Peningkatan efisiensi energi menjadi salah satu fokus utama dalam transisi energi global, terutama pada sektor pembangkitan energi terbarukan. Berbagai negara mulai mengembangkan pendekatan waste heat recovery untuk memanfaatkan panas sisa dari proses industri dan pembangkitan listrik guna meningkatkan efisiensi sistem energi secara menyeluruh. Pendekatan ini berkembang karena sebagian energi termal pada sistem pembangkitan masih belum termanfaatkan secara optimal dan terbuang ke lingkungan. Dalam konteks pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), fluida brine yang diinjeksikan kembali ke reservoir masih menyimpan potensi panas sisa yang cukup besar. Pemanfaatan panas residual tersebut membuka peluang pengembangan sistem energi terintegrasi yang mampu menghasilkan nilai tambah di luar fungsi utama pembangkitan listrik. Salah satu potensi pemanfaatannya adalah untuk sistem pengeringan termal pada berbagai komoditas yang memerlukan proses pengeringan terkontrol dan berkelanjutan.
Kebutuhan terhadap optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi tersebut mendorong pengembangan penelitian mengenai pemanfaatan panas brine untuk sistem pengeringan multiguna. Mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Rais Ahmad Mutawakil dari konsentrasi Sistem Energi Baru dan Terbarukan kelas reguler, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Selasa (26/5) di Perpustakaan MeTSi Lantai 2. Ia mempresentasikan rencana penelitian berjudul “Studi Kelayakan Pemanfaatan Panas Brine untuk Sistem Pengeringan Multiguna di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Wayang Windu.” Dalam rencana penelitian ini, panas brine dari PLTP Wayang Windu akan dikaji sebagai sumber energi termal untuk mendukung sistem pengeringan multiguna tanpa mengganggu operasi utama pembangkit listrik panas bumi. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi melalui penggunaan panas sisa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Untuk memahami potensi implementasinya, penelitian akan menganalisis potensi energi panas brine, kebutuhan panas sistem pengering, serta kesesuaian teknologi penukar panas (heat exchanger) dalam proses perpindahan energi termal. Analisis dilakukan untuk mengetahui kemampuan sistem dalam mentransfer panas dari fluida brine ke media pengering dengan mempertimbangkan temperatur, laju alir fluida, dan kapasitas panas yang tersedia pada sistem PLTP. Penelitian ini juga akan mengkaji penerapan sistem pengeringan multiguna untuk berbagai jenis komoditas yang membutuhkan proses pengeringan terkontrol. Sistem pengering tersebut direncanakan dapat diterapkan pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan, maupun produk lokal lainnya yang memerlukan stabilitas temperatur dan efisiensi energi selama proses pengeringan. Pendekatan ini membuka peluang pengembangan teknologi energi terbarukan yang terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor produksi lokal.
Selanjutnya, penelitian akan mengevaluasi kelayakan pemanfaatan panas brine dari aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan secara terintegrasi. Dari sisi teknis, analisis akan dilakukan terhadap karakteristik temperatur, kapasitas panas, dan kestabilan suplai energi termal dari sistem PLTP. Dari sisi ekonomi, penelitian akan mengevaluasi kebutuhan investasi, biaya operasional, potensi penghematan energi, serta peluang peningkatan nilai tambah produk hasil pengeringan. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan panas sisa ini berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar fosil pada sistem pengering konvensional sekaligus meningkatkan efisiensi energi pada pembangkit panas bumi. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai strategi optimal pemanfaatan panas sisa panas bumi untuk mendukung sistem pengeringan berbasis energi bersih. Pendekatan ini berpotensi memperluas pemanfaatan energi panas bumi dari sektor pembangkitan listrik menuju sistem pemanfaatan energi terintegrasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam perspektif sistem energi, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan konsep cascade utilization dalam energi panas bumi. Pemanfaatan energi secara bertingkat memungkinkan sumber energi panas bumi digunakan secara lebih maksimal melalui integrasi antara pembangkitan listrik dan pemanfaatan panas residual untuk kebutuhan sektor lain. Pendekatan ini mendukung pengembangan sistem energi yang lebih efisien, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan sumber daya energi nasional. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr. Ir. Suhanan, DEA. sebagai dosen pembimbing utama dan Dr. Ir. Khasani, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan riset ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik dalam bidang sistem energi terbarukan berbasis efisiensi energi dan pemanfaatan panas residual. Melalui pengembangan penelitian ini, MeTSi FT UGM memperkuat komitmen dalam mendukung inovasi sistem energi berkelanjutan yang mengintegrasikan teknologi panas bumi, efisiensi energi, dan pemanfaatan energi residual untuk kebutuhan produktif. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung transisi energi nasional menuju sistem energi yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Penulis: Arham