Pengelolaan limbah pertambangan dan pemulihan lahan pascatambang menjadi isu strategis dalam agenda keberlanjutan global, seiring meningkatnya tekanan terhadap praktik industri yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Limbah hasil aktivitas pertambangan, seperti reject coal, memiliki volume yang besar dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis jika tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, berbagai negara mulai mengembangkan pendekatan berbasis circular economy untuk mengonversi limbah menjadi sumber daya bernilai tambah, sekaligus mendukung upaya rehabilitasi lahan yang terdegradasi akibat aktivitas pertambangan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Boy Parulian Hutapea, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Jumat (10/4) di Gedung MeTSi FT UGM. Ia akan mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Tekno Ekonomi Proyek Pirolisis Reject Coal sebagai Media Pembenah Tanah pada Aktivitas Reklamasi Pertambangan”.
Arsip: