Transisi energi global mendorong berbagai negara untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaannya di tingkat lokal. Di Indonesia, pembangkit energi terbarukan berbasis komunitas telah berkembang sebagai solusi untuk meningkatkan akses energi, terutama di wilayah pedesaan. Namun, keberhasilan sistem tersebut tidak hanya ditentukan oleh kinerja teknologi, melainkan juga dipengaruhi oleh tata kelola kelembagaan, pembiayaan, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan operasionalnya.
SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, tetapi pada saat yang sama juga merupakan salah satu penyumbang terbesar limbah padat dan emisi gas rumah kaca. United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat bahwa aktivitas konstruksi dan pembongkaran bangunan menghasilkan miliaran ton limbah setiap tahunnya dan mengonsumsi sumber daya alam dalam jumlah besar. Kondisi tersebut mendorong banyak negara untuk mengembangkan sistem konstruksi yang lebih sirkular melalui pengurangan limbah, peningkatan pemulihan material, dan penerapan kebijakan yang mendukung efisiensi sumber daya.
Dosen Program Studi Magister Teknik Sistem FT UGM, Prof. Dr.Eng., Ir. Arief Budiman, M.S., IPU., ASEAN Eng., menjadi narasumber dalam kegiatan Ngopi Bintek (Ngobrol Pagi Bincang Teknologi) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Kegiatan ini mengangkat tema “Teknologi Pengolahan Sampah Termal Ramah Lingkungan dengan Teknologi Pirolisis dan Gasifikasi” dan dilaksanakan secara daring pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, Prof. Arief Budiman memaparkan konsep dan implementasi teknologi pengolahan sampah berbasis proses termal, khususnya melalui pendekatan pirolisis dan gasifikasi sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan limbah padat yang berkelanjutan. Teknologi ini dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah seperti bahan bakar alternatif dan energi, sehingga berpotensi menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di perkotaan.
Tiga mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Laode Masri Ande Kolewora, Arham, dan Saiful. M meraih medali perunggu dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14-15 Februari 2026.
Masri (sapaannya) selaku ketua tim mengungkapkan, kompetisi tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan World Association of Young Scientists (WAYS). Tahun ini, ISS diikuti kurang lebih 300 peserta dari negara Indonesia dan Malaysia.
Sivitas akademika Magister Teknik Sistem (MeTSi) turut ambil bagian dalam kegiatan Engineering Fun Run 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dalam rangka Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-80 FT UGM. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan, sportivitas, dan penguatan jejaring antar sivitas akademika di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Engineering Fun Run 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, lokasi start & finish berada di kawasan Tugu Fakultas Teknik UGM, dengan dua kategori lari yang disediakan, yaitu 5K dan 8K. Acara ini terbuka secara khusus bagi sivitas akademika UGM dan dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat solidaritas lintas program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni.
Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali mencetak lulusan berkualitas pada Wisuda Program Pascasarjana UGM Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada 21 Januari 2026. Para wisudawan dan wisudawati MeTSi menorehkan capaian akademik melalui riset tesis yang berorientasi pada solusi sistemik, inovasi teknologi, serta isu strategis energi dan keberlanjutan. Selain itu, dari kelima wisudawan pada periode ini, 2 diantaranya berhasil menorehkan prestasi akademik dengan meraih predikat cumlaude (pujian). Kedua mahasiswa tersebut adalah Nurisma Zenita Dewi, S.Tr.T., M.Eng. dan Margareta Rosemary, S.Si., M.Eng.
Aktivitas riset di Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan perkembangan pesat terutama dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah. Seperti yang kita ketahui bahwa permasalahan sampah hingga hari ini masih menyimpan segudang persoalan yang sulit untuk diselesaikan. Demi menghadirkan berbagai alternatif dan solusi, mahasiswa MeTSi angkatan 2024 genap turut serta dalam menyumbangkan solusi inovatif untuk menghadirkan berbagai alternatif.
Penelitian yang dilakukan oleh Nurisma Zenita Dewi berjudul “Evaluasi Penerapan Sistem Pemilahan Sampah Menggunakan Pendekatan Social Life Cycle Assesment (S-LCA) (Studi Kasus:TPST Sendangsari)” berlokasi di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir bahaya bagi lingkungan dan kesehatan akibat sampah yang menumpuk. Namun, pengolahan sampah yang dilakukan belum optimal karena sampah yang masuk ke TPST masih dalam kondisi tercampur. Penelitian ini di bawah bimbingan Ir. Muhammad Mufti Azis, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. dan Ir. Ayodya Pradhipta Tenggara, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. yang mana keduanya memiliki kepakaran yang erat kaitannya dengan Life Cycle Assesment.
Transisi menuju sistem transportasi rendah karbon di Indonesia memerlukan inovasi teknologi sekaligus kajian keekonomian yang matang. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada (UGM) program Magister by Research (MbR), Hermawan, melakukan riset bertajuk Perencanaan dan Analisis Tekno Ekonomi Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (Studi Kasus: PT ABC di Area Jakarta).
Penelitian ini berangkat dari meningkatnya emisi karbon dioksida (CO₂) sektor transportasi darat serta komitmen nasional dan global dalam percepatan penurunan emisi gas rumah kaca. Hidrogen dinilai sebagai kandidat kuat bahan bakar masa depan karena bersifat tanpa emisi pada titik penggunaan, memiliki densitas energi tinggi, serta waktu pengisian yang cepat, sehingga relevan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan
Tim mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dinyatakan lolos seleksi International Essay Competition dalam rangka 2nd International Student Summit (ISS) 2026 yang akan diselenggarakan di Malaysia pada 14–15 Februari 2026.
Kompetisi esai internasional ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan International Student Association (INSAN) Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) serta World Association of Young Scientists (WAYS). Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu global melalui pendekatan ilmiah dan kebijakan.
Variabilitas iklim Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar dalam pengelolaan sumber daya air. Fenomena hujan tinggi yang kerap berujung banjir, apabila tidak dikelola dengan baik, justru berpotensi menjadi bencana. Berangkat dari persoalan tersebut, Chandra Fadlilah, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada angkatan 2024 genap, menghadirkan riset inovatif bertajuk “Kajian Rancangan Sistem Pemanen Air Hujan Atap dan Embung untuk Produksi Energi dan Air.”