Transformasi industri pengolahan menjadi faktor kunci dalam penguatan struktur ekonomi nasional. Perubahan dinamika global, tekanan kompetisi, serta kebutuhan peningkatan nilai tambah mendorong perlunya pemetaan yang akurat terhadap perkembangan subsektor industri. Struktur industri yang tidak merata memengaruhi kontribusi ekonomi dan daya saing nasional, sehingga diperlukan pendekatan analitis yang mampu membaca pola perubahan secara sistematis dan terukur. Dalam kerangka tersebut, analisis berbasis sistem digunakan untuk memahami arah perkembangan industri secara komprehensif. Integrasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif memungkinkan identifikasi pola pertumbuhan, stabilitas perubahan, serta pengaruh faktor eksternal terhadap kinerja industri. Pendekatan ini memberikan dasar yang kuat dalam perumusan strategi penguatan industri yang adaptif terhadap dinamika ekonomi.
Berdasarkan pendekatan tersebut, mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Hani Nabillah, telah melaksanakan seminar hasil tesis pada Rabu (29/4) dengan judul “Analisis Transformasi dan Strategi Penguatan Industri Pengolahan Indonesia melalui Integrasi Markov Chain dan PESTEL.” Penelitian ini menganalisis dinamika struktural industri pengolahan Indonesia selama periode 2011–2025 dengan pendekatan berbasis sistem. Dalam penelitian ini, model Markov Chain digunakan untuk memetakan pola transisi antar subsektor industri secara dinamis. Model ini mengidentifikasi probabilitas perpindahan posisi subsektor dalam struktur industri dari waktu ke waktu. Analisis dilengkapi dengan Tipologi Klassen untuk mengelompokkan subsektor berdasarkan tingkat pertumbuhan dan kontribusi ekonomi, sehingga memberikan gambaran posisi relatif setiap subsektor dalam struktur industri nasional.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dinamika industri pengolahan di Indonesia berlangsung secara bertahap dengan tingkat transformasi yang relatif lambat. Struktur industri masih didominasi oleh subsektor yang belum berkembang secara optimal. Sebanyak 12,5% subsektor tergolong maju dan tumbuh pesat, 18,75% berada pada kategori maju namun tertekan, 43,75% termasuk dalam kategori potensial, dan 25% masih tertinggal. Distribusi ini menunjukkan dominasi subsektor pada tahap berkembang dengan kontribusi yang belum maksimal. Untuk menguji keandalan model, analisis perturbasi dilakukan dengan variasi probabilitas sebesar ±5% dan ±10%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model tetap stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan dalam proyeksi jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa model Markov Chain memiliki tingkat robustitas yang tinggi dalam memetakan dinamika struktural industri.
Selanjutnya, analisis diperluas melalui pendekatan PESTEL untuk mengevaluasi faktor eksternal yang memengaruhi kinerja subsektor industri. Penelitian ini dilakukan dengan dukungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dalam penentuan subsektor representatif serta pembobotan faktor eksternal. Subsektor yang dianalisis meliputi industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, industri logam dasar, serta industri kulit dan alas kaki. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa industri logam dasar memiliki kondisi eksternal yang paling kuat dibandingkan subsektor lainnya. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional berada pada posisi berikutnya, sementara industri kulit dan alas kaki menghadapi tekanan eksternal yang lebih besar. Temuan ini memberikan dasar strategis dalam menentukan prioritas pengembangan subsektor industri yang lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan. Dalam perspektif sistem industri, penelitian ini menghasilkan model analisis yang mengintegrasikan dinamika internal dan faktor eksternal secara simultan. Pendekatan ini mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam perumusan kebijakan industri serta memperkuat arah transformasi menuju struktur industri yang lebih seimbang dan berdaya saing.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. sebagai dosen pembimbing utama dan Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng. sebagai dosen pembimbing pendamping. Melalui hasil penelitian ini, Fakultas Teknik UGM menegaskan komitmen dalam pengembangan analisis sistem industri berbasis data untuk mendukung penguatan struktur industri nasional. Pendekatan terintegrasi ini memperkuat dasar perumusan kebijakan industri yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis bukti.
ditulis oleh Arham