Transisi energi global mendorong berbagai negara untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaannya di tingkat lokal. Di Indonesia, pembangkit energi terbarukan berbasis komunitas telah berkembang sebagai solusi untuk meningkatkan akses energi, terutama di wilayah pedesaan. Namun, keberhasilan sistem tersebut tidak hanya ditentukan oleh kinerja teknologi, melainkan juga dipengaruhi oleh tata kelola kelembagaan, pembiayaan, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan operasionalnya.
Arsip: