• UGM
  • FT-UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Ujian Masuk UGM
  • webmail
Universitas Gadjah Mada Magister Teknik Sistem
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
    • Konsentrasi Studi
    • Pengelola & Staf
    • Dosen Pengajar
    • Hubungi Kami
  • Admisi
    • Informasi Seputar MeTSi
    • Jadwal Pendaftaran
    • Tata Cara Pendaftaran
    • Video Tutorial Pendaftaran
    • Leaflet & Flyer MeTSi
    • Contoh Soal TPA/TOEFL
  • Akademik
    • Magister berbasis Kuliah
      • Peta Kurikulum
      • Pra Kuliah
      • Mata Kuliah Semester I
      • Mata Kuliah Semester II
      • Mata Kuliah Semester III
      • Tesis Semester IV
      • SAP
    • Magister berbasis Penelitian
      • Alur Kurikulum
      • Mata Kuliah
    • Tema Penelitian Mahasiswa
  • Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Bidang Kerja Alumni
    • Daftar Alumni
    • Peta Sebaran Alumni
    • Layanan Legalisasi
  • Galery MeTSi
  • Tracer Study
    • Formulir
      • Tracer Study Mahasiswa
      • Tracer Study Alumni
      • Tracer Pengguna Alumni
    • Laporan
      • Laporan Survey Kepuasan Mahasiswa MeTSi
      • Laporan Tracer Lulusan MeTSi
      • Laporan Tracer Pengguna Lulusan MeTSi
  • Beranda
  • Berita
  • Hermawan Kaji Kelayakan Stasiun Pengisian Hidrogen Hijau Perkotaan sebagai Fondasi Ekosistem Transportasi Rendah Emisi

Hermawan Kaji Kelayakan Stasiun Pengisian Hidrogen Hijau Perkotaan sebagai Fondasi Ekosistem Transportasi Rendah Emisi

  • Berita
  • 14 January 2026, 17.31
  • Oleh: Humas
  • 0

Transisi menuju sistem transportasi rendah karbon di Indonesia memerlukan inovasi teknologi sekaligus kajian keekonomian yang matang. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Universitas Gadjah Mada (UGM) program Magister by Research (MbR), Hermawan, melakukan riset bertajuk Perencanaan dan Analisis Tekno Ekonomi Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (Studi Kasus: PT ABC di Area Jakarta).

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya emisi karbon dioksida (CO₂) sektor transportasi darat serta komitmen nasional dan global dalam percepatan penurunan emisi gas rumah kaca. Hidrogen dinilai sebagai kandidat kuat bahan bakar masa depan karena bersifat tanpa emisi pada titik penggunaan, memiliki densitas energi tinggi, serta waktu pengisian yang cepat, sehingga relevan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan

Riset ini memfokuskan pada pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) skala kecil dengan kapasitas produksi ≤10 kg hidrogen per hari. Hidrogen diproduksi secara in situ menggunakan teknologi elektrolisis air yang disuplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pendekatan ini dirancang untuk menekan kompleksitas rantai pasok, mengurangi biaya logistik, serta memastikan hidrogen yang dihasilkan tergolong hidrogen hijau atau rendah emisi

Dari sisi teknis, kajian mencakup pemilihan teknologi elektroliser alkaline water electrolyzer dan proton exchange membrane (PEM) dengan mempertimbangkan efisiensi, biaya investasi, kematangan teknologi, serta kesesuaian operasional di lingkungan perkotaan. Sistem penyimpanan hidrogen bertekanan dan integrasi PLTS juga dianalisis untuk memastikan keandalan dan keselamatan sistem SPBH.

Sementara itu, analisis ekonomi dilakukan menggunakan indikator CAPEX, OPEX, biaya produksi hidrogen per kilogram, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), serta Minimum Selling Price (MSP) dengan asumsi umur proyek 10 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa SPBH skala kecil masih berada pada batas keekonomian, dengan NPV mendekati nol pada harga jual tertentu. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan kebijakan, insentif, atau skema pembiayaan khusus agar proyek percontohan hidrogen dapat layak secara finansial.

Meski demikian, penelitian ini menegaskan peran strategis SPBH skala kecil sebagai fase inisiasi pengembangan hidrogen nasional, sejalan dengan Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional. Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, proyek ini berpotensi menjadi laboratorium pembelajaran teknis, operasional, dan bisnis dalam membangun ekosistem hidrogen Indonesia secara berkelanjutan.

Penelitian Hermawan dibimbing oleh Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Suhanan, DEA., IPU. Hasil riset diharapkan dapat menjadi rujukan bagi PT ABC, pemerintah, serta akademisi dalam merumuskan kebijakan, strategi investasi, dan penelitian lanjutan terkait pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar transportasi berkelanjutan di Indonesia.

 

ditulis oleh Arham
direview oleh Humas MeTSi

Tags: SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita

  • Di Tengah Tekanan Biaya Energi dan Pajak Karbon, Mahasiswa MeTSi FT UGM Tawarkan Model PLTS Kompetitif untuk Kawasan Industri
  • Mahasiswa Magister Teknik Sistem Fakultas Teknik UGM Raih Medali Perunggu di Ajang International Student Summit 2026
  • Komitmen Mencetak Generasi Unggul Bidang Rekayasa Sistem, MeTSi UGM Laksanakan Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Jalur Afirmasi
  • Optimasi Algae Fuel Cell Berbasis Biochar, Mahasiswa MeTSi FT UGM Kembangkan Solusi Bioenergi dan Pengolahan Limbah
  • Pengawas Panel Surya: Inovasi Inspeksi PLTS Berbasis Artificial Intelligence Karya Mahasiswa MeTSi
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Magister Teknik Sistem [MeTSi]
Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara No. 3 Barek, Yogyakarta 55281

Telp. : (0274) 550404, 6491852
Fax. : (0274) 550405

MeTSi Official Whatsapp: +62 821-6453-8871 (WA)
Kontak Admisi : +62 811-2550-405 (Call HP/WA)
Email : metsi.ft@ugm.ac.id

© 2017 MeTSi FT-UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY