Transformasi sistem ketenagalistrikan global mendorong perusahaan utilitas di berbagai negara untuk memperkuat keandalan infrastruktur transmisi listrik. Peningkatan kebutuhan energi, integrasi energi baru dan terbarukan, serta penuaan aset jaringan (aging infrastructure) meningkatkan risiko gangguan pada sistem transmisi. Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan aset berbasis data berkembang menjadi pendekatan strategis untuk meningkatkan akurasi pemeliharaan, memperpanjang umur infrastruktur, dan mendeteksi potensi kegagalan sistem secara lebih dini. Dalam konteks tersebut, sistem Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi listrik nasional. Infrastruktur transmisi menghadapi tantangan operasional yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, tingkat korosivitas atmosfer, karakter geografis wilayah, serta beban operasi jangka panjang. Faktor-faktor tersebut memengaruhi penurunan kondisi aset secara bertahap dan meningkatkan kebutuhan terhadap sistem pemantauan yang mampu membaca degradasi aset secara lebih presisi dan terukur.
SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau)
Ketahanan energi global menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan energi, fluktuasi pasokan, dinamika geopolitik, serta perubahan struktur konsumsi energi dunia. Dalam sektor gas alam, stabilitas rantai pasok menjadi faktor strategis karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan distribusi energi bagi industri, transportasi, dan kebutuhan domestik. Kondisi ini mendorong perlunya sistem pengelolaan energi yang mampu mengintegrasikan aspek pasokan, infrastruktur, distribusi, dan kebijakan energi secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, sistem Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) memiliki peran penting dalam mendukung distribusi gas nasional. Pengembangan kedua sistem ini memerlukan kesiapan pasokan hulu, kapasitas infrastruktur hilir, fleksibilitas distribusi, serta strategi cadangan energi untuk menjaga stabilitas pasokan dalam jangka panjang. Hubungan antarvariabel dalam sistem distribusi gas juga bersifat dinamis, sehingga memerlukan pendekatan analitis yang mampu memetakan interaksi sistem secara menyeluruh.
Pengembangan hidrogen hijau menjadi salah satu fokus utama dalam transisi energi global seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sistem energi rendah karbon. Berbagai negara mulai mengembangkan teknologi hidrogen untuk mendukung dekarbonisasi industri, penyimpanan energi, serta pengurangan emisi pada sektor transportasi dan pembangkitan listrik. Dalam perkembangan tersebut, integrasi energi terbarukan dengan teknologi produksi hidrogen menjadi perhatian penting untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Dalam konteks tersebut, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) memiliki potensi strategis karena mampu menghasilkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan. Karakteristik ini menjadikan PLTP berbeda dibandingkan sumber energi terbarukan intermiten seperti surya dan angin. Namun, pada kondisi operasional tertentu terdapat excess energy yang belum termanfaatkan secara optimal oleh jaringan listrik. Kondisi ini membuka peluang pengembangan sistem energi terintegrasi yang mampu mengubah energi surplus menjadi produk energi bernilai tambah.
Transformasi sistem energi global mendorong pengembangan teknologi yang mampu mengintegrasikan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat secara simultan. Dalam konteks tersebut, pendekatan agrivoltaic berkembang sebagai model inovatif yang mengombinasikan pembangkitan listrik tenaga surya dengan aktivitas pertanian dalam satu sistem terpadu. Pendekatan ini dinilai relevan untuk mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan produktivitas lahan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya di tingkat lokal. Dalam kerangka pengembangan teknologi berbasis sistem tersebut, dosen Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., memimpin kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi Agrivoltaic Smart-Farming di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. Program ini merupakan bagian dari skema Equity Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional Tahun Anggaran 2026, yang didanai Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM.
