• UGM
  • FT-UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Ujian Masuk UGM
  • webmail
Universitas Gadjah Mada Magister Teknik Sistem
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
    • Konsentrasi Studi
    • Pengelola & Staf
    • Dosen Pengajar
    • Hubungi Kami
  • Admisi
    • Informasi Seputar MeTSi
    • Jadwal Pendaftaran
    • Tata Cara Pendaftaran
    • Video Tutorial Pendaftaran
    • Leaflet & Flyer MeTSi
    • Contoh Soal TPA/TOEFL
  • Akademik
    • Magister berbasis Kuliah
      • Peta Kurikulum
      • Pra Kuliah
      • Mata Kuliah Semester I
      • Mata Kuliah Semester II
      • Mata Kuliah Semester III
      • Tesis Semester IV
      • SAP
    • Magister berbasis Penelitian
      • Alur Kurikulum
      • Mata Kuliah
    • Tema Penelitian Mahasiswa
  • Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Bidang Kerja Alumni
    • Daftar Alumni
    • Peta Sebaran Alumni
    • Layanan Legalisasi
  • Galery MeTSi
  • Tracer Study
    • Formulir
      • Tracer Study Mahasiswa
      • Tracer Study Alumni
      • Tracer Pengguna Alumni
    • Laporan
      • Laporan Survey Kepuasan Mahasiswa MeTSi
      • Laporan Tracer Lulusan MeTSi
      • Laporan Tracer Pengguna Lulusan MeTSi
  • Beranda
  • Berita
  • Kuliah Perdana MeTSi: Tantangan Sosial & Etika dalam Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Dunia Pendidikan

Kuliah Perdana MeTSi: Tantangan Sosial & Etika dalam Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Dunia Pendidikan

  • Berita
  • 20 August 2025, 12.03
  • Oleh: Humas
  • 0

Program Studi Magister Teknik Sistem mengawali Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 dengan menyelenggarakan forum diskusi ilmiah yang bertajuk Kuliah Perdana. Acara ini diselenggarakan di ruang kelas Magister Teknik Sistem (MeTSi) dan dapat diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara live di kanal youtube, Instagram dan Tiktok MeTSi pada Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 10.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB. Pad kuliah perdana ini, dibahas terkait Peran Artificial Intelligence (AI) di Dunia Pendidikan: Tantangan Sosial & Etika. Puluhan mahasiswa baru Magister Teknik Sistem hadir memenuhi ruangan.

Acara ini dipandu oleh dosen Magister Teknik Sistem, Ayodya Pradhipta Tenggara, S.T., M.Sc., Ph.D. dan menghadirkan Dr. Eng. Ir. Sunu Wibirama, S.T., M.Eng., IPM. (Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM) sebagai narasumber. Sebagai seorang pakar teknologi Eye-Tracking UGM, Sunu secara spesifik menjelaskan bagaimana AI yang semakin menunjukkan performa luar biasa dalam membantu akademisi pada pekerjaan yang selalu dinamis. Machine Learning dan Deep Learning juga dibahas secara mendalam karena merupakan bagian tak terpisahkan dari AI. Narasumber secara tegas menghimbau untuk tidak menyalahgunakan penggunan AI untuk hal-hal yang melanggar normal sosial dan etika akademik.

Poin-poin utama yang disampaikan dalam paparannya adalah sebagai berikut:

  • AI sebagai alat bantu, bukan pengganti: AI memiliki perhatian besar sebagai mitra dalam pendidikan—dapat mempercepat pembuatan materi, menyusun simulasi pembelajaran, dan memberikan umpan balik. Namun, penekanannya adalah bahwa AI seyogianya mendampingi, bukan menggantikan peran pendidik ataupun manusia dalam konteks pendidikan.
  • Etika dan transparansi sebagai prioritas utama: Transparansi penggunaan AI dalam proses akademik sangat penting untuk menjaga integritas pendidikan. Bila tidak ada pedoman etika yang jelas, penggunaan AI dapat berpotensi menyesatkan dan melemahkan refleksi kritis.
  • Mengatasi ketimpangan akses & literasi digital: Tidak semua peserta didik atau pendidik memiliki akses dan literasi digital yang setara. Ini menimbulkan ketidakseimbangan dalam penerapan AI di institusi pendidikan, terutama di negara berkembang.
  • Regulasi dan kebijakan internal mendesak dibutuhkan: Perlu adanya regulasi institusional yang jelas dan sistematis untuk berbagai jenis penggunaan AI dalam pendidikan—mulai dari pedoman transparansi hingga ketentuan penggunaan ChatGPT atau sistem generatif lainnya dalam proses akademik.
  • AI memberdayakan, bukan menggantikan: Narasumber menekankan agar AI diposisikan sebagai kolaborator, mendukung kreativitas, refleksi, dan kemampuan berpikir kritis siswa—agar nilai-nilai humaniora tetap terjaga dalam pendidikan modern.

Kuliah umum ini menjadi pengingat penting bahwa meski AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan proses pendidikan, penggunaannya harus dibarengi dengan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan akses, dan tata kelola yang etis. MeTSi UGM mendorong institusi pendidikan memperkuat kebijakan dan literasi AI demi pendidikan yang bertanggung jawab dan inklusif.

Ditulis oleh Arham & Humas MeTSi

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita

  • Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru MeTSi Semester Genap T.A. 2025/2026
  • Energi Bersih Butuh Pendekatan Sistem: Kaprodi MeTSi FT-UGM Suarakan Solusi dari Akademisi
  • Saat Energi Jadi Isu Keadilan: Dosen MeTSi FT-UGM Soroti Sistem Hybrid untuk Masa Depan Rendah Karbon
  • Iqbal Teliti Potensi Mikroalga di Nusa Tenggara sebagai Sumber Bioenergi Masa Depan
  • Lida Teliti Solusi Pengolahan Sampah di TPA Sebayar Natuna: Komposting Jadi Teknologi Prioritas
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Magister Teknik Sistem [MeTSi]
Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara No. 3 Barek, Yogyakarta 55281

Telp. : (0274) 550404, 6491852
Fax. : (0274) 550405

MeTSi Official Whatsapp: +62 821-6453-8871 (WA)
Kontak Admisi : +62 811-2550-405 (Call HP/WA)
Email : metsi.ft@ugm.ac.id

© 2017 MeTSi FT-UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY