• UGM
  • FT-UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Ujian Masuk UGM
  • webmail
Universitas Gadjah Mada Magister Teknik Sistem
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
    • Konsentrasi Studi
    • Pengelola & Staf
    • Dosen Pengajar
    • Hubungi Kami
  • Admisi
    • Informasi Seputar MeTSi
    • Jadwal Pendaftaran
    • Tata Cara Pendaftaran
    • Video Tutorial Pendaftaran
    • Leaflet & Flyer MeTSi
    • Contoh Soal TPA/TOEFL
  • Akademik
    • Magister berbasis Kuliah
      • Peta Kurikulum
      • Pra Kuliah
      • Mata Kuliah Semester I
      • Mata Kuliah Semester II
      • Mata Kuliah Semester III
      • Tesis Semester IV
      • SAP
    • Magister berbasis Penelitian
      • Alur Kurikulum
      • Mata Kuliah
    • Tema Penelitian Mahasiswa
  • Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Bidang Kerja Alumni
    • Daftar Alumni
    • Peta Sebaran Alumni
    • Layanan Legalisasi
  • Galery MeTSi
  • Tracer Study
    • Formulir
      • Tracer Study Mahasiswa
      • Tracer Study Alumni
      • Tracer Pengguna Alumni
    • Laporan
      • Laporan Survey Kepuasan Mahasiswa MeTSi
      • Laporan Tracer Lulusan MeTSi
      • Laporan Tracer Pengguna Lulusan MeTSi
  • Beranda
  • Berita
  • Riset Mahasiswa MeTSi FT UGM Soroti Tantangan Limbah Panel Surya dalam Transisi Energi Indonesia

Riset Mahasiswa MeTSi FT UGM Soroti Tantangan Limbah Panel Surya dalam Transisi Energi Indonesia

  • Berita
  • 13 March 2026, 11.05
  • Oleh: Humas
  • 0

Di tengah percepatan transisi energi global, tenaga surya semakin dipandang sebagai salah satu tulang punggung sistem energi masa depan. Indonesia sendiri menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber utama dalam portofolio energi terbarukan nasional. Namun di balik optimisme terhadap pertumbuhan energi surya, muncul pertanyaan yang semakin mendapat perhatian para peneliti dan pembuat kebijakan: bagaimana mengelola limbah panel surya dalam skala besar ketika teknologi ini telah mencapai akhir masa pakainya?

Pertanyaan tersebut menjadi fokus penelitian Tika Rianna Iswardhani, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada angkatan 2023 Genap pada konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru dan Terbarukan. Dalam tesis berjudul: Analisis Dampak Kebijakan Pengelolaan Limbah Panel Surya terhadap Pertumbuhan PLTS di Indonesia dengan Pendekatan Sistem Dinamis. Tika meneliti hubungan kompleks antara pertumbuhan energi surya nasional, kebijakan pengelolaan limbah teknologi energi, serta implikasi ekonomi dan lingkungan yang menyertainya.

Menggunakan pendekatan sistem dinamis dengan perangkat lunak pemodelan Vensim, penelitian ini memetakan interaksi jangka panjang antara pertumbuhan kapasitas PLTS, timbulan limbah modul surya, serta berbagai alternatif kebijakan pengelolaan limbah. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang tidak hanya melihat dampak kebijakan secara statis, tetapi juga memahami bagaimana perubahan kebijakan dapat memengaruhi dinamika sistem energi secara keseluruhan dalam horizon waktu beberapa dekade. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dalam skenario Business as Usual (BaU), kapasitas PLTS di Indonesia berpotensi mencapai 131,26 gigawatt pada tahun 2060, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 20,224 persen sejak 2015. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa energi surya berpotensi memainkan peran signifikan dalam mendukung pencapaian target transisi energi nasional.