Transformasi sistem energi global menggeser perhatian pada rantai pasok energi, termasuk sektor transportasi. Distribusi batubara melalui jalur laut tetap menjadi komponen utama dalam sistem energi, terutama pada negara dengan konsumsi energi tinggi. Aktivitas ini menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar serta membutuhkan konsumsi bahan bakar yang signifikan. Tekanan terhadap penurunan emisi dan peningkatan efisiensi mendorong pengembangan pendekatan transportasi energi yang mampu mengintegrasikan aspek operasional, ekonomi, dan lingkungan dalam satu kerangka analitis.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai insiden kegagalan infrastruktur energi di berbagai negara menunjukkan bahwa integritas sistem pipa minyak dan gas menjadi isu global yang semakin krusial. Kebocoran pipa tidak hanya berdampak pada gangguan pasokan energi, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan dan kerusakan lingkungan yang signifikan. Seiring meningkatnya kompleksitas sistem energi dan tuntutan terhadap keandalan operasional, kemampuan untuk mendeteksi anomali secara akurat dan dini menjadi faktor kunci dalam pengelolaan aset energi.
Tika Rianna Iswardhani, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) raih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Teknik untuk kategori Program Magister pada wisuda pascasarjana UGM periode III T.A. 2025/2026. Tika berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.99 dengan masa studi 2 tahun 0 bulan 26 hari, serta mengukir prestasi akademik dengan mempublikasikan 1 jurnal nasional Sinta 2 dan 1 prosiding internasional.
Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen dan dedikasi Tika dalam menjalani studi di MeTSi FT UGM. Sebagai mahasiswa dari konsentrasi energi baru dan terbarukan, Tika melakukan penelitian tentang “Analisis Dampak Kebijakan Pengelolaan Limbah Panel Surya terhadap Pertumbuhan PLTS di Indonesia dengan Pendekatan Sistem Dinamis”. Dengan penelitian ini, Tika berharap dapat memberikan kontribusi lebih dalam untuk dunia profesional dan riset, terutama dalam pengelolaan energi terbarukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Senin 20 April 2026, Teguh Budi Utomo, mahasiswa MeTSi jalur Magister berbasis Riset mempresentasikan proposal penelitian tesisnya. Teguh mengangkat tema penelitian tentang “Prediksi Daya Keluaran Sistem Oscillating Water Column (OWC) terhadap Variabilitas Gelombang Laut Berbasis Artificial Neural Network (ANN)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi daya keluaran dari sistem Oscillating Water Column (OWC) yang dipengaruhi oleh variabilitas gelombang laut menggunakan Artificial Neural Network (ANN). Sistem OWC merupakan teknologi konversi energi gelombang laut yang mengandalkan pergerakan air untuk menghasilkan energi listrik. Variabilitas gelombang laut yang tidak menentu mempengaruhi kinerja sistem, sehingga diperlukan model yang dapat memprediksi output daya secara akurat.
Keandalan dan efisiensi sistem pembangkitan energi menjadi isu strategis dalam transformasi energi global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan penetrasi energi baru terbarukan yang bersifat fluktuatif. Dalam sistem kelistrikan modern, pembangkit berbasis turbin gas memegang peran penting sebagai penyeimbang (balancing power) yang mampu merespons perubahan beban secara cepat. Oleh karena itu, kemampuan untuk memprediksi kinerja turbin gas secara akurat dan real-time menjadi semakin krusial dalam menjaga stabilitas sistem, mengoptimalkan operasi, serta meminimalkan risiko gangguan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Amalia Dewi, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Jumat (17/4). Ia akan mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Kinerja Arsitektur ANN untuk Prediksi Power Output Turbin Gas pada Variasi Laju Massa Aliran dan HHV Bahan Bakar.”
Di berbagai negara, keandalan sistem transmisi listrik menjadi perhatian utama seiring meningkatnya kompleksitas jaringan energi. Integrasi energi baru terbarukan yang bersifat fluktuatif, serta penuaan infrastruktur kelistrikan, mendorong perlunya pendekatan baru dalam pengelolaan aset berbasis data. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi analitik dan sistem berbasis data (data-driven system) menjadi semakin penting untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan sistem tenaga listrik. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) kelas eksekutif, Dewi Setyaharini, coba paparkan gagasannya dalam seminar proposal tesis pada tanggal 7 April 2026 yang berjudul “Pengembangan Model Data-Driven Health Index untuk Peningkatan Reliability Aset Transmisi SUTT 150 kV (Studi Kasus: UPT Bogor – UIT JBT).”