Optimasi Desain Berkelanjutan Bangunan Gas Insulated Switchgear (GIS) PLN di Kawasan IKN
Mahasiswa peneliti:
Adii Munnahar
Dosen Pembimbing:
Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., Ph.D.
Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU
Gas Insulated Switchgear (GIS) merupakan infrastruktur vital untuk distribusi tenaga listrik yang memerlukan efisiensi energi tinggi, terutama di kawasan tropis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN). Tantangan utama dalam desain GIS mencakup efisiensi energi, keterbatasan tapak, dan tuntutan keberlanjutan lingkungan sesuai visi IKN sebagai kota hijau. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan desain GIS dengan mengintegrasikan strategi desain aktif dan pasif serta Smart Control System.
Metode penelitian meliputi analisis literatur, simulasi termal, dan evaluasi desain tapak menggunakan perangkat lunak IESVE. Berbagai skenario desain diuji untuk menilai pengaruhnya terhadap efisiensi energi, distribusi suhu, serta pengurangan emisi karbon. Strategi desain yang diuji meliputi ventilasi alami, isolasi termal (OTTV/RTTV), shading, pengelolaan vegetasi, serta sistem HVAC yang efisien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi desain terpilih mampu menurunkan konsumsi energi hingga 31% dibandingkan baseline dan menghemat biaya operasional sebesar Rp130.031.000 per tahun dari total konsumsi listrik rata-rata per tahun sebesar Rp417.006.000. Setiap strategi dievaluasi berdasarkan kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon, dampak lingkungan, kemudahan implementasi, dan aspek teknoekonomi.
Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam bentuk rekomendasi prioritas strategi desain untuk dokumen teknis GIS di lingkungan PLN dan mendukung sertifikasi bangunan gedung hijau serta akses green financing. Optimalisasi desain berkelanjutan pada GIS tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga memperkuat daya saing infrastruktur kelistrikan nasional menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Kata kunci: PLN, Bangunan Gedung Hijau, Gas Insulated Switchgear, Efisiensi Energi, Desain Berkelanjutan, Ibu Kota Nusantara