Ketahanan pangan dan transisi energi menjadi dua agenda global yang semakin saling terkait dalam beberapa tahun terakhir. Food and Agriculture Organization (FAO) menekankan pentingnya pengembangan sistem pangan yang lebih berkelanjutan, termasuk melalui penerapan teknologi energi bersih pada sektor perikanan dan pertanian. Di saat yang sama, pemanfaatan energi surya berkembang pesat sebagai solusi untuk menyediakan energi yang terjangkau, rendah emisi, dan dapat menjangkau berbagai aktivitas produktif di tingkat lokal. Dalam konteks budidaya perikanan, kebutuhan energi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan produktivitas dan efisiensi usaha. Aerator berperan dalam menjaga kadar oksigen terlarut di dalam kolam sehingga kualitas air tetap terjaga dan pertumbuhan ikan berlangsung secara optimal. Namun, penggunaan aerator berbasis listrik konvensional dapat meningkatkan biaya operasional, terutama pada kolam budidaya yang memerlukan aerasi dalam waktu panjang dan beroperasi secara terus-menerus.
Kondisi tersebut mendorong pengembangan berbagai alternatif energi yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk mendukung sektor perikanan. Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi bagi sistem aerasi kolam ikan. Selain memanfaatkan sumber energi yang melimpah di Indonesia, pendekatan ini juga berpotensi menekan biaya operasional dan memperluas akses terhadap teknologi energi bersih di sektor budidaya perikanan. Berangkat dari konteks tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Rosyid Rizkyanto Jati, dari konsentrasi Sistem Energi Baru dan Terbarukan kelas reguler, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Rabu (10/6). Ia mempresentasikan rencana penelitian berjudul “Studi Kelayakan Penerapan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Aerator Kolam Ikan Air Tawar.”
Melalui penelitian ini, Rosyid akan menganalisis kelayakan penerapan sistem PLTS sebagai sumber energi untuk aerator kolam ikan air tawar. Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi mengenai desain sistem yang mampu memenuhi kebutuhan energi aerator secara andal, efisien, dan sesuai dengan karakteristik operasional budidaya perikanan. Untuk memahami kelayakan teknisnya, penelitian akan mengkaji kebutuhan daya aerator, durasi operasi harian, potensi radiasi matahari di lokasi, kapasitas panel surya, baterai, inverter, serta sistem kontrol yang diperlukan. Analisis teknis juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa sistem PLTS mampu menyuplai energi secara stabil, baik pada siang hari maupun ketika terjadi perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi produksi energi surya. Selanjutnya, penelitian akan mengevaluasi kelayakan ekonomi dari penerapan sistem tersebut. Kajian akan mencakup biaya investasi awal, biaya operasi dan pemeliharaan, potensi penghematan biaya listrik, serta periode pengembalian investasi. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat keekonomian sistem PLTS apabila diterapkan pada kegiatan budidaya ikan air tawar dalam skala operasional. Selain aspek teknis dan ekonomi, penelitian juga akan meninjau manfaat lingkungan dari penggunaan energi surya pada sektor perikanan. Pemanfaatan PLTS berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap listrik berbasis bahan bakar fosil, menurunkan emisi karbon dari aktivitas budidaya, serta mendukung praktik produksi pangan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Secara lebih luas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai desain dan kelayakan sistem PLTS untuk aerator kolam ikan air tawar yang aplikatif bagi para pembudidaya ikan. Pengembangan teknologi ini juga berpotensi membuka peluang integrasi antara energi terbarukan dan sektor perikanan produktif, khususnya bagi wilayah pedesaan dan kawasan budidaya yang membutuhkan solusi energi yang efisien dan mandiri. Dalam perspektif sistem energi, penelitian ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berlangsung pada sektor pembangkitan listrik skala besar, tetapi juga pada berbagai aktivitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan energi secara berkelanjutan. Integrasi energi surya pada sektor budidaya perikanan dapat menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi energi terbarukan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai dosen pembimbing utama dan Dr. Ir. Suhanan, DEA., IPU. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan riset ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik MeTSi FT UGM dalam mengembangkan solusi energi terbarukan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pengembangan penelitian ini, MeTSi FT UGM memperkuat komitmen dalam mendorong inovasi berbasis sistem yang mengintegrasikan energi bersih dengan sektor-sektor produktif. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Arham