Sivitas akademika Magister Teknik Sistem (MeTSi) turut ambil bagian dalam kegiatan Engineering Fun Run 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dalam rangka Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-80 FT UGM. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan, sportivitas, dan penguatan jejaring antar sivitas akademika di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Engineering Fun Run 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, lokasi start & finish berada di kawasan Tugu Fakultas Teknik UGM, dengan dua kategori lari yang disediakan, yaitu 5K dan 8K. Acara ini terbuka secara khusus bagi sivitas akademika UGM dan dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat solidaritas lintas program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni.
Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali mencetak lulusan berkualitas pada Wisuda Program Pascasarjana UGM Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada 21 Januari 2026. Para wisudawan dan wisudawati MeTSi menorehkan capaian akademik melalui riset tesis yang berorientasi pada solusi sistemik, inovasi teknologi, serta isu strategis energi dan keberlanjutan. Selain itu, dari kelima wisudawan pada periode ini, 2 diantaranya berhasil menorehkan prestasi akademik dengan meraih predikat cumlaude (pujian). Kedua mahasiswa tersebut adalah Nurisma Zenita Dewi, S.Tr.T., M.Eng. dan Margareta Rosemary, S.Si., M.Eng.
Evaluasi Penerapan Sistem Pemilahan Sampah Menggunakan Pendekatan Social Life Cycle Assesment (S-LCA) (Studi Kasus: TPST Sendangsari)
Mahasiswa Peneliti:
Nurisma Zenita Dewi
Dosen Pembimbing:
Ir. Muhammad Mufti Azis, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.
Ir. Ayodya Pradhipta Tenggara, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.
Pemerintah Kabupaten Sleman mendirikan TPST Sendangsari yang terletak di Kapanewon Minggir untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang bertujuan untuk meminimalisir bahaya bagi lingkungan dan kesehatan akibat sampah yang menumpuk. Namun, pengolahan sampah yang dilakukan belum optimal karena sampah yang masuk ke TPST masih dalam kondisi tercampur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi partisipasi masyarakat melalui uji teknis sampah sebelum dan sesudah perlakuan, mengevaluasi dampak sosial pendekatan S-LCA pada lima pemangku kepentingan, dan menilai keberlanjutan sistem pemilahan rumah tangga melalui skema insentif yang dirancang berdasarkan hasil penilaian S-LCA. Penelitian ini menggunakan uji paired sample-t untuk mengetahui perbedaan signifikan pada parameter timbulan, volume, dan kadar air sampah yang disesuaikan dengan pedoman SNI 1994. Selanjutnya, analisis S- LCA yang disesuaikan dengan pedoman UNEP SETAC. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pendekatan sosial dengan penurunan fraksi organik dan kadar air serta peningkatan fraksi anorganik dari 27,11% menjadi 79,03% setelah sosialisasi. Uji teknis sampah membuktikan meningkatnya partisipasi masyarakat melalui kepatuhan pemilahan. Analisis S-LCA memberikan dampak positif pada kesehatan konsumen, komitmen rumah tangga, keterlibatan masyarakat lokal, dan jam kerja efektif pekerja TPST. Namun, terdapat hotspot sosial seperti kesehatan pekerja TPST, persaingan tidak adil pengangkut sampah, rendahnya keterlibatan pengangkut, serta minimnya dampak ekonomi pada masyarakat umum. Skema insentif meliputi penyesuaian retribusi, penghargaan sosial, dan denda pelanggaran untuk mendukung keberlanjutan sistem pemilahan.
Kultivasi Mikroalga dengan Doping Eco Enzim untuk Meningkatkan Biomassa Chlorella vulgaris sebagai Bahan Baku Sustainable Aviation Fuel (SAF)
Mahasiswa Peneliti:
Margareta Rosemary
Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Eng. Ir. Arief Budiman, M. S., IPU.
Dr. Ir. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng.
Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE). Biomassa mikroalga merupakan sumber EBT yang menjanjikan karena dapat dikonversi menjadi bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan. Penelitian ini mempelajari potensi eco enzim, senyawa cair kompleks yang difermentasi dari limbah kulit buah, sebagai sumber fitohormon alami untuk meningkatkan pertumbuhan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan mikroalga Chlorella vulgaris melalui variasi doping eco enzim, nutrisi, dan pH. Adapun variabel bebas penelitian ini adalah dosis eco enzim (0 – 7 mL/L), nutrisi (0,5 – 1,5 mL/L), pH (6 – 10) dan variabel terikatnya kepadatan sel mikroalga. Metode optimasi yang digunakan adalah Response Surface Methodology. Penghitungan kepadatan sel setiap perlakuan dilakukan selama 7 hari berturut-turut dengan mikroskop. Kinetika pertumbuhan sel C. vulgaris pada keadaan optimal dapat digambarkan dengan baik menggunakan Model Gompertz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doping eco enzim pada dosis 7 mL/L, nutrisi 0,5 mL/L, dan pH 10 secara signifikan meningkatkan kepadatan sel C. vulgaris 22% dibandingkan dengan kontrol. Temuan ini menyoroti eco enzim sebagai solusi ramah lingkungan dan ekonomis untuk meningkatkan produksi biomassa mikroalga yang berkontribusi pada pengembangan SAF.
Optimasi Sistem Kultivasi Mikroalga Chlorella vulgaris Sebagai Penghasil Biohidrogen
Mahasiswa Peneliti:
Dafa Rizki Kurniawan
Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Eng. Ir. Arief Budiman, M. S., IPU.
Dr. Ir. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng.
Meningkatnya permintaan energi bersih dan berkelanjutan menuntut inovasi teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Krisis energi global, akibat negatif perubahan iklim, mempercepat transisi menuju sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. Urgensi pengembangan hidrogen, khususnya hidrogen hijau, semakin meningkat di Indonesia seiring kebutuhan transisi energi nasional, target Net Zero Emission 2060, serta tuntutan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil di sektor industri, transportasi, dan pembangkitan listrik. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi sistem kultivasi mikroalga Chlorella vulgaris sebagai penghasil biohidrogen melalui pendekatan hibrida yang menggabungkan proses biofotolisis dan elektrolisis. Tiga variabel utama pH medium, lama penyinaran, dan tegangan elektrolisis dioptimasi menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Face-centered Composite Design (FCCD) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap jumlah sel, biomassa, nilai optical density (OD 680 nm), serta produktivitas hidrogen terlarut. Analisis lanjutan menggunakan ANOVA, paired t-test, dan korelasi Pearson diterapkan untuk menilai signifikansi dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal dicapai pada pH 10, lama penyinaran 24 jam, dan tegangan 12 V, menghasilkan kepadatan sel 1,47 × 10⁷ sel/mL, biomassa 523,75 mg/L, nilai OD 0,636, serta produktivitas hidrogen sebesar 227,101 ppb/hari dengan desirability 0,955. Model Gompertz terbukti paling sesuai menggambarkan pola pertumbuhan kultur dengan tingkat kecocokan 98,97% untuk OD dan 96,16% untuk jumlah sel. Selain itu, terdapat korelasi positif signifikan dengan peningkatan produktivitas hidrogen oleh mikroalga C. vulgaris (r = 0,724; 0,764, dan p-value 0,027; 0,017 < 0,05) antara kepadatan sel dan produksi hidrogen, yang menegaskan bahwa peningkatan pertumbuhan mikroalga berkontribusi langsung pada peningkatan produksi biohidrogen.
Perencanaan Sistem Pembangkit Listrik Hybrid Solar PV dan Turbin Gas Generator di Fasilitas Living Quarter Pada Unit Produksi Terapung Industri Minyak dan Gas
Mahasiswa Peneliti:
Cipta Kurniawan
Dosen Pembimbing:
Dr. Ir. Suhanan, DEA., IPU.
Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo S.T., M.Eng., IPM.
Konsumsi bahan bakar gas alam pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gas Turbin Generator di fasilitas Floating Production Unit (FPU) Jangkrik menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya efisiensi energi sektor migas lepas pantai. PLTG berperan penting dalam menunjang proses produksi gas alam, namun konsumsi bahan bakar gas (BBG) mencapai sekitar 4% dari total produksi gas, dengan rerata penggunaan sebesar 65,9 MMSCF per bulan atau senilai Rp 2,3 miliar per bulan. Nilai ini menunjukkan beban biaya operasional yang signifikan, sekaligus ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimasi untuk menekan konsumsi BBG dan biaya operasional, serta mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada Unit Produksi Terapung (FPU) di lepas pantai Selat Makassar, sekitar 70 km dari garis pantai Kalimantan Timur.
Analisa Sistem Kehandalan PLTS Rooftop On-Grid pada PT. X di Yogyakarta dengan Sistem Hibrida untuk Proses Produksi
Mahasiswa Peneliti:
Almaaidah Puri Galevien
Dosen Pembimbing:
Dr. Eng. Ir. Mohammad Kholid Ridwan, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng.
