Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai insiden kegagalan infrastruktur energi di berbagai negara menunjukkan bahwa integritas sistem pipa minyak dan gas menjadi isu global yang semakin krusial. Kebocoran pipa tidak hanya berdampak pada gangguan pasokan energi, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan dan kerusakan lingkungan yang signifikan. Seiring meningkatnya kompleksitas sistem energi dan tuntutan terhadap keandalan operasional, kemampuan untuk mendeteksi anomali secara akurat dan dini menjadi faktor kunci dalam pengelolaan aset energi.
Dalam konteks tersebut, pengembangan dan evaluasi metode inspeksi yang andal menjadi kebutuhan strategis dalam industri minyak dan gas. Pendekatan inspeksi yang tepat tidak hanya menentukan efektivitas deteksi cacat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan dalam pemeliharaan, mitigasi risiko, dan keberlanjutan operasional sistem. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ahmad Risnandar, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Rabu (29/4). Ia akan mengembangkan penelitian berjudul Analisis Komparatif Data In-Line Inspection dan Field DIG Verification untuk Inspeksi Pipa Penyalur Minyak & Gas.
Penelitian ini berfokus pada analisis komparatif dua metode utama inspeksi pipa, yaitu In-Line Inspection (ILI) dan Field DIG Verification. Metode ILI memanfaatkan teknologi sensor cerdas (smart pigging) yang bergerak di dalam pipa untuk mendeteksi anomali seperti korosi, retakan, dan deformasi. Sementara itu, Field DIG Verification dilakukan melalui penggalian langsung pada titik indikasi anomali guna memperoleh validasi kondisi aktual di lapangan. Melalui penelitian ini, Ahmad akan membandingkan hasil kedua metode tersebut untuk mengevaluasi tingkat akurasi, kesesuaian data, serta potensi deviasi dalam identifikasi cacat. Parameter yang dianalisis meliputi jenis cacat, ukuran, kedalaman, dan lokasi anomali. Pendekatan ini menjadi penting untuk memahami sejauh mana hasil inspeksi berbasis teknologi dapat merepresentasikan kondisi nyata infrastruktur pipa.
Dalam perspektif sistem industri energi, penelitian ini memiliki signifikansi yang kuat dalam mendukung pengelolaan aset berbasis risiko (risk-based asset management). Metode ILI menawarkan keunggulan dalam cakupan inspeksi yang luas dan efisiensi waktu, sehingga memungkinkan pemantauan kondisi pipa secara menyeluruh. Namun, keterbatasan resolusi sensor dan interpretasi data dapat memengaruhi tingkat akurasi deteksi. Di sisi lain, Field DIG Verification memberikan validasi langsung yang lebih presisi, meskipun membutuhkan sumber daya yang lebih besar. Analisis terhadap perbedaan karakteristik kedua metode ini diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat dalam merancang strategi inspeksi yang terintegrasi dan adaptif. Dengan mengombinasikan keunggulan masing-masing pendekatan, sistem inspeksi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan akurasi deteksi sekaligus efisiensi operasional. Secara lebih luas, penelitian ini berkontribusi pada upaya peningkatan keselamatan, keandalan operasional, serta efisiensi biaya dalam industri minyak dan gas. Penguatan integritas infrastruktur pipa tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga pada keberlanjutan sistem energi dan perlindungan lingkungan.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Ir. Wangi Pandan Sari, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai dosen pembimbing utama dan Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam riset ini menunjukkan peran aktif Magister Teknik Sistem FT UGM dalam mengembangkan solusi berbasis sistem industri yang relevan dengan kebutuhan sektor energi modern. Melalui penelitian ini, Fakultas Teknik UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan inovasi di bidang rekayasa sistem dan pengelolaan infrastruktur energi yang mengintegrasikan teknologi, analisis data, dan pendekatan berbasis risiko. Pendekatan ini mencerminkan transformasi industri energi menuju sistem yang efisien, andal, serta mampu mengantisipasi risiko secara proaktif dalam lingkungan operasional yang semakin kompleks. Penguatan integritas infrastruktur energi menjadi bagian strategis dalam menjaga keberlanjutan sistem energi, keselamatan publik, serta ketahanan energi nasional di masa depan.
ditulis oleh Arham