebagai penyebab utama dari banjir, melainkan bagaimana kita mengelola air hujan yang turun di Daerah Aliran Sungai (DAS) selanjutnya mengalir ke hilir. Memang sebagian besar masyarakat kita tidak mengelola air hujan tersebut. Justru hampir di semua tempat dilakukan perbaikan drainase yang intinya secepat-cepatnya “mengatuskan” air genangan akibat hujan. Air hujan dibuatkan “jalur cepat” drainase konvensional mengalir ke hilir. Semakin baik drainase konvensional di suatu tempat, semakin besarlah kemungkinan banjir yang akan terjadi di bagian hilirnya, dan semakin besar kemungkinan terjadinya kekeringan di bagian hulunya saat musim kemarau.
Buku rekayasa fishway (tangga ikan) ini merupakan buku ilmu rekayasa interdisipliner antara bidang teknik sipil, lingkungan, biologi-ekologi, geografi dan perikanan. Para akademisi, praktis dan mahasiswa dari jurusan tersebut sangat membutuhkan buku ini. Buku ini dapat memberikan landasan berfikir dan landasan implementasi dalam menangani permasalahan berkurangnya populasi ikan di sungai dan wilayah perairan lainnya. Buku ini memberikan contoh konkrit bagaimana membuat tangga ikan.
Tangga ikan dimaksudkan sebagai elemen penting yang harus disediakan pada bangunan-bangunan melintang sungai misalnya bending, ground sill, bendungan, terjunan, dll. Yang berfungsi memberikan fasilitas jalan/tangga kepada ikan dan habitat aquatic lainyya untuk dapat melewati rintangan tersebut. Tangga ikan dapat didesain secara sederhana dengan parit kecil bangunan tangga, atau secara modern dengan bangunan lift naik turun.
Reformasi di bidang Sumber Daya Air sangat diperlukan mengingat adanya perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya air seiring dengan perubahan iklim, hidrometeorolgi dan perilaku masyarakat. Marilah kita lihat satu per satu reformasi yang diperlukan agar kita tidak melakukan kesalahan dalam pengelolaan sumber daya air kedepan.
Penulis: Agus Maryono
Link sumber: https://ugmpress.ugm.ac.id/id/product/lingkungan/reformasi-pengelolaan-sumberdaya-air
Buku ini mencoba mengupas perkembangan sungai dengan mengambil sontoh sejarah perkembangan sungai di Indonesia dan di Eropa. Perkembangan sungai decade pertama dimulai dengan pembangunan besar-besaran badan sungai dan wilayah sungai baik bangunan memanjang sungai maupun melintang sungai. Bangunan memanjang misalnya pelurusan, sudetan, pembuatan tanggul, perkerasan tebing dan pentalutan sungai. Sedang pembangunan melintang sungai misalnya bending, bendungan, sluice gate, groin, ramp (pasangan batu melintang) dan lain sebaginya.

Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar Job Fair bertempat di Auditorium Kampus II Gedung Thomas Aquinas. Acara yang diikuti setidaknya oleh 28 perusahaan ternama, termasuk Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) FT UGM ini diselenggarakan selama dua hari yakni tanggal 3-4 Mei 2019. Acara yang diselengarakan oleh Kantor Kemahasiswaan, Alumni dan Campus Ministry UAJY ini pada tiap harinya dilangsungkan mulai pukul 08.00 – 16.00 dan Job Fair ini tidak dipungut biaya.

Penyelenggaraan Job Fair Universitas Atma Jaya Yogyakarta kali ini dihadiri kurang lebih 1922 pencari kerja. Pada hari pertama, jumlah pengunjung yang datang mengunjungi stand Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) FT UGM sejumlah 30 orang dengan keminatan melanjutkan studi S2 di Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) FT UGM sejumlah 12 orang sedangkan pada hari kedua jumlah pengunjung 31 orang dan yang tertarik melanjutkan studi S2 sejumlah 13 orang.
Berikut ini informasi tentang acara Job Fair UAJY yang dilaksanakan pada tanggal 3 -4 Mei 2019
Fresh Graduate ?
Mau cari kerja?
Kesempatan emas nih buat kalian semua..
Yuk datang ke Job Fair yang diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pada :
?: Jumat-Sabtu
?: 3-4 Mei 2019
?: Auditorium Kampus 2, Gedung Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Akan ada banyak sekali perusahan-perusahan yang berpartisipasi dalam JOB FAIR kali ini loh dan tentunya akan sangat menunjang karier sobat muda semua…
Mau datang? Bingung cara daftarnya ?
Tenang gak perlu ribet..
Cukup daftarkan diri anda melalui link di bawah ini
Berikut ini pengumuman tentang Penerimaan Dosen Tetap di Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun 2019. Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka kesempatan berkarir untuk menjadi Dosen Tetap ITB Non PNS.
Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia (WNI);
- Berusia minimal 18 tahun dan maksimum 57 tahun pada tanggal 1 Juli 2019, kecuali untuk formasi
yang mensyaratkan usia secara khusus; - Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan
yang memiliki kekuatan hukum tetap; - Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri/pegawai swasta.
Tata Cara Pelamaran
Pelamar melakukan registrasi dan pendaftaran online pada lamanhttp://rekrutmen.kepegawaian.itb.ac.id