Laode Masri Ande Kolewora, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan lolos sebagai Top 15 Presenter dalam ajang Poster Presentation and Seminar on the SDGs 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Divisi Penelitian dan Pengetahuan Kelurahan LPDP UGM dan berlangsung di Perpustakaan Pusat UGM pada hari Selasa, 18 November 2025.
Ajang ini merupakan wadah akademik bergengsi yang mempertemukan peneliti, mahasiswa, dan pegiat SDGs untuk mempresentasikan gagasan serta riset yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Dari puluhan peserta yang mendaftar, hanya 15 presenter terbaik yang dipilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan kualitas riset, relevansi terhadap SDGs, dan kejelasan penyajian.
Dalam kesempatan ini, Laode Masri mempresentasikan poster berjudul “Energi Terbarukan dari Minyak Jelantah: Biodiesel Ramah Lingkungan sebagai Solusi Energi Berkelanjutan”. Poster tersebut menyoroti potensi besar minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel di Indonesia, yang hingga kini sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal.

Poster ini memaparkan:
- Potensi nasional: Indonesia menghasilkan sekitar 2 juta kiloton minyak jelantah per tahun, namun baru 23% yang berhasil dikumpulkan.
- Manfaat lingkungan: konversi minyak jelantah menjadi biodiesel dapat menurunkan emisi CO₂ hingga 91,7% dibandingkan solar biasa serta mengurangi pencemaran tanah.
- Efisiensi biaya: produksi biodiesel dari minyak jelantah lebih hemat hingga 35% dibandingkan biodiesel berbahan CPO.
- Proses konversi: mulai dari pengumpulan minyak, penambahan katalis, transesterifikasi, pencucian, hingga menghasilkan biodiesel murni.
Melalui karyanya, Laode menekankan bahwa pemanfaatan minyak jelantah bukan hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
“Ide ini saya angkat karena saya ingin mengampanyekan bahwa minyak jelantah bukan hanya limbah, tetapi bisa diolah menjadi biodiesel yang ramah lingkungan. Saya melihat pemanfaatan minyak jelantah dapat membantu mengurangi pencemaran, menekan emisi, dan berkontribusi pada pencapaian SDGs. Harapan saya, semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang mau mengumpulkan serta mendaur ulang minyak jelantah sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan energi berkelanjutan di Indonesia” Ujarnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi melalui riset inovatif dan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
ditulis oleh: Arham & Humas MeTSi