Analisis Life Cycle Assessment (LCA) Untuk Revitalisasi Pengelolaan Sampah Kota
(Studi Kasus: TPA Ngembak, Purwodadi)
Mahasiswa Peneliti:
Wiwit Agung Cahyo Nugroho
Pembimbing:
Prof. Ir. Muslikhin Hidayat, S.T., M.T., Ph.D., IPU.
Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.
Kabupaten Grobogan menghasilkan sekitar 315.817 ton sampah perkotaan per tahun, dengan sekitar 65 ton per hari dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngembak Purwodadi, yang kapasitasnya telah mencapai 70%. TPA ini menerapkan sistem penimbunan sampah terkendali, sementara beberapa fasilitas pengolahan sampah seperti komposting, pirolisis, dan budidaya magot belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi alternatif sistem pengelolaan sampah menggunakan pendekatan Analisis Daur Hidup (LCA). Unit fungsional ditetapkan sebesar 1 ton sampah yang diproses, dengan batas sistem gate-to-grave. Tiga skenario dianalisis, yaitu: (1) komposting dengan residu ditimbun di tempat pemrosesan akhir (kondisi eksisting), (2) komposting dikombinasikan dengan pirolisis, dan (3) komposting dikombinasikan dengan bahan bakar turunan dari sampah (RDF). Data inventori diolah menggunakan SimaPro Developer versi 10.2.0.3 dengan berbagai basis data internasional, sedangkan penilaian dampak lingkungan dilakukan menggunakan metode EN 15804 untuk kategori perubahan cuaca, asidifikasi, dan eutrofikasi laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penimbunan sampah menghasilkan dampak lingkungan tertinggi pada seluruh kategori yang dianalisis, yaitu asidifikasi (4.103,02 mol H⁺ eq), perubahan cuaca (1.623.197,2 kg CO₂ eq), dan eutrofikasi laut (35.699,66 kg N eq) sehingga tidak layak dipertahankan sebagai metode utama di TPA Ngembak Purwodadi. Sebaliknya, komposting dan pirolisis (skenario 2) menunjukkan kinerja lingkungan terbaik dengan nilai dampak yang paling rendah dan relatif sebanding pada ketiga kategori tersebut, menjadikannya metode paling optimal untuk diterapkan sesuai dengan karakteristik sampah di TPA Ngembak. Proses RDF berada pada tingkat dampak menengah sehingga lebih tepat diposisikan sebagai teknologi pendukung untuk pengolahan fraksi sampah bernilai kalor. Dengan demikian, strategi pengelolaan sampah terbaik untuk TPA Ngembak Purwodadi adalah penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mengutamakan komposting untuk fraksi organik, pirolisis untuk fraksi plastik terpilah, dan RDF sebagai solusi transisi, sementara penimbunan sampah difungsikan secara terbatas hanya sebagai tempat pembuangan residu akhir guna menekan dampak lingkungan secara signifikan dan berkelanjutan.