• UGM
  • FT-UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Ujian Masuk UGM
  • webmail
Universitas Gadjah Mada Magister Teknik Sistem
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
    • Konsentrasi Studi
    • Pengelola & Staf
    • Dosen Pengajar
    • Hubungi Kami
  • Admisi
    • Informasi Seputar MeTSi
    • Jadwal Pendaftaran
    • Tata Cara Pendaftaran
    • Video Tutorial Pendaftaran
    • Leaflet & Flyer MeTSi
    • Contoh Soal TPA/TOEFL
  • Akademik
    • Magister berbasis Kuliah
      • Peta Kurikulum
      • Pra Kuliah
      • Mata Kuliah Semester I
      • Mata Kuliah Semester II
      • Mata Kuliah Semester III
      • Tesis Semester IV
      • SAP
    • Magister berbasis Penelitian
      • Alur Kurikulum
      • Mata Kuliah
    • Tema Penelitian Mahasiswa
  • Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Bidang Kerja Alumni
    • Daftar Alumni
    • Peta Sebaran Alumni
    • Layanan Legalisasi
  • Galery MeTSi
  • Tracer Study
    • Formulir
      • Tracer Study Mahasiswa
      • Tracer Study Alumni
      • Tracer Pengguna Alumni
    • Laporan
      • Laporan Survey Kepuasan Mahasiswa MeTSi
      • Laporan Tracer Lulusan MeTSi
      • Laporan Tracer Pengguna Lulusan MeTSi
  • Beranda
  • Berita
  • Fahmi Rozak Teliti Pemanfaatan Infrastruktur Migas Eksisting untuk Transportasi Hidrogen di Delta Mahakam

Fahmi Rozak Teliti Pemanfaatan Infrastruktur Migas Eksisting untuk Transportasi Hidrogen di Delta Mahakam

  • Berita
  • 17 June 2026, 10.24
  • Oleh: Humas
  • 0

Transisi menuju sistem energi rendah karbon mendorong berbagai negara untuk mempercepat pengembangan ekonomi hidrogen. Hidrogen dipandang sebagai salah satu energy carrier yang berpotensi mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan pembangkitan listrik. Namun, pengembangan rantai pasok hidrogen masih menghadapi tantangan besar, terutama pada aspek infrastruktur transportasi yang membutuhkan investasi tinggi dan waktu implementasi yang panjang. Dalam konteks tersebut, repurposing infrastruktur minyak dan gas eksisting mulai berkembang sebagai salah satu strategi yang menjanjikan. Berbagai negara mulai mengkaji penggunaan jaringan pipa migas yang telah beroperasi untuk mendukung distribusi hidrogen karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan lebih cepat diimplementasikan dibandingkan pembangunan jaringan pipa baru. Pendekatan ini juga membuka peluang transformasi infrastruktur energi konvensional menuju sistem energi rendah karbon yang lebih berkelanjutan.

Kebutuhan terhadap pengembangan infrastruktur hidrogen yang efisien tersebut mendorong penelitian mengenai potensi pemanfaatan jaringan pipa eksisting di Indonesia. Mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, A. Fahmi Rozak, dari konsentrasi Sistem Energi Baru dan Terbarukan kelas reguler, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Senin (15/6). Ia mempresentasikan rencana penelitian berjudul “Repurposing Wellconnection Delta Mahakam untuk Transportasi Hidrogen Secara Teknis dan Ekonomis (Studi Kasus Pipeline SPUCPU).” Melalui penelitian ini, Fahmi akan mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomis pemanfaatan kembali jaringan well connection pipeline di Lapangan Delta Mahakam, khususnya pipa SPUCPU, sebagai sarana transportasi hidrogen. Penelitian ini berangkat dari potensi infrastruktur migas yang masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan ekonomi hidrogen di Indonesia sekaligus mengurangi kebutuhan investasi pembangunan jaringan pipa baru.

