Keselamatan kerja di sektor industri dan pertambangan menjadi perhatian global seiring meningkatnya kompleksitas sistem operasi dan penggunaan teknologi pada peralatan industri. International Labour Organization (ILO) mencatat bahwa kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja masih menyebabkan jutaan kasus setiap tahunnya dan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan keselamatan kerja berkembang dari sekadar pengendalian teknis menuju pendekatan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan interaksi antara manusia, teknologi, dan organisasi. Dalam konteks operasi alat berat, berbagai studi menunjukkan bahwa kecelakaan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi teknis peralatan, tetapi juga oleh faktor manusia dan lingkungan kerja. Kelelahan, beban kerja yang tinggi, tekanan psikologis, komunikasi yang kurang efektif, serta rendahnya budaya keselamatan dapat meningkatkan risiko kesalahan operasional dan kegagalan sistem. Oleh karena itu, peningkatan keselamatan dan kinerja operasi memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan faktor teknis dan faktor manusia secara bersamaan.
Kebutuhan terhadap pendekatan yang lebih holistik tersebut mendorong pengembangan kerangka kerja sosioteknis dalam pengelolaan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M) alat berat. Berangkat dari konteks tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Pradita Khalis Andhika, dari konsentrasi Sistem Industri kelas reguler, melaksanakan seminar proposal tesis pada Senin (22/6). Ia mempresentasikan rencana penelitian berjudul “Kerangka Kerja Sosioteknis Adaptif: Integrasi Data Operasional dan Faktor Psikososial Pekerja untuk Optimasi Keselamatan dan Kinerja O&M Alat Berat.” Melalui penelitian ini, Pradita akan mengembangkan kerangka kerja sosioteknis adaptif yang mengintegrasikan data operasional mesin dengan faktor psikososial pekerja untuk meningkatkan keselamatan dan kinerja operasi alat berat. Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa keandalan sistem industri dibentuk oleh interaksi antara kondisi teknis peralatan dan perilaku manusia yang mengoperasikannya.
Untuk memahami kondisi teknis sistem, penelitian akan menganalisis berbagai data operasional alat berat, seperti jam kerja alat, pola penggunaan, histori kerusakan, downtime, konsumsi bahan bakar, alarm sistem, serta jadwal perawatan. Data-data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi aktual peralatan dan pola operasi yang berpotensi memengaruhi kinerja maupun keselamatan kerja. Selanjutnya, penelitian juga akan mengkaji berbagai faktor psikososial yang memengaruhi perilaku pekerja dalam menjalankan aktivitas operasi dan pemeliharaan. Faktor yang akan dianalisis meliputi tingkat kelelahan, persepsi terhadap risiko, tekanan kerja, kepuasan kerja, serta kesiapan operator dan teknisi dalam menjalankan prosedur O&M. Pendekatan ini menjadi penting karena faktor manusia sering kali menjadi salah satu penyebab utama terjadinya insiden operasional di lingkungan industri. Melalui model sosioteknis adaptif yang dikembangkan, penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi hubungan antara kondisi peralatan, perilaku kerja, dan potensi risiko keselamatan secara lebih komprehensif. Hasil analisis tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menyusun rekomendasi terkait jadwal perawatan, pengaturan beban kerja, penguatan sistem pelaporan bahaya, serta strategi pencegahan kecelakaan berbasis data.
Selain berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja, pendekatan ini juga berpotensi meningkatkan keandalan alat berat dan efisiensi operasi secara keseluruhan. Integrasi antara data teknis dan faktor psikososial memungkinkan organisasi memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai sumber risiko dan peluang perbaikan dalam sistem operasi dan pemeliharaan. Dalam perspektif sistem industri, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih holistik dalam pengelolaan alat berat dengan menyeimbangkan dimensi teknologi dan dimensi manusia. Pendekatan sosioteknis adaptif menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sistem industri tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam memahami perilaku manusia dan membangun budaya keselamatan yang kuat.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU. sebagai dosen pembimbing utama dan Dr. Ir. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng., IPM. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan riset ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik MeTSi FT UGM dalam mengembangkan solusi berbasis sistem untuk menjawab tantangan keselamatan, keandalan, dan produktivitas di sektor industri. Melalui pengembangan penelitian ini, MeTSi FT UGM memperkuat komitmen dalam mendorong inovasi sistem industri yang mengintegrasikan teknologi, manusia, dan tata kelola organisasi secara berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya sistem operasi industri yang lebih aman, andal, dan adaptif terhadap dinamika dunia kerja modern.
Penulis: Arham