Keandalan dan efisiensi sistem pembangkitan energi menjadi isu strategis dalam transformasi energi global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan penetrasi energi baru terbarukan yang bersifat fluktuatif. Dalam sistem kelistrikan modern, pembangkit berbasis turbin gas memegang peran penting sebagai penyeimbang (balancing power) yang mampu merespons perubahan beban secara cepat. Oleh karena itu, kemampuan untuk memprediksi kinerja turbin gas secara akurat dan real-time menjadi semakin krusial dalam menjaga stabilitas sistem, mengoptimalkan operasi, serta meminimalkan risiko gangguan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Amalia Dewi, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Jumat (17/4). Ia akan mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Kinerja Arsitektur ANN untuk Prediksi Power Output Turbin Gas pada Variasi Laju Massa Aliran dan HHV Bahan Bakar.”
Magister Teknik Sistem FT UGM
Pengelolaan limbah pertambangan dan pemulihan lahan pascatambang menjadi isu strategis dalam agenda keberlanjutan global, seiring meningkatnya tekanan terhadap praktik industri yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Limbah hasil aktivitas pertambangan, seperti reject coal, memiliki volume yang besar dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis jika tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, berbagai negara mulai mengembangkan pendekatan berbasis circular economy untuk mengonversi limbah menjadi sumber daya bernilai tambah, sekaligus mendukung upaya rehabilitasi lahan yang terdegradasi akibat aktivitas pertambangan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Boy Parulian Hutapea, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Jumat (10/4) di Gedung MeTSi FT UGM. Ia akan mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Tekno Ekonomi Proyek Pirolisis Reject Coal sebagai Media Pembenah Tanah pada Aktivitas Reklamasi Pertambangan”.
Di berbagai negara, keandalan sistem transmisi listrik menjadi perhatian utama seiring meningkatnya kompleksitas jaringan energi. Integrasi energi baru terbarukan yang bersifat fluktuatif, serta penuaan infrastruktur kelistrikan, mendorong perlunya pendekatan baru dalam pengelolaan aset berbasis data. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi analitik dan sistem berbasis data (data-driven system) menjadi semakin penting untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan sistem tenaga listrik. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) kelas eksekutif, Dewi Setyaharini, coba paparkan gagasannya dalam seminar proposal tesis pada tanggal 7 April 2026 yang berjudul “Pengembangan Model Data-Driven Health Index untuk Peningkatan Reliability Aset Transmisi SUTT 150 kV (Studi Kasus: UPT Bogor – UIT JBT).”
Transisi menuju energi bersih telah menjadi agenda global yang semakin menguat, didorong oleh urgensi penanganan perubahan iklim serta kebutuhan akan ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik dan volatilitas harga energi fosil. Berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa energi terbarukan akan mendominasi pertumbuhan sektor kelistrikan global dalam dekade ini, dengan energi surya diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung sistem energi masa depan. Perkembangan ini menandai pergeseran struktural dari ketergantungan pada energi fosil menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, terdesentralisasi, dan berbasis teknologi bersih.
Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset inovatif di bidang energi berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui rencana penelitian yang akan dipresentasikan dalam Seminar Proposal Tesis mahasiswa MeTSi, yaitu Arham, mahasiswa MeTSi angkatan 2024 Gasal dengan konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru Terbarukan (EBT).
Dalam penelitian tesisnya, Arham mengangkat topik: Analisis Tekno-Ekonomi Integrasi Thermal Energy Storage berbasis Phase Change Material pada Sistem Pemanas Air menggunakan Waste Heat Recovery Brine Geothermal: Studi Kasus di Lapangan Panas Bumi Dieng. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan panas buangan (waste heat) dari sistem panas bumi berupa brine geothermal untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi pemanas air melalui integrasi Thermal Energy Storage (TES) berbasis Phase Change Material (PCM). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi sekaligus mengurangi kehilangan energi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Di tengah percepatan transisi energi global, tenaga surya semakin dipandang sebagai salah satu tulang punggung sistem energi masa depan. Indonesia sendiri menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber utama dalam portofolio energi terbarukan nasional. Namun di balik optimisme terhadap pertumbuhan energi surya, muncul pertanyaan yang semakin mendapat perhatian para peneliti dan pembuat kebijakan: bagaimana mengelola limbah panel surya dalam skala besar ketika teknologi ini telah mencapai akhir masa pakainya?
Perkembangan teknologi energi baru dan terbarukan semakin menjadi perhatian utama dalam riset global, terutama dalam upaya mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Kolaborasi lintas universitas dan lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mendorong inovasi di bidang ini, termasuk dalam pengembangan teknologi energi masa depan seperti komunikasi berbasis terahertz, material berkelanjutan, serta sistem energi hibrida. Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan QMUL-UGM Research Workshop yang telah berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 di SGLC Room 10B1, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif yang diinisiasi oleh HARVEST Research Group (Hydrogen and Renewable Based-Variable of Energy Storage Technologies) yang mempertemukan peneliti dari Universitas Gadjah Mada dan Queen Mary University of London.