Transformasi sistem ketenagalistrikan global mendorong perusahaan utilitas di berbagai negara untuk memperkuat keandalan infrastruktur transmisi listrik. Peningkatan kebutuhan energi, integrasi energi baru dan terbarukan, serta penuaan aset jaringan (aging infrastructure) meningkatkan risiko gangguan pada sistem transmisi. Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan aset berbasis data berkembang menjadi pendekatan strategis untuk meningkatkan akurasi pemeliharaan, memperpanjang umur infrastruktur, dan mendeteksi potensi kegagalan sistem secara lebih dini. Dalam konteks tersebut, sistem Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi listrik nasional. Infrastruktur transmisi menghadapi tantangan operasional yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, tingkat korosivitas atmosfer, karakter geografis wilayah, serta beban operasi jangka panjang. Faktor-faktor tersebut memengaruhi penurunan kondisi aset secara bertahap dan meningkatkan kebutuhan terhadap sistem pemantauan yang mampu membaca degradasi aset secara lebih presisi dan terukur.
Arsip: