• UGM
  • FT-UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Ujian Masuk UGM
  • webmail
Universitas Gadjah Mada Magister Teknik Sistem
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
    • Konsentrasi Studi
    • Pengelola & Staf
    • Dosen Pengajar
    • Hubungi Kami
  • Admisi
    • Informasi Seputar MeTSi
    • Jadwal Pendaftaran
    • Tata Cara Pendaftaran
    • Video Tutorial Pendaftaran
    • Leaflet & Flyer MeTSi
    • Contoh Soal TPA/TOEFL
  • Akademik
    • Magister berbasis Kuliah
      • Peta Kurikulum
      • Pra Kuliah
      • Mata Kuliah Semester I
      • Mata Kuliah Semester II
      • Mata Kuliah Semester III
      • Tesis Semester IV
      • SAP
    • Magister berbasis Penelitian
      • Alur Kurikulum
      • Mata Kuliah
    • Tema Penelitian Mahasiswa
  • Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Bidang Kerja Alumni
    • Daftar Alumni
    • Peta Sebaran Alumni
    • Layanan Legalisasi
  • Galery MeTSi
  • Tracer Study
    • Formulir
      • Tracer Study Mahasiswa
      • Tracer Study Alumni
      • Tracer Pengguna Alumni
    • Laporan
      • Laporan Survey Kepuasan Mahasiswa MeTSi
      • Laporan Tracer Lulusan MeTSi
      • Laporan Tracer Pengguna Lulusan MeTSi
  • Beranda
  • Berita
  • Di Tengah Tekanan Biaya Energi dan Pajak Karbon, Mahasiswa MeTSi FT UGM Tawarkan Model PLTS Kompetitif untuk Kawasan Industri

Di Tengah Tekanan Biaya Energi dan Pajak Karbon, Mahasiswa MeTSi FT UGM Tawarkan Model PLTS Kompetitif untuk Kawasan Industri

  • Berita
  • 27 February 2026, 14.34
  • Oleh: Humas
  • 0

Sektor industri Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam beberapa tahun terakhir. Di satu sisi, kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring ekspansi produksi. Di sisi lain, tekanan global terhadap dekarbonisasi dan potensi penerapan pajak karbon menuntut industri untuk bertransformasi menuju sumber energi yang lebih bersih. Ketergantungan pada listrik berbasis fosil bukan hanya berimplikasi pada emisi karbon, tetapi juga berisiko terhadap kenaikan biaya energi dalam jangka panjang.

Menjawab tantangan tersebut, Bagas Wahyu Dewangga, mahasiswa MeTSi dari konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru dan Terbarukan melakukan analisis komprehensif terhadap implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) di kawasan industri PT. X, Gresik, Jawa Timur.

Dalam tesis yang dibimbing oleh Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng., penelitian ini tidak hanya mengevaluasi aspek teknis, tetapi juga menghitung secara detail kelayakan investasi dan dampak lingkungan jangka panjang. Dengan potensi radiasi matahari rata-rata 5,18 kWh/m²/hari dan ketersediaan lahan lebih dari 2.400 meter persegi, kawasan industri tersebut memiliki kondisi yang ideal untuk pengembangan PLTS rooftop maupun ground-mounted.

Dua skenario desain dikembangkan dan disimulasikan menggunakan perangkat lunak PVSyst 8.0. Skenario pertama menghasilkan produksi energi 755,02 MWh per tahun, lebih tinggi dibandingkan skenario kedua sebesar 711,77 MWh. Dalam proyeksi umur sistem 25 tahun, energi kumulatif yang dihasilkan pada skenario pertama mencapai 17.785,21 MWh. Angka ini menunjukkan bahwa sistem surya mampu menjadi penopang kebutuhan energi industri dalam jangka panjang.

Dari sisi ekonomi, temuan penelitian menjadi semakin relevan. Nilai Net Present Value (NPV) pada skenario pertama mencapai Rp 6,45 miliar dengan Levelized Cost of Energy (LCOE) sebesar Rp 811/kWh, lebih rendah dibandingkan tarif listrik industri PLN. Periode pengembalian modal tercatat sekitar 7,6 tahun dengan tingkat pengembalian investasi hingga 15 persen. Artinya, PLTS tidak lagi sekadar proyek ramah lingkungan, tetapi juga instrumen penguatan daya saing industri.

Yang tak kalah penting adalah implikasi lingkungannya. Dengan faktor emisi sistem kelistrikan nasional sebesar 0,85 ton CO₂ per MWh, implementasi PLTS pada skenario pertama mampu menurunkan emisi sekitar 641,77 ton CO₂ per tahun. Dalam periode 25 tahun, total reduksi emisi diproyeksikan melampaui 16 ribu ton CO₂. Dalam konteks kebijakan pajak karbon, pengurangan ini juga berpotensi menghasilkan efisiensi biaya hingga ratusan juta rupiah selama umur proyek.

Bayu (sapaannya) menekankan bahwa keputusan investasi energi di sektor industri tidak lagi dapat dipisahkan dari pertimbangan risiko kebijakan dan keberlanjutan. “PLTS memberikan kepastian biaya energi jangka panjang sekaligus mengurangi eksposur terhadap potensi kenaikan tarif listrik dan pajak karbon,” ujarnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi analisis teknoekonomi dan evaluasi dampak lingkungan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih strategis bagi sektor industri. Melalui riset aplikatif seperti ini, MeTSi FT UGM mempertegas perannya dalam mendorong transformasi sistem energi industri menuju model yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.

ditulis oleh Arham

Tags: SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita

  • Dewi Setyaharini Kembangkan Model Data-Driven untuk Tingkatkan Keandalan Sistem Transmisi Listrik
  • BBM Naik, Ahmad Agus Setiawan Soroti Panel Surya sebagai Arah Baru Transisi Energi di Kalimantan Timur
  • Andita Dewi Rinaldi Kembangkan Platform Digital Terintegrasi untuk Dukung Transisi Energi Berbasis Komunitas
  • Dosen MeTSi FT UGM Berbagi Inovasi Teknologi Pengolahan Sampah Termal dalam Forum Nasional Kementerian PUPR
  • Mahasiswa MeTSi FT-UGM Raih First Place di IEOM Asia Pacific Conference 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Magister Teknik Sistem [MeTSi]
Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara No. 3 Barek, Yogyakarta 55281

Telp. : (0274) 550404, 6491852
Fax. : (0274) 550405

MeTSi Official Whatsapp: +62 821-6453-8871 (WA)
Kontak Admisi : +62 811-2550-405 (Call HP/WA)
Email : metsi.ft@ugm.ac.id

© 2017 MeTSi FT-UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY