Pengelolaan limbah pertambangan dan pemulihan lahan pascatambang menjadi isu strategis dalam agenda keberlanjutan global, seiring meningkatnya tekanan terhadap praktik industri yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Limbah hasil aktivitas pertambangan, seperti reject coal, memiliki volume yang besar dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis jika tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, berbagai negara mulai mengembangkan pendekatan berbasis circular economy untuk mengonversi limbah menjadi sumber daya bernilai tambah, sekaligus mendukung upaya rehabilitasi lahan yang terdegradasi akibat aktivitas pertambangan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Boy Parulian Hutapea, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Jumat (10/4) di Gedung MeTSi FT UGM. Ia akan mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Tekno Ekonomi Proyek Pirolisis Reject Coal sebagai Media Pembenah Tanah pada Aktivitas Reklamasi Pertambangan”.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah reject coal yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta kebutuhan akan material pembenah tanah yang efektif dalam memperbaiki kualitas lahan pascatambang. Dalam praktiknya, lahan bekas tambang sering mengalami degradasi sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, sehingga memerlukan intervensi teknologi untuk mendukung proses rehabilitasi. Melalui riset ini, Boy akan menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi pemanfaatan reject coal melalui proses pirolisis. Proses ini dipilih karena mampu mengonversi material limbah menjadi produk bernilai tambah, seperti karbon padat (biochar), yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah, kapasitas tukar kation, serta kemampuan retensi air.
Secara metodologis, penelitian ini akan mencakup analisis karakteristik bahan baku reject coal, perancangan proses pirolisis dengan mempertimbangkan parameter operasional seperti suhu dan waktu tinggal, serta evaluasi kualitas produk hasil pirolisis sebagai soil amendment. Selanjutnya, akan dilakukan analisis tekno-ekonomi yang meliputi estimasi biaya investasi (capital expenditure/CAPEX), biaya operasional (operational expenditure/OPEX), serta indikator kelayakan finansial seperti net present value (NPV), internal rate of return (IRR), dan payback period. Selain aspek teknis dan ekonomi, penelitian ini juga mempertimbangkan dimensi lingkungan, khususnya potensi pengurangan dampak negatif limbah tambang serta kontribusi terhadap peningkatan kualitas lahan reklamasi. Pendekatan ini mencerminkan integrasi antara rekayasa proses, analisis ekonomi, dan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya industri.
Dalam perspektif sistem industri, penelitian ini sejalan dengan pengembangan konsep circular economy dan pemanfaatan limbah menjadi sumber daya (waste-to-resource). Pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses industri, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan. Luaran penelitian yang diharapkan berupa model pemanfaatan reject coal yang layak secara teknis dan ekonomis, serta dapat diimplementasikan dalam mendukung kegiatan reklamasi lahan pascatambang secara lebih berkelanjutan.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr. Joko Wintoko, S.T., M.Sc. sebagai dosen pembimbing utama dan Dr.-Ing. Ir. Donatus Hendra Amijaya, S.T., M.T., IPM. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam riset ini menunjukkan peran aktif Magister Teknik Sistem FT UGM dalam mengembangkan solusi inovatif berbasis sistem industri yang responsif terhadap tantangan lingkungan dan keberlanjutan.
Melalui penelitian ini, Fakultas Teknik UGM menegaskan komitmennya dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi teknis dan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan transformasi praktik industri. Pendekatan pemanfaatan limbah reject coal menjadi produk bernilai tambah menunjukkan arah pengembangan sistem industri yang lebih sirkular, adaptif, dan bertanggung jawab terhadap dampak ekologis. Lebih jauh, inisiatif ini mencerminkan peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan industri dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, sekaligus menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif dan kontekstual. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi pada pengelolaan limbah pertambangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam mendorong transisi menuju sistem industri yang berkelanjutan di Indonesia.
ditulis oleh Arham