Namun, ekspansi energi surya yang masif juga membawa konsekuensi baru dalam bentuk peningkatan limbah panel surya. Penelitian ini memperkirakan bahwa limbah modul surya kumulatif di Indonesia dapat mencapai sekitar 1,5 juta ton pada tahun 2050, dan meningkat hingga 4,8 juta ton pada 2060. Laju timbulan limbah diproyeksikan meningkat drastis dari sekitar 996 ton per tahun pada 2025 menjadi hampir 497 ribu ton per tahun pada 2060. Temuan tersebut menegaskan pentingnya perencanaan kebijakan pengelolaan limbah panel surya sejak tahap awal pengembangan energi surya nasional. Tanpa kerangka kebijakan yang jelas, pertumbuhan energi bersih justru berpotensi memunculkan tantangan lingkungan baru di masa depan.

Dalam penelitian ini, beberapa alternatif pengelolaan limbah panel surya dianalisis, termasuk landfill, downcycling, dan upcycling, untuk menilai dampaknya terhadap biaya sistem energi serta pertumbuhan industri PLTS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan kebijakan pengelolaan limbah memang berpotensi meningkatkan biaya sistem dan sedikit menurunkan laju pertumbuhan PLTS. Namun, dampak tersebut relatif kecil sehingga tidak secara signifikan menghambat perkembangan energi surya. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya trade-off yang jelas antara manfaat lingkungan dan biaya ekonomi. Semakin tinggi tingkat pemulihan material dan manfaat lingkungan yang ingin dicapai, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan dalam sistem pengelolaan limbah.

Untuk mengurangi tekanan biaya tersebut, penelitian ini juga mengevaluasi potensi instrumen kebijakan tambahan seperti Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Kedua mekanisme ini dinilai dapat meningkatkan pendapatan dari proyek PLTS sehingga mampu membantu menjaga daya tarik investasi energi surya sekaligus mendukung pengelolaan limbah teknologi energi secara lebih berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah panel surya harus menjadi bagian integral dari strategi transisi energi nasional. Integrasi kebijakan pengelolaan limbah ke dalam peta jalan energi jangka panjang dinilai penting untuk memastikan bahwa ekspansi energi surya di Indonesia tetap selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam seminar tesis yang berlangsung pada Jumat, 9 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di Ruang Seminar Perpustakaan Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Dalam forum akademik tersebut, Tika Rianna Iswardhani memaparkan hasil pemodelan sistem dinamis yang menggambarkan hubungan antara pertumbuhan PLTS nasional, timbulan limbah panel surya, serta implikasi kebijakan pengelolaannya dalam jangka panjang. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. sebagai pembimbing utama dan Dr.Ing. Ir. Sihana, IPU. sebagai pembimbing pendamping. Diskusi yang berkembang dalam seminar tersebut menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, tetapi juga oleh kesiapan kebijakan dan infrastruktur pengelolaan limbah teknologi energi agar transformasi menuju sistem energi rendah karbon dapat berlangsung secara berkelanjutan.

ditulis oleh Arham

Tags: Ekonomi Sirkular Energi Surya Magister Teknik Sistem FT UGM SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau)

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita

  • Mengoptimalkan Panas Bumi Dieng: Riset Mahasiswa MeTSi Kaji Integrasi Thermal Energy Storage untuk Pemanas Air
  • Riset Mahasiswa MeTSi FT UGM Soroti Tantangan Limbah Panel Surya dalam Transisi Energi Indonesia
  • Dosen MeTSi FT UGM Turut Berkontribusi dalam QMUL-UGM Research Workshop tentang Teknologi Energi Masa Depan
  • Di Tengah Tekanan Biaya Energi dan Pajak Karbon, Mahasiswa MeTSi FT UGM Tawarkan Model PLTS Kompetitif untuk Kawasan Industri
  • Mahasiswa Magister Teknik Sistem Fakultas Teknik UGM Raih Medali Perunggu di Ajang International Student Summit 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Magister Teknik Sistem [MeTSi]
Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara No. 3 Barek, Yogyakarta 55281

Telp. : (0274) 550404, 6491852
Fax. : (0274) 550405

MeTSi Official Whatsapp: +62 821-6453-8871 (WA)
Kontak Admisi : +62 811-2550-405 (Call HP/WA)
Email : metsi.ft@ugm.ac.id

© 2017 MeTSi FT-UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY