Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali mencetak lulusan berkualitas pada Wisuda Program Pascasarjana UGM Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada 21 Januari 2026. Para wisudawan dan wisudawati MeTSi menorehkan capaian akademik melalui riset tesis yang berorientasi pada solusi sistemik, inovasi teknologi, serta isu strategis energi dan keberlanjutan. Selain itu, dari kelima wisudawan pada periode ini, 2 diantaranya berhasil menorehkan prestasi akademik dengan meraih predikat cumlaude (pujian). Kedua mahasiswa tersebut adalah Nurisma Zenita Dewi, S.Tr.T., M.Eng. dan Margareta Rosemary, S.Si., M.Eng.
SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau)
Transisi menuju sistem transportasi rendah karbon di Indonesia memerlukan inovasi teknologi sekaligus kajian keekonomian yang matang. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada (UGM) program Magister by Research (MbR), Hermawan, melakukan riset bertajuk Perencanaan dan Analisis Tekno Ekonomi Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (Studi Kasus: PT ABC di Area Jakarta).
Penelitian ini berangkat dari meningkatnya emisi karbon dioksida (CO₂) sektor transportasi darat serta komitmen nasional dan global dalam percepatan penurunan emisi gas rumah kaca. Hidrogen dinilai sebagai kandidat kuat bahan bakar masa depan karena bersifat tanpa emisi pada titik penggunaan, memiliki densitas energi tinggi, serta waktu pengisian yang cepat, sehingga relevan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan
Dliyaa Ul Haq Tawarkan Strategi Penguatan Rantai Pasok Gas Nasional Lewat Pendekatan System Dynamics
Mahasiswa Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada melalui skema Magister by Research (MbR), Dliyaa Ul Haq, menghadirkan pendekatan inovatif dalam memperkuat manajemen rantai pasok energi nasional. Dalam tesis berjudul “Pendekatan System Dynamics untuk Manajemen Rantai Pasok CNG dan LNG pada BUMN Energi”, penelitian ini mengkaji secara komprehensif kompleksitas distribusi gas alam di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural.
Penelitian ini menggunakan pendekatan System Dynamics untuk memetakan keterkaitan dinamis antara kesiapan infrastruktur, kebijakan regulasi, perilaku pasar, serta investasi dalam rantai pasok Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG). Hasil pemodelan menunjukkan adanya dua belas loop utama yang tersebar dalam enam subsistem strategis, yaitu Distribusi dan Logistik, Permintaan dan Konsumsi, Biaya dan Investasi, Regulasi dan Kebijakan, Teknologi dan Inovasi, serta Adopsi Industri dan Pasar.
Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, kembali menunjukkan kontribusi akademik di bidang transisi energi melalui riset mahasiswa angkatan 2024 gasal. Salah satunya penelitian menonjol dilakukan oleh Muhammad Taufiq dari konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru Terbarukan, yang mengkaji optimalisasi sistem Solar Photovoltaic (PV) pada anjungan lepas pantai (offshore platform) di wilayah Timur Tengah.
Riset ini berangkat dari persoalan nyata bahwa meskipun kawasan Timur Tengah memiliki potensi surya sangat tinggi (sekitar 5–6 kWh/m²/hari), sebagian besar anjungan lepas pantai masih bergantung pada generator diesel untuk menyediaan energinya. Ketergantungan tersebut memicu konsumsi bahan bakar fosil yang besar, emisi karbon tinggi, serta risiko logistik dan geopolitik. Pada penelitian ini, klaim bahwa “offshore terlalu ekstrem untuk PV”, coba diuji secara sistematis oleh Taufiq.
Aktivitas riset di Program Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, terus menghasilkan kajian yang menempatkan persoalan energi dan sumber daya air dalam kerangka analisis sistem. Salah satu penelitian mahasiswa MeTSi angkatan semester genap 2023, menyoroti pemanfaatan energi air bawah tanah di kawasan karst di Gunungkidul melalui kajian tekno-ekonomi sistem Pump-as-Turbine (PaT) pada jaringan sungai bawah tanah Bribin.