Dr. Ing. Ir. Awang Noor Indra Wardana, S.T., M.T., M.Sc., IPM.
Sektor-sektor dengan konsumsi energi tinggi di negara berkembang menghadapi dua tantangan sekaligus: mengurangi emisi gas rumah kaca sambil menjaga pasokan energi yang stabil dan terjangkau. Sistem panel surya di atap bangunan menjadi solusi potensial, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia yang memiliki intensitas cahaya matahari tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan komprehensif untuk menilai kelayakan struktural, ekonomi, dan keselamatan dari penerapan sistem PLTS atap pada sektor Fast- Moving Consumer Goods (FMCG). Analisis struktural menggunakan rasio PMM menunjukkan bahwa atap industri mampu menopang sistem PLTS berkapasitas 599 kWp dengan penguatan minimal. Dari sisi ekonomi, hasil penelitian menunjukkan kelayakan yang signifikan, dengan biaya energi (Levelized Cost of Energy/LCOE) sebesar Rp 261,40/kWh (sekitar USD 0,016/kWh), penghematan tahunan sebesar Rp 1,36 miliar (sekitar USD 89.000), tingkat pengembalian investasi atau Return on Investment (ROI) mencapai 570%, dan waktu balik modal selama 3,73 tahun. Evaluasi keselamatan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) mengidentifikasi bahaya utama, yaitu pekerjaan di ketinggian, gangguan listrik, dan risiko kebakaran, serta merekomendasikan langkah-langkah mitigasi sesuai standar IEC dan peraturan Indonesia. Temuan penelitian ini memberikan model yang dapat direplikasi untuk menilai sistem PLTS atap di sektor-sektor intensif energi serta menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dan pemimpin industri untuk mempercepat adopsi energi terbarukan di negara-negara tropis yang sedang berkembang.
Aktivitas riset di Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan perkembangan pesat terutama dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah. Seperti yang kita ketahui bahwa permasalahan sampah hingga hari ini masih menyimpan segudang persoalan yang sulit untuk diselesaikan. Demi menghadirkan berbagai alternatif dan solusi, mahasiswa MeTSi angkatan 2024 genap turut serta dalam menyumbangkan solusi inovatif untuk menghadirkan berbagai alternatif.
Penelitian yang dilakukan oleh Nurisma Zenita Dewi berjudul “Evaluasi Penerapan Sistem Pemilahan Sampah Menggunakan Pendekatan Social Life Cycle Assesment (S-LCA) (Studi Kasus:TPST Sendangsari)” berlokasi di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir bahaya bagi lingkungan dan kesehatan akibat sampah yang menumpuk. Namun, pengolahan sampah yang dilakukan belum optimal karena sampah yang masuk ke TPST masih dalam kondisi tercampur. Penelitian ini di bawah bimbingan Ir. Muhammad Mufti Azis, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. dan Ir. Ayodya Pradhipta Tenggara, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. yang mana keduanya memiliki kepakaran yang erat kaitannya dengan Life Cycle Assesment.
Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1934/UN1.P/KPT/HUKOR/2025, UGM menetapkan Prof. Ir. Bertha Maya Shopa, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. sebagai Ketua Program Magister Program Studi Magister Teknik Sistem untuk periode 2026–2031, terhitung mulai 4 Januari 2026.
Pengangkatan ini menandai berakhirnya masa jabatan Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU., ASEAN Eng. sebagai Ketua Program Studi Magister Teknik Sistem periode 2021–2025. Selama masa kepemimpinannya, Prof. Arief Budiman telah memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan tata kelola program studi, pengembangan kurikulum berbasis sistem, serta peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi di lingkungan MeTSi FT UGM.
Achmad Tarmizi bukan hanya alumnus Magister Teknik Sistem FT-UGM, tetapi juga dikenal sebagai sosok pemecah Rekor MURI dengan gelar terbanyak di Indonesia. Ia tercatat memiliki 83 gelar, terdiri dari 11 gelar akademik dan 72 gelar non-akademik, sebuah capaian luar biasa dalam dunia pendidikan dan kepemimpinan.
Pada episode Podcast MeTSi ini, Tim kami berbincang bersama Achmad Tarmizi, PLH Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) tahun 2021, yang juga memiliki pengalaman panjang sebagai pimpinan birokrasi dan aparatur pemerintahan.