Ketahanan rantai pasok mineral strategis menjadi isu global yang semakin penting seiring percepatan transisi energi dan perkembangan industri teknologi maju. Kebutuhan terhadap Rare Earth Elements (REE) meningkat tajam karena material ini digunakan dalam berbagai teknologi strategis, seperti baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, turbin angin, hingga perangkat elektronik berteknologi tinggi. Persaingan penguasaan rantai pasok REE juga berkembang menjadi bagian dari dinamika ekonomi dan geopolitik global. Dalam konteks tersebut, hilirisasi REE menjadi agenda strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah industri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Pengembangan roadmap hilirisasi diperlukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya mineral dilakukan secara terintegrasi, mulai dari rantai pasok, penguatan industri, hingga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Menjawab tantangan tersebut, Ketua Program Studi Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Bertha Maya Sopha, ST., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., berhasil memperoleh pendanaan Research Grant Bank Indonesia (RGBI) Tahun 2026. Pendanaan ini diberikan untuk penelitian berjudul “Roadmap Hilirisasi Rare Earth Elements (REE) dalam Mendukung Ketahanan Rantai Pasok Mineral Strategis, Nilai Tambah Industri, dan Stabilitas Ekonomi Nasional.” Prof. Bertha Maya Sopha memiliki bidang kepakaran pada Supply Chain Engineering & Management, Agent-Based Modeling and Simulation (ABMS), Industrial Ecology & Sistem Energi, serta Production Engineering/Sistem Produksi. Kepakaran tersebut menjadi landasan dalam pengembangan riset yang berfokus pada penguatan sistem industri dan rantai pasok mineral strategis berbasis pendekatan sistem.
Research Grant Bank Indonesia (RGBI) merupakan program pendanaan riset strategis yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Institute untuk mendukung pengembangan penelitian pada bidang ekonomi, moneter, dan sistem keuangan. Program ini memberikan hibah penelitian hingga Rp250 juta untuk setiap topik strategis yang mendukung perumusan kebijakan nasional berbasis riset. Penelitian yang dikembangkan Prof. Bertha berfokus pada penyusunan roadmap hilirisasi REE untuk memperkuat ketahanan rantai pasok mineral strategis di Indonesia. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah industri domestik, memperkuat integrasi sektor industri berbasis teknologi maju, serta mendukung stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Dalam perspektif sistem industri, pengembangan roadmap hilirisasi REE memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih. Penguatan rantai pasok mineral strategis juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri Indonesia di tengah perubahan struktur ekonomi global. Selain Prof. Bertha Maya Sopha, sejumlah dosen Fakultas Teknik UGM juga memperoleh pendanaan hibah dalam program Research Grant Bank Indonesia Tahun 2026. Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng. memperoleh pendanaan untuk riset mengenai ekonomi sirkular industri kendaraan listrik melalui daur naik limbah baterai sekunder menjadi material energy storage berbasis komposit logam tanah jarang. Sementara itu, Prof. Ir. Budi Hartono, ST, MPM, Ph.D., IPU., ASEAN Eng. mengembangkan riset terkait model bisnis dan pembiayaan adopsi household rooftop PV di Indonesia. Pendanaan juga diperoleh Prof. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D melalui riset mengenai penguatan kerangka regulasi aset keuangan digital berbasis knowledge graph. Pencapaian ini menunjukkan kontribusi aktif Fakultas Teknik UGM dalam pengembangan riset strategis yang mendukung penguatan industri, transformasi energi, dan kebijakan ekonomi nasional. Pendekatan riset berbasis sistem dan integrasi multidisiplin menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan industri dan teknologi di masa depan.
ditulis oleh Arham