Reklamasi lahan pascatambang menjadi salah satu tantangan penting dalam mewujudkan praktik pertambangan yang berkelanjutan. Keberhasilan reklamasi tidak hanya bergantung pada penataan lahan, tetapi juga pada ketersediaan media pembenah tanah yang mampu memperbaiki kualitas tanah bekas tambang secara efektif. Di sisi lain, pemanfaatan limbah industri sebagai sumber daya bernilai tambah menjadi peluang untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan.
Isu tersebut menjadi fokus hasil penelitian tesis Boy Parulian Hutapea, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dari konsentrasi Teknik Sistem Industri. Penelitian berjudul “Analisis Tekno Ekonomi Produksi Reject Coal Biochar sebagai Media Pembenah Tanah untuk Reklamasi Pertambangan” mengembangkan rancangan sistem produksi reject coal biochar sebagai alternatif media pembenah tanah yang mendukung kebutuhan reklamasi lahan tambang secara berkelanjutan.
Penelitian dilatarbelakangi oleh besarnya potensi reject coal, yaitu material sisa proses pencucian batubara yang masih memiliki kandungan karbon tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan memanfaatkan rencana reklamasi PT Kideco Jaya Agung periode 2025–2029 sebagai dasar analisis, penelitian menghitung kebutuhan kapasitas produksi berdasarkan target luas reklamasi sehingga menghasilkan rancangan sistem produksi yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi produk yang optimal terdiri atas 70 persen reject coal biochar dan 30 persen kompos sehingga mampu berfungsi sebagai media pembenah tanah untuk mendukung proses reklamasi. Rancangan proses produksi meliputi tahapan pengeringan (drying), pengecilan ukuran (size reduction), pirolisis lambat (slow pyrolysis), kondensasi, dan pencampuran (mixing). Pada tahap awal, drying shelter digunakan untuk menurunkan kadar air bahan baku hingga di bawah 10 persen guna meningkatkan efisiensi proses pirolisis.
Penelitian juga menyusun kebutuhan fasilitas produksi melalui pemilihan spesifikasi jaw crusher, slow pyrolysis reactor, dan mixing machine, beserta jumlah unit yang diperlukan agar kapasitas produksi mampu memenuhi target reklamasi perusahaan. Dari aspek operasional, sistem produksi dirancang dengan empat personel yang terdiri atas seorang penanggung jawab produksi, dua staf produksi, dan seorang staf gudang untuk mendukung proses produksi secara efisien.
Selain aspek proses, penelitian merancang tata letak fasilitas produksi yang mengintegrasikan area penerimaan bahan baku, pengeringan, size reduction, pirolisis, pencampuran, pergudangan, dan fasilitas pendukung dalam satu alur material yang sistematis. Rancangan tersebut menjadi dasar bagi pengembangan analisis dampak lingkungan dan kelayakan ekonomi pada tahapan penelitian berikutnya sehingga sistem produksi yang dihasilkan dapat dievaluasi secara lebih komprehensif.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr. Joko Wintoko, S.T., M.Sc. sebagai dosen pembimbing utama dan Dr.-Ing. Ir. Donatus Hendra Amijaya, S.T., M.T., IPM. sebagai dosen pembimbing pendamping. Melalui penelitian ini, MeTSi FT UGM terus mengembangkan riset rekayasa sistem yang mendorong pemanfaatan limbah industri menjadi produk bernilai tambah. Pendekatan yang dikembangkan memberikan dasar bagi pengembangan sistem produksi reject coal biochar yang mampu mendukung reklamasi pertambangan secara lebih efisien sekaligus memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular pada sektor pertambangan Indonesia.
Penulis: Arham