Ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat di wilayah perdesaan. Pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT) menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat pasokan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik eksternal.
Upaya tersebut menjadi fokus penelitian Saiful M., mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi) FT UGM dari konsentrasi Teknik Sistem Energi Baru Terbarukan (EBT). Gagasan penelitian berjudul Analisis Tekno-Ekonomi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTMH–PLTS) untuk Mendukung Desa Mandiri Energi Berbasis EBT di Padukuhan Kedungrong, Yogyakarta ini dipresentasikan dalam Seminar Proposal Tesis pada Rabu, 29 Juli 2026 di Ruang 202 Gedung MeTSi Lantai 2.
Penelitian ini dilatarbelakangi kondisi Padukuhan Kedungrong, Yogyakarta, yang telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sejak 2012. Kapasitas pembangkit eksisting belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sehingga masih terdapat ketergantungan terhadap jaringan PLN. Di sisi lain, lokasi tersebut memiliki potensi energi surya yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi tambahan.
Melalui penelitian yang diusulkan, Saiful M. akan menganalisis dan mengoptimalkan integrasi PLTMH dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan mendukung konsep desa mandiri energi berbasis EBT. Perancangan dan simulasi PLTS akan dilakukan menggunakan PVSyst dengan mempertimbangkan potensi radiasi matahari di lokasi penelitian.
Selanjutnya, integrasi PLTMH, PLTS, baterai, dan jaringan PLN akan dimodelkan menggunakan HOMER Pro. Pemodelan tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi tiga alternatif konfigurasi sistem, yaitu PLTMH–PLTS–Grid, PLTMH–PLTS–Baterai, dan PLTMH–PLTS–Grid–Baterai.
Masing-masing skenario akan dibandingkan berdasarkan sejumlah parameter teknis dan ekonomi, meliputi produksi energi, keandalan sistem, Net Present Cost (NPC), Levelized Cost of Energy (LCOE), biaya operasi, dan Payback Period. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) selanjutnya akan digunakan untuk menentukan konfigurasi sistem yang paling optimal berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Melalui penelitian ini, Saiful M. diharapkan dapat merumuskan rekomendasi konfigurasi sistem hibrid PLTMH–PLTS yang optimal secara teknis dan ekonomis. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam meningkatkan pemanfaatan potensi EBT lokal dan kemandirian energi masyarakat di Padukuhan Kedungrong.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai pembimbing utama dan dan Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng. sebagai pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik dalam pengembangan sistem energi terbarukan melalui integrasi pembangkit dan analisis teknis-ekonomi.
Melalui penelitian ini, Fakultas Teknik UGM turut mendorong pengembangan sistem energi berbasis EBT yang memadukan potensi energi lokal dengan pendekatan teknis dan ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem kelistrikan yang lebih andal serta memperkuat kemandirian energi masyarakat di tingkat lokal.
Penulis: Arham