Transisi menuju energi bersih telah menjadi agenda global yang semakin menguat, didorong oleh urgensi penanganan perubahan iklim serta kebutuhan akan ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik dan volatilitas harga energi fosil. Berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa energi terbarukan akan mendominasi pertumbuhan sektor kelistrikan global dalam dekade ini, dengan energi surya diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung sistem energi masa depan. Perkembangan ini menandai pergeseran struktural dari ketergantungan pada energi fosil menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, terdesentralisasi, dan berbasis teknologi bersih.
SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau)
Transisi menuju sistem energi berkelanjutan telah menjadi agenda global yang semakin mendesak, seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap perubahan iklim dan kebutuhan akan ketahanan energi. Dalam konteks tersebut, berbagai negara, termasuk Indonesia, dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya mengembangkan teknologi energi terbarukan, tetapi juga memastikan keterpaduan antara aspek perencanaan, pengambilan keputusan, dan pembiayaan. Oleh karena itu, pengembangan sistem digital yang mampu mengintegrasikan berbagai dimensi tersebut menjadi semakin penting dalam mendukung implementasi energi terbarukan secara efektif dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Andita Dewi Rinaldi, memaparkan proposal tesis dan akan mengembangkan penelitian dengan judul “Integrasi Sistem Rekomendasi PLTMH dan Crowdfunding dalam Website Energi Terbarukan Berbasis Komunitas.”
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Mahasiswa angkatan 2024 Gasal, Arham, La Ode Masri Ande Kolewora, Muhammad Taufiq, Saiful. M, dan Virtuous Ikmal Wicaksono berhasil meraih First Place (Juara Pertama) dalam ajang Graduate Student Paper Competition pada 7th Asia Pacific IEOM Conference 2026 yang diselenggarakan secara virtual mulai tanggal 25-27 Maret 2026 oleh IEOM Society International di Bangkok, Thailand.
Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset inovatif di bidang energi berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui rencana penelitian yang akan dipresentasikan dalam Seminar Proposal Tesis mahasiswa MeTSi, yaitu Arham, mahasiswa MeTSi angkatan 2024 Gasal dengan konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru Terbarukan (EBT).
Dalam penelitian tesisnya, Arham mengangkat topik: Analisis Tekno-Ekonomi Integrasi Thermal Energy Storage berbasis Phase Change Material pada Sistem Pemanas Air menggunakan Waste Heat Recovery Brine Geothermal: Studi Kasus di Lapangan Panas Bumi Dieng. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan panas buangan (waste heat) dari sistem panas bumi berupa brine geothermal untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi pemanas air melalui integrasi Thermal Energy Storage (TES) berbasis Phase Change Material (PCM). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi sekaligus mengurangi kehilangan energi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Di tengah percepatan transisi energi global, tenaga surya semakin dipandang sebagai salah satu tulang punggung sistem energi masa depan. Indonesia sendiri menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber utama dalam portofolio energi terbarukan nasional. Namun di balik optimisme terhadap pertumbuhan energi surya, muncul pertanyaan yang semakin mendapat perhatian para peneliti dan pembuat kebijakan: bagaimana mengelola limbah panel surya dalam skala besar ketika teknologi ini telah mencapai akhir masa pakainya?
Perkembangan teknologi energi baru dan terbarukan semakin menjadi perhatian utama dalam riset global, terutama dalam upaya mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Kolaborasi lintas universitas dan lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mendorong inovasi di bidang ini, termasuk dalam pengembangan teknologi energi masa depan seperti komunikasi berbasis terahertz, material berkelanjutan, serta sistem energi hibrida. Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan QMUL-UGM Research Workshop yang telah berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 di SGLC Room 10B1, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif yang diinisiasi oleh HARVEST Research Group (Hydrogen and Renewable Based-Variable of Energy Storage Technologies) yang mempertemukan peneliti dari Universitas Gadjah Mada dan Queen Mary University of London.
Sektor industri Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam beberapa tahun terakhir. Di satu sisi, kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring ekspansi produksi. Di sisi lain, tekanan global terhadap dekarbonisasi dan potensi penerapan pajak karbon menuntut industri untuk bertransformasi menuju sumber energi yang lebih bersih. Ketergantungan pada listrik berbasis fosil bukan hanya berimplikasi pada emisi karbon, tetapi juga berisiko terhadap kenaikan biaya energi dalam jangka panjang.
Menjawab tantangan tersebut, Bagas Wahyu Dewangga, mahasiswa MeTSi dari konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru dan Terbarukan melakukan analisis komprehensif terhadap implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) di kawasan industri PT. X, Gresik, Jawa Timur.
Upaya pengembangan energi terbarukan terus menjadi perhatian dalam menjawab tantangan krisis energi dan pengelolaan limbah. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Septian Andika Putra mengembangkan inovasi Algae Fuel Cell berbasis Biochar Modified Electrode (BME-AFC) dalam penelitian tesisnya.
Di bawah bimbingan Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU, ASEAN Eng. dan Dr. Ir. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng., IPM., penelitian ini mengoptimalkan dosis sodium asetat sebagai nutrisi lumpur aktif serta jarak penyinaran mikroalga untuk meningkatkan kinerja sistem. Pendekatan Response Surface Methodology (RSM) digunakan untuk menentukan kondisi operasi optimum pada sistem dual-chamber yang memanfaatkan Chlorella vulgaris sebagai biokatalis katodik.
Program Studi Magister Teknik Sistem FT UGM kembali menunjukkan kontribusi inovatif mahasiswanya melalui riset tesis mahasiswa angkatan 2023 genap, Evan Rega Mahendra, yang mengangkat pengembangan sistem inspeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berbasis citra udara dan kecerdasan buatan. Dalam tesis berjudul Analisis Efektivitas Inspeksi PLTS Atap Menggunakan Citra Udara dan Deep Learning Dibandingkan dengan Metode Inspeksi Konvensional, penelitian ini mengevaluasi efektivitas metode inspeksi otomatis menggunakan drone dan algoritma deep learning dibandingkan dengan inspeksi manual berbasis pengamatan visual teknisi. Studi dilakukan pada sistem PLTS atap berkapasitas sekitar 60 kWp di Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) Fakultas Teknik UGM. Penelitian ini dibimbing oleh Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Roni Irnawan, Ir., S.T., M.Sc., Ph.D., SMIEEE, yang memberikan arahan strategis pada aspek metodologi, analisis sistem, serta penerapan kecerdasan buatan dalam konteks energi terbarukan.
Yogyakarta – Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Hydrogen-based Decarbonization in Industrial Sector” pada hari Kamis, 12 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Aziz, Associate Professor dari Department of Mechanical and Biofunctional Systems, Institute of Industrial Science, The University of Tokyo.
Kuliah tamu dilaksanakan secara luring untuk mahasiswa MeTSi di Lantai 2 Gedung MeTSi FT UGM serta daring bagi peserta umum melalui tautan resmi yang disediakan panitia. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mahasiswa, dosen, dan praktisi yang tertarik pada isu dekarbonisasi industri berbasis hidrogen.