Untuk memahami kelayakan teknisnya, penelitian akan menganalisis berbagai aspek yang memengaruhi keamanan dan keandalan operasi transportasi hidrogen. Kajian akan mencakup integritas material pipa, ketahanan terhadap fenomena hydrogen embrittlement, kapasitas alir, tekanan operasi, kompatibilitas komponen perpipaan, serta kesesuaian terhadap standar keselamatan dan regulasi transportasi hidrogen. Aspek-aspek tersebut menjadi penting karena karakteristik hidrogen berbeda dengan gas alam dan memerlukan perhatian khusus dalam pengoperasiannya. Selanjutnya, penelitian juga akan melakukan simulasi kondisi operasi untuk mengevaluasi performa sistem perpipaan dan mengidentifikasi modifikasi yang diperlukan agar jaringan pipa dapat beroperasi secara aman dan andal dalam mengalirkan hidrogen. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan infrastruktur migas eksisting dalam mendukung pengembangan rantai pasok hidrogen di Indonesia.

Selain aspek teknis, penelitian juga akan meninjau kelayakan ekonomi dari skenario repurposing tersebut. Analisis akan mencakup biaya modifikasi dan investasi, biaya operasi dan pemeliharaan, serta perbandingan dengan pembangunan jaringan pipa hidrogen baru. Evaluasi ekonomi akan dilakukan menggunakan indikator seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), dan analisis sensitivitas terhadap harga hidrogen, tingkat utilisasi pipa, serta perubahan biaya investasi. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi mengenai strategi pemanfaatan infrastruktur migas eksisting untuk mendukung pengembangan ekonomi hidrogen nasional. Kajian ini juga berpotensi memberikan dasar bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan infrastruktur energi rendah karbon yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan sistem energi global. Dalam perspektif sistem energi, penelitian ini memiliki relevansi strategis karena menunjukkan bagaimana aset energi konvensional dapat ditransformasikan untuk mendukung teknologi energi masa depan. Pendekatan repurposing infrastruktur migas membuka peluang integrasi antara sektor minyak dan gas dengan pengembangan hidrogen hijau dan rendah karbon, sehingga mendukung upaya dekarbonisasi dan peningkatan nilai tambah infrastruktur energi nasional.

Penelitian ini berada di bawah bimbingan Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. sebagai dosen pembimbing utama dan Ir. Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., Ph.D. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan riset ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik MeTSi FT UGM dalam menjawab tantangan transisi energi melalui pendekatan berbasis sistem, inovasi teknologi, dan pemanfaatan infrastruktur energi yang berkelanjutan. Melalui pengembangan penelitian ini, MeTSi FT UGM memperkuat komitmen dalam mendorong riset yang mendukung transformasi sistem energi nasional menuju ekonomi rendah karbon. Inovasi dalam pemanfaatan infrastruktur eksisting menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem energi yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan di masa depan.

Penulis: Arham

Tags: Hidrogen dan Transisi Energi Magister Teknik Sistem FT UGM SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita

  • Zein Ibrahim Kaji Pemodelan Pengeringan RDF Bantargebang untuk Optimasi Kualitas Energi dari Sampah
  • April Riani Salyati dan Tim Kaji Dampak Lingkungan Pengolahan Sampah Makanan Berbasis Larva BSF Menggunakan Pendekatan E-LCA
  • Tri Handoyo dan Tim Kembangkan Model AI Hibrida untuk Prediksi Kinerja Turbin Gas di Industri Migas
  • Kornelis Kopong Ola dan Tim Kaji Optimasi Dimensi Heat Exchanger untuk Tingkatkan Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (WtE)
  • Filmon Seko Kaji Algoritma Hibrida untuk Optimasi Pengisian Cepat Baterai Lithium-Ion Pendukung PLTS
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Magister Teknik Sistem [MeTSi]
Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara No. 3 Barek, Yogyakarta 55281

Telp. : (0274) 550404, 6491852
Fax. : (0274) 550405

Kontak Admisi : +62 811-2550-405 (Call HP/WA)
Email : metsi.ft@ugm.ac.id

© 2017 MeTSi FT-UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY