Transformasi sistem energi global menggeser perhatian pada rantai pasok energi, termasuk sektor transportasi. Distribusi batubara melalui jalur laut tetap menjadi komponen utama dalam sistem energi, terutama pada negara dengan konsumsi energi tinggi. Aktivitas ini menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar serta membutuhkan konsumsi bahan bakar yang signifikan. Tekanan terhadap penurunan emisi dan peningkatan efisiensi mendorong pengembangan pendekatan transportasi energi yang mampu mengintegrasikan aspek operasional, ekonomi, dan lingkungan dalam satu kerangka analitis.
Dalam konteks tersebut, sektor pelayaran mengembangkan pendekatan green shipping untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi. Pendekatan ini mencakup optimalisasi rute pelayaran, pengaturan kecepatan kapal, efisiensi konsumsi bahan bakar, serta perbaikan pola distribusi. Setiap variabel operasional memiliki pengaruh langsung terhadap biaya logistik dan tingkat emisi, sehingga diperlukan metode analisis yang mampu mengelola hubungan antarvariabel secara sistematis dan terukur.
Kebutuhan terhadap pendekatan analitis tersebut mendorong pengembangan model optimasi berbasis data. Mahasiswa Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yusvi Adi Mustofa, telah melaksanakan seminar proposal tesis pada Rabu (29/4). Ia mengembangkan penelitian berjudul “Model Optimasi Multivariabel Rute dan Green Shipping sebagai Strategi Transisi Energi: Analisis Pencapaian ESG pada Transportasi Batubara.” Penelitian ini dirancang untuk menghasilkan model yang mampu mendukung pengambilan keputusan dalam sistem logistik energi secara terstruktur dan kuantitatif.
Dalam penelitian ini, model optimasi multivariabel dikembangkan untuk mengevaluasi alternatif rute transportasi batubara berdasarkan parameter operasional dan lingkungan. Variabel yang dianalisis meliputi jarak pelayaran, konsumsi bahan bakar, waktu tempuh, kapasitas angkut, kondisi rute, serta tingkat emisi gas rumah kaca. Kombinasi variabel ini mencerminkan kompleksitas sistem transportasi energi yang membutuhkan pendekatan multidimensi dalam proses analisis. Untuk menghasilkan rekomendasi yang presisi, model optimasi digunakan untuk membandingkan berbagai skenario rute dan strategi operasional kapal. Pendekatan green shipping diintegrasikan dalam model untuk mengidentifikasi konfigurasi operasional yang menghasilkan efisiensi biaya, waktu, dan emisi. Hasil pemodelan memberikan dasar kuantitatif dalam menentukan strategi distribusi batubara yang optimal.
Selanjutnya, hasil optimasi dianalisis dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek lingkungan, efisiensi operasional, keselamatan, dan tata kelola rantai pasok energi. Integrasi indikator ESG memperluas evaluasi dari kinerja teknis menuju kinerja keberlanjutan dalam sistem transportasi energi. Dalam perspektif sistem energi, penelitian ini mendukung pengelolaan logistik energi pada fase transisi. Optimalisasi rute dan strategi pelayaran meningkatkan efisiensi distribusi serta menurunkan intensitas emisi dalam rantai pasok batubara. Pendekatan berbasis model memungkinkan pengambilan keputusan yang presisi dan terukur dalam pengelolaan transportasi energi. Sebagai implikasi praktis, luaran penelitian berupa model optimasi yang menghasilkan rekomendasi rute dan strategi pengiriman berdasarkan parameter biaya, waktu, dan emisi. Model ini dapat digunakan oleh perusahaan, regulator, dan pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam sistem logistik energi.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Dr. Joko Wintoko, S.T., M.Sc. sebagai dosen pembimbing utama dan Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., M.S., Ph.D. sebagai dosen pembimbing pendamping. Keterlibatan mahasiswa dalam riset ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik dalam pengembangan solusi sistem energi berbasis analisis data. Melalui pengembangan riset ini, Fakultas Teknik UGM menegaskan komitmen dalam pengelolaan sistem energi yang mengintegrasikan efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Optimalisasi transportasi energi memperkuat ketahanan sistem energi serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.
ditulis oleh Arham