Penelitan yang dilakukan oleh Anggi Rahmawati ini berangkat dari kondisi nyata bahwa di pegunungan karst daerah Gunungkidul memiliki cadangan air bawah tanah melimpah, namun sulit diakses secara konvensional. Sistem PaT Bribin II sebelumnya dirancang untuk menjawab persoalan tersebut dengan memanfaatkan energi aliran sungai bawah tanah tanpa ketergantungan listrik eksternal. Meski sempat melayani puluhan ribu penduduk, kerusakan parah akibat Badai Cempaka–Dahlia pada 2017 menyebabkan sistem ini berhenti beroperasi dan memunculkan kembali ketergantungan listrik dari PLN.
Variabilitas iklim Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar dalam pengelolaan sumber daya air. Fenomena hujan tinggi yang kerap berujung banjir, apabila tidak dikelola dengan baik, justru berpotensi menjadi bencana. Berangkat dari persoalan tersebut, Chandra Fadlilah, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada angkatan 2024 genap, menghadirkan riset inovatif bertajuk “Kajian Rancangan Sistem Pemanen Air Hujan Atap dan Embung untuk Produksi Energi dan Air.”
Kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melangkah maju dalam upaya pembangunan berkelanjutan di wilayah ini. Dipimpin oleh Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU., dan Ir. Ayodya Pradhipta Tenggara, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, dosen dari Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) UGM serta dibantu oleh beberapa mahasiswa MeTSi UGM, tim riset yang tergabung dalam Tim Harvest UGM ini memulai penelitian untuk menghitung pengurangan jejak karbon dari penerapan Pengadaan Barang dan Jasa Berkelanjutan (PBJ) di DIY.
Ketua Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU., ASEAN Eng., menjadi pembicara dalam Webinar “Peluang Energi Baru Terbarukan di Sektor Industri” yang diselenggarakan oleh Hanlivia Sinergi Indonesia bekerja sama dengan Sogy Energy Indonesia.
Webinar yang dilaksanakan secara daring pada 29 November 2025 ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh peserta dari kalangan akademisi, praktisi industri, mahasiswa, serta pemerhati isu energi. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas peluang, tantangan, dan strategi implementasi energi baru terbarukan (EBT) dalam mendukung transformasi energi di sektor industri nasional.
Dosen Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., berpartisipasi sebagai narasumber bidang energi dalam kegiatan KAGAMA–UGM Policy Dialogue 2025, yang diselenggarakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada.
Dr. Ahmad Agus Setiawan hadir sebagai narasumber pada Sesi Transisi Energi Berkelanjutan: Strategi Menata Masa Depan yang Tangguh dan Rendah Karbon, dengan topik presentasi berjudul “Transisi Energi Inklusif: Peran Sistem Hybrid dalam Meningkatkan Ketahanan Energi Komunitas dan Wilayah Terpencil.” Sesi diskusi berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan, Lantai 2 Sayap Utara, sementara sesi pleno dilaksanakan di Ruang Multimedia 1, Lantai 3 Sayap Utara, pada pukul 11.30–16.30 WIB.
Upaya menghadirkan sumber energi bersih yang berkelanjutan di kawasan timur Indonesia mendapat dorongan baru melalui penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Iqbal, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) UGM angkatan 2023 gasal. Dalam ujian tesis yang berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025 di Ruang 202 MeTSi Lt. 2, Iqbal mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Analisis Spasio-Temporal Potensi Mikroalga untuk Bioenergi di Perairan Nusa Tenggara Berbasis Citra MODIS dan Sentinel-3.”
Di bawah bimbingan Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. dan Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk menelusuri potensi mikroalga di wilayah provinsi NTB–NTT, salah satu kawasan yang masih sangat mengandalkan PLTD dan menghadapi tantangan akses energi yang stabil.