Perkembangan teknologi energi baru dan terbarukan semakin menjadi perhatian utama dalam riset global, terutama dalam upaya mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Kolaborasi lintas universitas dan lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mendorong inovasi di bidang ini, termasuk dalam pengembangan teknologi energi masa depan seperti komunikasi berbasis terahertz, material berkelanjutan, serta sistem energi hibrida. Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan QMUL-UGM Research Workshop yang telah berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 di SGLC Room 10B1, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif yang diinisiasi oleh HARVEST Research Group (Hydrogen and Renewable Based-Variable of Energy Storage Technologies) yang mempertemukan peneliti dari Universitas Gadjah Mada dan Queen Mary University of London.
Workshop ini menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai bidang riset strategis, termasuk Dr. Saejune Park dari Queen Mary University of London yang membawakan materi mengenai pengembangan perangkat terahertz berbasis teknologi cetak tiga dimensi untuk aplikasi sensing dan komunikasi masa depan. Topik tersebut menyoroti potensi teknologi terahertz dalam mendukung sistem komunikasi generasi berikutnya serta berbagai aplikasi sensor canggih.
Dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, sejumlah dosen turut berpartisipasi sebagai pembicara yang mempresentasikan hasil riset mereka dalam berbagai bidang teknologi maju. Salah satunya adalah Dr. Ahmad Agus Setiawan, dosen Magister Teknik Sistem (MeTSi), yang memaparkan topik “Inclusive Energy Transition: The Role of Hybrid Systems in Enhancing Energy Resilience of Communities and Remote Areas in Indonesia.” Dalam presentasinya, ia menyoroti pentingnya sistem energi hibrida dalam memperkuat ketahanan energi di wilayah terpencil serta dalam mendukung pemerataan akses energi bersih di Indonesia. Selain itu, dosen MeTSi Dr. Ayodya Pradhipta Tenggara turut berperan sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi ilmiah selama workshop berlangsung. Peran ini menjadi penting dalam menjembatani pertukaran gagasan antara para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang hadir dalam forum tersebut.
Workshop ini juga menghadirkan sejumlah peneliti dari Fakultas Teknik UGM yang mempresentasikan topik riset beragam, mulai dari material ramah lingkungan untuk pelindung radiasi beton, teknologi sensing nirkabel berbasis Wi-Fi, hingga pengembangan material transparan berbasis kayu untuk aplikasi berkelanjutan. Beragam topik tersebut mencerminkan luasnya spektrum riset teknologi maju yang sedang dikembangkan di lingkungan Fakultas Teknik UGM.

Kegiatan ini dihadiri oleh 35 peserta yang berasal dari berbagai program studi di Fakultas Teknik UGM serta beberapa fakultas lain di lingkungan universitas. Diskusi yang berlangsung selama workshop menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menjawab tantangan teknologi masa depan, khususnya dalam bidang energi berkelanjutan, komunikasi canggih, dan material inovatif. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara UGM dan Queen Mary University of London diharapkan dapat memperkuat jejaring riset internasional sekaligus membuka peluang kerja sama penelitian yang lebih luas di masa depan. Keterlibatan dosen Magister Teknik Sistem dalam forum tersebut juga menunjukkan kontribusi aktif MeTSi dalam pengembangan riset teknologi energi dan sistem berkelanjutan yang relevan dengan tantangan global.
ditulis oleh Arham